Chapter 58

961 15 1
                                        

Happy Reading 🤍

Satu bulan telah berlalu, saat ini usia kandungan Vellyn sudah memasuki trimester 2. Usianya baru aaja menginjak 5 bulan. Wanita cantik itu masih sering mengalami mual dan muntah, meskipun banyak orang yang mengatakan bahwa kandungan usia 5 bulan sudah tak mengalami hal tersebut.

Bulan ini juga, seharusnya Varez sudah mulai mengikuti ospek di kampus. Namun, satu minggu sebelum ospek berlangsung, Varez mengajak Vellyn dan satu keluarganya untuk meminta izin tidak melanjutkan kuliah. Mungkin di tahun yang akan datang nanti, itu pun jika Vellyn akan berkuliah juga. Ia ingin melanjutkan usahanya yang sudah ia bangun bersama teman-temannya dari kelas 1 SMA dulu.

Awalnya, Vellyn tidak setuju. Meskipun kedua orang tuanya menyetujui Varez tidak melanjutkan kuliah dan pokus mengurus perusahaan serta Istri dan calon anaknya, namun Vellyn merasa Varez memutuskan seperti itu karna dirinya yang sedang hamil.

*flashback on*

"Varez mau minta izin sama Ayah, sama Bunda, untuk sekarang kayanya Varez mau pokus ngurus perusahaan, pokus buat Vellyn juga"

Rissa mengerutkan keningnya, lalu ia menatap Wijaya seraya mengangguk.

"bunda sih gak apa-apa Rez, lagian bunda juga khawatir ya posisi Vellyn kan sekarang lagi hamil, jangan banyak di tinggal sendirian"

Wijaya ikut mengangguk saat istrinya berbicara seperti itu. "Ayah gak masalah, karna Ayah juga paham posisinya sekarang. Tapi ingat, jika nanti ada waktu luang lanjutkan pendidikanmu, minimal S1."

Varez menganggukan kepalanya, ia melirik Vellyn yang sedari tadi menunduk.

Mendengar itu Vellyn merasa tidak enak hati, meskipun ini juga sudah takdir. Tetapi, mengubur mimpi itu memang sangat tidak enak.

"Vellyn sayang, kamu kenapa diem aja cantik? Bunda sama Ayah gak marah sama sekali kok, lagian Varez juga ngambil keputusan ini udah tepat, kuliah juga bisa aja di lanjutin kapanpun kan?"

"nanti kalo anak kalian udah lahir, terus udah lumayan gede, kalian bisa kuliah bareng, anak ini biar main sama bunda nanti" ucap Rissa mencoba menenangkan menantunya seraya memegang perut Vellyn.

"iya nak, jangan sedih. Lagian ini sudah pilihan yang tepat, oh iya Varez pernah membangun perusahaan bersama Vano. Tapi karna waktu itu posisinya masih sekolah, makanya Ayah suruh Vano dan Varez bekerja di kantor Ayah dulu."

"kamu tenang saja, jangan khawatir. Uang yang Varez hasilkan halal." ucap Wijaya yang mampu membuat Rissa dan Varez tertawa bersamaan. Sedangkan Vellyn hanya tersenyum.

Setelah berbincang dengan kedua orang tuanya, Varez dan Vellyn langsung beristirahat di kamar milik Varez sewaktu dulu.

"Rez, harusnya lo gak-"

"diem Vell, ini semua udah jadi keputusan gua. Lagian gua nunda dulu kuliah juga kemauan gua sendiri. Bukan karena paksaan lo atau orang lain."

"tapi Rez, gue jad-"

"harusnya gua yang gak enak, sorry Vell. Gara-gara gua, impian lo buat kuliah di Jogja, ketunda." ucap Varez yang masih ingat bahwa waktu itu Vellyn berbicara ingin kuliah di Yogyakarta.

Valyn life's {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang