Happy Reading All 🤍
Dua bulan telah berlalu, kini mereka semua sedang merayakan kelulusannya bersama di Basscam Vartegros. Tak lupa seluruh anggota Vartegros juga ikut hadir merayakan.
"ANGZAY MADEP LAH GENGSS UDAH LULUSS, bisa nih langsung kawin" sorak Ryan berteriak semangat.
"KULIAH DULU EGE, BARU KAWIN!" sahut Reval menyahut.
"YANG BENER NIKAH DULU, BARU KAWIN!" timpal Reyhan tak kalah berteriak. Mereka semua merayakan kelulusannya bersama setelah pulang dari sekolah. Tak lupa, Shella yang kini menjalani hubungan dengan Ryan, Raffa dengan Bianca, dan juga Anya dan Kevin. Hanya saja Sandra tidak ikut, ia memilih untuk langsung berpamitan dengan temannya dan melanjutkan pendidikannya di luar negeri.
Semuanya tertawa lepas akan merayakan kelulusannya. "sumpah gua yakin nanti kita bakalan kangen masa-masa manjat pohon sekolah, godain adkel, terus yang lainnya gitu deh" kata Raffa yang dibalas anggukan semuanya.
"pasti sih bang, masa-masa SMA itu kan yang paling indah ye" sahut Alan dengan memakan camilannya.
Sedangkan Vellyn dan Zea pokus memakan makanan yang aneh bagi mereka semua. "sumpah enak banget Ze, lo kenapa gak bilang sama gue dari dulu kalo makan ini enak banget" ucap Vellyn memakannya dengan lahap.
Dua perempuan yang kini sedang hamil muda itu tidak peduli akan merayakan kelulusannya, yang paling penting mereka dapat menikmati makanannya.
"ya ampun Queen, Princess, kalian itu gak enek apa makan mie ayam campur nasi padang?" celetuk Gibran dengan menepuk jidatnya.
"heh lo diem ya Gib! ini tuh enak banget, lo bukan sirkel kita jadi diem aja deh!" gertak Zea dengan melempar tatapan sinis.
"HAHAHAHAH" tawa semuanya pecah, berbeda dengan Varez yang terus menatap Vellyn dengan tak lepas.
sakit perut tau rasa nanti lo.
"eh btw, si Sandra kenapa gak ikut ngerayain dulu disini dah sama kita? padahal seru bat ini" kata Raffa bertanya.
"dia kan mau langsung ke Amerika, babe. Lagian dia juga tadi udah pamitan sama kita, meski agak susah sih nanti kita jauhan tapi ya gimana lagi, itu kan impian orang tuanya" jawab Bianca menjelaskan.
"iyaa sih pasti bakalan berat buat kalian, tapi gapapa! yakin deh nanti kalian bakalan ketemu lagi" sahut Alan dengan antusias mengangguk.
Shella ikut mengangguk. "PASTINYA! gue tau itu semua mimpi dia dan orang tuanya, jadi kita dukung apapun itu."
Semuanya mengangguk, lalu Kevin melontarkan sebuah pertanyaan yang mampu membuat Vellyn berhenti makan. "kalian mau kuliah?" tanyanya.
Semuanya mengangguk, lalu melihat ke arah Vellyn yang tiba-tiba berubah. "Vell, jangan sedih. Lo bisa kok kuliah, tapi nanti kalo anak lo udah lahir" kata Bianca meyakinkan.
"iyaa Queen, jangan sedih dong ah, lagian ya kuliah pusing Vell. Mending diem di rumah makan makanan sepuas lo, lakuin apa aja yang menurut lo seru" kata Reval ikut menyahut.
Vellyn tersenyum, ia melirik ke arah Varez yang sedari tadi tak beralih menatapnya. Mata itu seolah berkata maaf.
Zea yang menyadari akan itu langsung mengalihkan pembicaraan, karna sejujurnya dia juga ingin kuliah, tapi dia juga tidak akan egois. Melihat kondisinya sekarang bukan hanya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Valyn life's {End}
Teen Fictionperjodohan yang Vellyn duga itu kesengsaraan ini malah sebaliknya, yaitu munculnya KEBAHAGIAAN. ⚠️BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ Bijaklah dalam membaca. DILARANG KERAS MENJIPLAK CERITA SAYA. "Vell gua kira perjodohan yang berasal dari keluarga...
