Chapter 55

1.1K 23 0
                                        

Happy Reading All 🤍

Dua minggu telah berlalu, masalah demi masalah terselesaikan. Mulai dari Andra, Leon, dan juga yang lainnya. Meskipun Leon belum sepenuhnya percaya akan Varez. "sayang, mau tasyakuran 4 bulanan gak?" tanya Varez pada istrinya.

Saat ini mereka berdua berada di rumahnya, tidak jadi menginap lebih lama di rumah Rissa. Andra sudah dipenjara, sedangkan Leon diperingati oleh Varez agar tidak mengganggu Vellyn dan ia berniat akan memberikan bukti nyata pada Leon nanti.

Vellyn mengedikkan bahunya, "gue gak tau deh Rez, kalo emang ada uangnya ya boleh aja" jawabnya.

Varez mengusap lembut kepala istrinya. "lo jangan mikirin uang Vell, gua juga kan udah mulai ikut kerja di kantor Ayah sama Papa, lagian orang tua kita juga bakalan ikut bantu" ucapnya dengan menjelaskan.

"iya sih, tapi beneran udah masuk 4 bulan? terakhir kita cek kapan deh? gue lupaa" kata Vellyn seraya mengingat hari terakhir ia cek kandungan.

Varez beranjak dari duduknya untuk mengambil buku berwarna pink khusus ibu hamil, ia membuka buku tersebut untuk memastikan kapan terakhir cek dan kapan harus cek kembali.

"bulan lalu Vell, kebetulan nih besok jadwalnya, kita cek ya sayang" ucap Varez seraya tersenyum, Vellyn mengangguk hangat menjawab ucapan dari suaminya.

Varez kembali menutup dan menyimpan buku tersebut, ia menyimpan tangannya di atas perut Vellyn, "sayang, sehat-sehat ya di dalem perut Mama kamu yang cantik"

Mendengar itu Vellyn tersenyum, tak mengira bahwa pernikahannya akan berlangsung dikarunia buah hati kecil di tengah-tengah kehidupannya. "gelii Rez, jangan Mama-mama deh"

Varez beralih mengecup kedua pipi Vellyn, lalu mengusap kepalanya. "Makasih ya sayang, aku harap kamu sama anak kita sehat-sehat sampai nanti jagoan Papa lahir"

"emang udah keliatan cewe atau cowo nya?" ucap Vellyn dengan heran, setahu dia belum terlihat jenis kelaminnya apa.

Varez mengedikkan bahunya dengan pelan. "gatau sih" jawab Varez memberikan senyumannya.

Sedangkan Vellyn memutarkan bola matanya. "lo pengennya anak cewe apa cowo, Rez?" tanya Vellyn seraya mengelus pelan perutnya.

"mau cewe ataupun cowo, gua bakalan tetep bahagia Vell" jawab Varez yang mampu membuat Vellyn tersenyum hangat.

Tiba-tiba terlintas dibenak pikirannya untuk memakan sesuatu  "Rez, gue tiba-tiba pengen sesuatu, tapi makannya barengan sama Bastian, kaya mukbang ala-ala berdua gitu" ujar Vellyn yang membuat Varez membenarkan posisinya.

Ia membelakkan matanya dengan menatap istrinya. "lo yang bener aja? gak, mending mukbangnya sama gua." kata Varez tidak setuju.

Vellyn sedikit mengerucutkan bibirnya, ia berdecak pelan, "ayolah Rezz, gue ngidam loh ini?? lo mau nanti anak kita il-"

"ganti dong Vell, jangan sama Bastian. Sama Ryan aja dah" potong Varez dengan cepat.

"ya gak bisa dong! pokoknya gue mau mukbang seafood sama Bastian, titik!" kekeuhnya seraya beranjak dari duduknya. Varez menghela napasnya, dengan terpaksa lelaki itu menuruti kemauan istrinya yang kini sedang mengidam.

"oke, kita beli seafoodnya abis tuh ke markas" ucap Varez dengan terpaksa, hal itu membuat Vellyn tersenyum senang, ia memeluk dan mencium kedua pipi Varez. "makasihh sayanggg"

Valyn life's {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang