Happy Reading 🤍
– Interogasi
Hari sudah berganti, pagi ini seperti direncanakan para lelaki, mereka akan bertanya dan perempuan harus menjawab dengan jujur.
Tetapi karena semalam adalah hari yang paling melelahkan, Vellyn, Anya dan Shella masih belum bangun dari tidurnya. Sementara Bianca, Zea dan yang lainnya sudah berkumpul di ruangan tengah. Mereka semua mendudukan dirinya di sofa.
Berniat akan duduk melingkar di atas Ryan dan Kevin sedang menyiapkan sebuah karpet untuk mereka duduki. Dua perempuan cantik sedang memasak di dapur, tak lain ialah Zea dan Bianca. Anak Zea yang baru saja berumur 4 bulan itu sedang di jemur bersama Ayahnya.
"yang bener anjir, kalian ini gak becus banget" komentar Bianca membuat Ryan berkacak pinggang.
"eh kosyak lo diem deh Ca, cape nih pegel pinggang gua" ujarnya seraya memutarkan bola matanya.
Bianca dan Zea tertawa bersamaan, mereka berdua menggelengkan kepalanya sembari pokus memasak dan memotong bahan-bahan makanan.
Di satu sisi, Shella dan Anya baru saja bangun dari tidurnya. Salah satu dari mereka langsung bergegas ke kamar mandi. Sebenarnya tidak ada satupun yang tahu mereka akan di interogasi tentang semalam, makanya Anya dan Shella sangat santai. Hanya Vellyn saja yang tahu, itupun ia belum bangun pagi ini.
Jam baru saja menunjukkan pukul 08.45 pagi, suasana di rumah Varez dan Vellyn sangat ramai hari ini. Itu membuat rumah menjadi hangat. Varez yang baru saja selesai mandi langsung membangunkan istrinya.
"Vell, bangun... yang lain udah kumpul di bawah" ucap Varez dengan suara yang lembut. Namun, masih tidak ada jawaban dari Vellyn.
Lantas hal itu membuat Varez langsung menggendong istrinya dan membawanya ke dalam bathup. Itu membuat Vellyn langsung membuka matanya. "VAREZZZZ!!" gerutu Vellyn dengan kesal saat ia menyadari bahwa Varez sudah membukakan bajunya sampai ke atas perut, hanya terlihat perut buncitnya saja sekarang.
"LO GAK SOPAN BANGET SIH?! gue lagi tidur gak usah di ganggu bisa gak sih? KELUAR GAK LO!"
"marah-marah mulu, bukannya makasih" ucap Varez yang langsung pergi meninggalkan kamar mandi. Vellyn yang mendengar itu sangat-sangat kesal, untung saja ia keburu bangun, jika tidak ia akan benar-benar malu sekarang.
Sementara Varez menggeleng-gelengkan kepalanya, ia mengeringkan rambutnya dan bersantai lebih dulu di balkon seraya menunggu Vellyn selesai mandi.
Hanya memerlukan 20 menit, Vellyn sudah selesai membersihkan dirinya. Kini wanita itu menata rambutnya dengan rapi. Ia memakai celana levis selutut dan juga kemeja panjangnya yang berwarna coklat.
Varez menghampiri istrinya yang sedang duduk di depan cermin. "ngapain pake celana kaya gitu? lagi hamil juga, ganti." titahnya seraya menunjuk lemari menggunakan dagunya.
Mendengar itu Vellyn menyimpan sisirnya dengan keras, ia beralih memakai 4 hairclip kecil pada rambutnya. "oke, gua yang gantiin" ucap Varez dengan bergegas berjalan menuju lemari bajunya.
Vellyn menghela napasnya dengan pelan, sejujurnya merasa sangat sesak, tetapi ia tidak punya celana longgar selain rok di atas lututnya. "gue gak punya celana longgar, jadi ya udah lah aman-aman aja juga"
KAMU SEDANG MEMBACA
Valyn life's {End}
Fiksi Remajaperjodohan yang Vellyn duga itu kesengsaraan ini malah sebaliknya, yaitu munculnya KEBAHAGIAAN. ⚠️BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ Bijaklah dalam membaca. DILARANG KERAS MENJIPLAK CERITA SAYA. "Vell gua kira perjodohan yang berasal dari keluarga...
