Chapter 69

780 12 0
                                        

Happy Reading 🤍

Dua hari telah berlalu, hari ini di rumah Varez dan Vellyn banyak beberapa orang, tidak hanya mereka bertiga saja, karena tadi malam keluarga Vellyn menginap untuk menemaninya, takutnya membutuhkan sesuatu atau apapun itu.

Namun, Vania selaku adek dari Varez pun ikut menginap, hanya saja tidak bersama Rissa dan yang keluarga lainnya. Matahari baru saja terlihat, tetapi suasana di rumah sangat ramai karena suara tangisan bayi yang di hasilkan oleh Baby K.

Tangisan itu membuat beberapa orang yang sedang tertidur pulas terbangun, terlebih Varez dan juga Vellyn.

"iya sayang sabar yaa stt" ucap Vellyn seraya membuka beberapa kancing bajunya untuk memberi asi pada anaknya. Sedangkan Varez yang tidak bisa tertidur kembali beralih memainkan ponselnya.

"tadi jam 3 gak kamu kasih asi, sayang?" tanya Varez saat melihat jadwal pemberian asi pada anaknya yang sudah Gina beritahukan.

Vellyn menggelengkan kepalanya dengan pelan, "aku kasih kok" jawabnya yang langsung diangguki oleh Varez.

tok... tok... tok...

"Rez, minjem charger ada gak?" seru Bintang dari luar pintu kamar. Mendengar itu, Varez pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan membawa charger untuk ia berikan pada abang iparnya–Bintang.

ceklek–suara pintu terbuka sedikit, Varez langsung menyodorkan charger miliknya, "nih bang" ujarnya.

Bintang pun menerimanya, "gua pinjem dulu ye, nanti gua balikin" ucapnya.

Varez mengangguk, "santai aja" jawabnya lalu ia kembali menutup pintunya saat Bintang sudah kembali ke kamarnya.

"di bawah masih sepi?" tanya Vellyn pada suaminya yang baru saja kembali merentangkan tubuhnya di atas tempat tidur.

Varez menghela napasnya lalu mengangguk, "iya sayang, masih pada tidur kali" jawabnya dengan mata yang terlihat sedikit merah akibat banyak terbangun.

Tangan kanan Vellyn mengusap lembut kepala Varez, "ngantuk ya? tidur lagi aja Rez, lagian ini masih terlalu pagi juga" ucapnya seraya mengusap lembut kepala suaminya.

Varez menatap wajah istrinya dengan tersenyum manis, lalu menggeleng. "takutnya nanti ada yang kesini, aku gak terlalu ngantuk juga sayang" jawabnya dengan meraih tangan kanan Vellyn yang awalnya mengusap kepalanya, menjadi berada di pipinya.

"gak terlalu ngantuk tapi mata kamu merah banget Rez, kalo pun ada yang kesini juga gak akan ada yang ganggu kamu" kata Vellyn dengan helaan napasnya yang terdengar pelan.

Varez pun menganggukan kepalanya saat merasa matanya sangat berat, alhasil kedua matanya kembali terpejam. Vellyn yang sedari tadi memperhatikan wajah suaminya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan.

Kedua penglihatannya memperhatikan Varez dan Ken secara bergantian, "aku sayang banget sama kamu Rez, bunda juga sayang banget sama kamu, Ken."

•••

Jam sudah menunjukkan pukul 08:00 pagi, saat ini Ken tengah di gendong bersama Cellyn. Kini, Cellyn membawa cucu barunya untuk berjemur di depan rumah, tak lupa cucu pertamanya–Eksa, pun ikut berjemur bersamanya.

"ya ampun itu anaknya neng Vellyn, bu?" tanya salah satu tetangga yang tengah menunggu tukang sayur lewat dan mereka memilih untuk menghampiri Cellyn yang sedang terduduk di teras rumah seraya berjemur.

Cellyn menganggukan kepalanya, "iya bu, ternyata ibu-ibu kenal sama anak saya?" jawabnya dengan tersenyum ramah.

"oh ya jelas toh bu, toh kita sering ngobrol, kadang juga belanja bareng" ucap salah satu ibu-ibu menjawabnya.

Valyn life's {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang