Chapter 45

1.3K 20 0
                                        

Happy Reading All 🤍

Satu bulan berlalu, kini Vellyn dan keempat sahabatnya sedang berkumpul di rumah milik keluarga Bianca. "kata kalian, gue terima apa jangan ya?" tanya  Bianca pada keempat sahabatnya. 

Vellyn dan yang lainnya terdiam bingung, lalu beralih bertanya. "maksud lo? terima siapa? lo ditembak cowo?" tanya Vellyn mewakili yang lain.

Bianca menganggukan kepalanya dan tersenyum, sedangkan Shella berteriak heboh seperti biasa. "OMAYAGATTT SAMA SIAPAA COYY? JAWAB GAK? CERITA LO!!" teriaknya dengan heboh..

Mereka berempat menutup kupingnya masing-masing. "SHELLAAA BERISIKKK" gertak mereka secara bersamaan, sedangkan Shella yang di teriaki malah cengengesan sendiri.

"jadi gimana? ceritain coba, tuh cowo asal mana, kenalan dimana, kelas berapa, cakep apa ngga ter-"

"ANYAA SORANYAA PLISS DEH YAA, kalo nanya tuh satu-satu bisa gak sihhhh" gerutu Bianca dengan kesal.

Anya tersenyum menampakkan giginya, lalu membiarkan Bianca untuk bercerita terlebih dahulu.

"HAH?! RAFFA? SEJAK KAPAN LO DEKET SAMA SI RAFFA?!" teriak semuanya dengan heboh.

Ya, Bianca bercerita bahwa Raffa teman Varez lah yang mengajak Bianca untuk berpacaran. Vellyn membelakkan matanya. "sumpah kenapa bisa lo sama Raffa? bukannya lo sama Kevin?"

Bianca menggelengkan kepalanya lalu melirik Anya sekilas, mereka yang peka akan kode tersebut langsung meledeknya. "CIEEEEEEEEE CIEEEEEEEE ADA DUA COUPLE BARU NIHHH"

"IHH APAANSIH KALIANN" balas Anya dengan kesal, bukan apa-apa tapi kali ini ia benar-benar malu, meskipun belum berpacaran tetapi mereka berdua saat ini sudah sangat dekat.

Setelah mereka berdua bercerita satu sama lain, kini mereka berdua sedang menikmati makanan kesukaan para anak-anak. Seblak.

"sumpah enak banget anjir, lo pesen dimana ini Ca?" tanya Vellyn yang diangguki oleh Anya dan Shella.

"ada lah, ini emang udah langganan gue banget nih" jawabnya dengan ekspresi wajah yang bangga. Sedangkan Sandra ia hanya diam menikmati seblaknya tanpa ikut mengucap ini itu.

"eh btw San, lo sama Gio gimana?" tanya Shella yang mampu membuat Vellyn tersedak. Anya langsung menyodorkan satu gelas air padanya.

"bukannya Gio udah nikah ya sama Zea?" ucap Vellyn yang dibalas oleh anggukan Sandra.

Bianca membelakkan matanya. "kok bisa? bukannya dulu gue liat lo deket ya sama dia? kok jadi tiba-tiba nikah sama cewe lain?"

Vellyn mengedikkan bahunya. "gatau gue, tapi yang jelas si Zea itu sekarang lagi hamil"

"HAH?!" pekik Bianca, Anya dan juga Shella. Sementara Sandra tersedak saat memakan seblaknya. Vellyn yang peka langsung memberi Sandra minuman.

"seriusan lo Vell? kok udah hamil lagi anjir? lo kapan?"

Ucapan Shella membuat Vellyn kesal dan berujung menimpuk wajah sahabatnya menggunakan bantal kecil. "gak usah tanya gitu deh, lagian ya-"

"eh bentar, ini kan biasanya tanggal periode pms lo sama Bianca kan?" tanya Anya yang dibalas anggukan oleh keduanya.

"lo lagi pms berarti, Ca?" tanya Anya pada Bianca dan dibalas anggukan oleh sang empu. Lalu, Anya beralih pada Vellyn. "lo gimana, Vell?" tanyanya.

Valyn life's {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang