Happy Reading All 🤍
Hari sudah berganti, namun pasangan 2V itu masih berada di rumah orang tuanya, rencananya akan pulang siang ini. Matahari bersinar menyinari pasangan suami istri yang tergolong masih muda.
Mata cantik milik Vellyn terbuka dengan perlahan, ia menutupi cahaya matahari yang menyinari wajahnya menggunakan satu tangan. Sementara Varez, ia masih tertidur dengan pulas seraya mendekap Vellyn.
Vellyn mencoba melepaskan dekapan suaminya, ia beranjak dari kasur untuk pergi ke kamar mandi. Tanpa berpikir panjang, ia membawa ponsel dan juga testpack baru ke kamar mandi.
Ia meminta Bianca untuk memesankan paket tersebut atas nama temannya, agar keluarganya tidak curiga apa isi paket itu. Vellyn membasuh wajahnya sebelum ia melakukan test tersebut. Kemudian, ia membuka layar ponselnya untuk menghubungi Bianca.
"Ca, ini beneran gue harus test sekali lagi?"
"iyee, test aja coba kalo hasilnya sama kaya kemarin berarti emang bener" -Bianca
'"tapi kan baru aja gue test kemarin, emang gapapa?"
"ya gapapa ege, lagian katanya yang paling akurat tuh kalo test nya bangun tidur pagi-pagi gitu" -Bianca
"takut Ca sumpah, gue beneran gemeteran ini"
"ya elah Vell ayo lah harus berani, gue temenin deh lewat telepon, nanti kalo udah bilang" -Bianca
"btw si Varez masih tidur?" -Bianca
"iya dia masih tidur, Ca gimana ini gue beneran harus test lagi?"
"iyaaa Vellynnn, sekali lagi aja udah lo harus kasih tau si Varez" -Bianca
"oke, gak usah di matiin call nya!"
"iye elah, gece ah gue mau otw ke rumah eyang soalnya" -Bianca.
Vellyn pun bergegas melakukan test, sedangkan Varez yang baru saja membuka matanya menggeliat menatap sekitar. Ia mengusap matanya sekali lagi untuk memastikan. Biasanya, setiap kalo ia terbangun yang pertama kali terlihat adalah Vellyn.
"Vell, dimana?" ujar Varez dengan suara khas bangun tidurnya, namun Vellyn yang sedang berada di kamar mandi tidak menyahut. Hanya terdengar suara keran air yang mengalir saja.
Varez beranjak dari kasur, ia mencari istrinya ke kamar mandi. Takutnya terjadi apa-apa, karena gadis itu biasanya menyahut jika air keran sedang menyala pun. Terbuka pintu kamar mandi yang menampakkan ponsel milik istrinya di wastafel.
Sementara Vellyn tidak ada disana, mungkin sedang mandi. Pikirnya begitu. Varez melihat ponsel Vellyn yang sedang menyambung telepon bersama Bianca. Sedangkan Bianca yang mengira itu langkah kaki Vellyn, menanyakan hal tersebut.
"haloo Vell? gimana hasilnya? sama positif kan?" -Bianca
Mendengar itu jantung lelaki yang kini berdiri di depan cermin menatap wajahnya sendiri seraya mencerna ucapan dari sahabat istrinya itu.
"halo Vell? kok diem sih? lo gapapa kan? gimana hasilnya? sama positif atau negatif?" -Bianca.
"sumpah jangan bikin gue panik Vellyyy" -Bianca
KAMU SEDANG MEMBACA
Valyn life's {End}
Teen Fictionperjodohan yang Vellyn duga itu kesengsaraan ini malah sebaliknya, yaitu munculnya KEBAHAGIAAN. ⚠️BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ Bijaklah dalam membaca. DILARANG KERAS MENJIPLAK CERITA SAYA. "Vell gua kira perjodohan yang berasal dari keluarga...
