Happy Reading All 🤍
Beberapa bulan telah berlalu, kini Vellyn dan Varez baru saja sampai di rumah pasangan pasutri baru yang tak lain adalah Ryan dan juga Shella. Keduanya baru saja menikah minggu lalu.
"hai guys, sorry ya telat" ucap Vellyn yang baru saja datang dengan Varez menggendong anaknya yang kini sedang tertidur.
"Vellynnn, gapapa beb lagian kita juga belum mulai makan-makannya" ucap Bianca dengan memeluk sahabatnya, begitupun yang lainnya.
Setelah itu, mereka kembali duduk melingkar di satu meja yang sama. Bayi mungil yang sedari tadi tidur baru saja membuka matanya, namun masih dalam pangkuan Varez.
"astagaa Ken pipinya makin gembul ajaa, sekarang tuh dua bulan kan ya Vell?" tanya Zea saat melihat perubahan pipi dari anak sahabatnya itu.
Hal itu membuat Vellyn terkekeh, "iya dua bulan, gimana gak gembul Ze, dia lahap banget"
"hahaha lahap banget kaya Papanya, Vell?" sahut Kevin dengan menaik turunkan alisnya dan melirik ke arah Varez.
Varez yang tahu maksud dari Kevin pun memutarkan bola matanya, "sialan" umpatnya dengan pelan namun masih terdengar oleh yang lainnya.
"HAHAHAHA NGAKAK BANGET ANYING" timpal Ryan dengan tertawa terbahak-bahak.
Sedangkan para perempuan yang mendengarnya pun menggeleng-gelengkan kepalanya, "guys gak kerasa gak sih kita udah ada di titik ini?" ujar Bianca mengalihkan pembicaraan yang mampu membuat tawa mereka berhenti.
Raffa menghela napasnya lalu mengangguk, "bener, gua gak nyangka banget kita semua bakalan ada di titik ini, nikah, punya anak, terus masih bisa kumpul kaya gini"
Kevin tersenyum dan ikut mengangguk, "ya ini lah takdir, kita semua gak akan tau kan kalo sekarang bakalan kaya gini? punya keluarga kecil, bahagia, terus pertemenan kita semua masih sama kaya dulu"
"ya gua harap semuanya gak akan berubah sampai nanti" timpalnya berucap.
Anya terkekeh mendengarnya, "emang ya, takdir gak ada yang tau, siapa sangka ternyata gue nikah malah sama abangnya Shella," sahutnya seraya menatap pada Gerald-suami sekaligus kakak kandung dari Shella.
"padahal dulu lo bucin banget ya sama si Kevin, eh tau-tau nikahnya sama abang gue" kata Shella menimpali.
Gerald melerai rambut panjang Anya, "ya seperti apa kata Kevin tadi, semuanya gak ada yang tau kan?" katanya dan diangguki oleh mereka semua.
"(bener, semuanya gak ada yang tahu. Gue gak nyangka ada di titik punya anak sama Varez, padahal dulu gue gak mau nikah sama dia)" batin Vellyn berkata seraya menatap sang suami di sampingnya, sedangkan itu Varez mengerti akan hal itu dan Ia langsung meyakinkan istrinya lewat anggukan kecil di kepalanya.
"eh guys, Sandra apa kabar ya? apa dia udah nikah juga? apa dia masih ngelanjutin kuliahnya?" celetuk Bianca yang membuat pokus mereka kembali teralihkan.
"iya plis, dia apa kabar ya? sekarang nomornya udah gak akt-"
"GUYSS, HOW ARE YOU ALL?" belum juga Anya melanjutkan ucapannya, teriakan seseorang yang sangat mereka kenal terdengar jelas di indera pendengaran mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Valyn life's {End}
Teen Fictionperjodohan yang Vellyn duga itu kesengsaraan ini malah sebaliknya, yaitu munculnya KEBAHAGIAAN. ⚠️BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ Bijaklah dalam membaca. DILARANG KERAS MENJIPLAK CERITA SAYA. "Vell gua kira perjodohan yang berasal dari keluarga...
