Chapter 59

926 14 0
                                        

Happy Reading All 🤍

Hari sudah berganti, hari ini Vellyn dan suaminya berada di rumah mereka. Tidak ada agenda apapun, saat ini keduanya hanya ingin menghabiskan waktunya bersama.

"VAREZZZZZZZZ" teriak Vellyn dengan sangat keras, Varez yang masih tertidur di kamar. Sementara Vellyn berada di dapur.

"tuh laki udah jam 9 masih belum bangun juga, gue guyur tau rasa lo!" ucapnya bermonolog. Ia pun langsung mengisi segelas air untuk dibawa ke kamar.

ceklek–pintu kamar terbuka dengan lebar, terlihat Varez yang masih tertidur pulas. Vellyn berjalan menuju jendela untuk membuka gorden-nya.

"AW" ucap Vellyn yang merasa perutnya  sedikit nyeri. Ia menyimpan satu gelas air yang sempat dirinya bawa tadi. Kemudian mendudukan dirinya di tepi ranjang.

Varez yang mendengar itu langsung terbangun dari tidurnya. "sayang, kenapa?" tanyanya dengan langsung merubah posisinya menjadi duduk.

Vellyn menggelengkan kepalanya. "ngilu, keram juga" jawabnya dengan menahan sedikit rasa sakit.

Varez langsung memberikan satu gelas air putih pada istrinya. Lalu, ia membantu Vellyn agar terduduk nyaman dengan beberapa tumpukan bantal di belakangnya.

"gua kan udah bilang, jangan ngerjain pekerjaan rumah, kalo bibi lagi pulkam biar gua yang kerjain semuanya" ujar Varez seraya menyimpan bantal terakhir agar Vellyn bisa bersandar nyaman.

Vellyn menghela napasnya dengan panjang, amarahnya menghilang ketika rasa nyeri menyerangnya. "tadi gue udah masak, lo mandi gih, abis itu sarapan." ucapnya mengalihkan pembicaraan.

Varez melirik ke arah jam dinding, lalu ia terduduk untuk memijat kaki istrinya sebentar. "baru juga jam segini, sini gua pijatin dulu kakinya"

"gak usah Rez, mandi dulu sana. Lagian kaki gue gak pegel kok, orang yang ngilu perutnya" ucap Vellyn menolaknya. Varez menghela napasnya, ia langsung beranjak berdiri dan mengecup kening istrinya.

Kemudian ia mencium perut buncit Vellyn. "jagoan, jangan bikin Mama kesakitan terus ya" ujarnya dengan mengecup singkat perut istrinya.

Vellyn tersenyum melihat sikap manis suaminya. "udah ih Rez gelii, sana mandi badan lo bauu" katanya dengan sedikit mendorong tubuh kekar suaminya.

Mendengar itu Varez terkekeh, ia langsung membuka bajunya disana juga. "bau apa? wangi gini bau"

"Ares jangan jorok ih, buka baju ya di kamar mandi, ngapain di sini?!"

"santai aja sayang, ini gua bawa kok baju cuciannya. Lo diem, gak usah kemana-mana, cukup istirahat di kasur"

"kalo selesai mandi gua liat lo gak ada di sini, siap-siap gua hukum lo nanti" katanya mengancam.

Vellyn memutarkan bola matanya, ia berdecak pelan. "IYA UDAH SANA MANDI, NATHANN!"

"SIAP 45 SAYANG"

Setelah itu, Varez pun membersihkan dirinya ke kamar mandi. Sedangkan Vellyn ia membuka layar ponselnya untuk melihat ada pesan masuk.

"lucu banget, mungkin nanti gue kaya Zea gini ya?" ucapnya bermonolog seraya tersenyum dan satu tangannya yang mengelus perut buncitnya.

Valyn life's {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang