Chapter 52

1K 17 0
                                        

Happy Reading All

Masih dengan hari yang sama, kini Varez dan Vellyn berada di rumah Bagaskara. Mereka berdua kini berada di kamar milik Vellyn. Namun hari ini diri Vellyn sangat berbeda saat bersama Varez.

Perempuan itu benar-benar menunjukan sisi manjanya, ia terus menerus memeluk Varez. "wangi banget, pake parfum apa?" tanya Velly saat menghirup wangi parfum di baju Varez.

Varez membalas pelukannya dengan sangat erat, mereka berdua duduk di sofa. "biar tambah wangi" bisiknya seraya menaikkan sebelah alisnya.

Vellyn melepas peluknya saat Varez memeluknya dengan tambah erat. "perut gue sakit, lo meluknya kenceng banget sih!" gertaknya dengan kesal, lalu ia memilih untuk merebahkan tubuhnya di samping sofa.

"sorry, jangan disitu tidurnya. Sini di paha gua" kata Varez seraya menepuk-nepuk pahanya. Tetapi Vellyn tak mendengarkan hal itu, karna Varez dibuat gemas oleh dirinya, lelaki itu menyandarkan kepalanya ke perut Vellyn seraya memeluk istrinya,

"VAREZZ BERATT!!" teriaknya dengan semakin kesal.

Varez terkekeh, ia terus mendusel perut Vellyn menggunakan kepalanya, Sebelumnya juga ia membukakan baju Vellyn sedikit ke atas agar terlihat perut buncit istrinya, "sayang gemes banget sumpah, gua masih gak nyangka lo beneran hamil Vell?"

"YA TERUS LO KIRA APA? lo juga yang bikin gue kaya gini, coba aja kalo waktu itu lo gak mak-"

"kenapa? mau lagi?" potong Varez saat Vellyn belum selesai berbicara. Hal itu sontak membuat Vellyn memukul pelan kepala Varez menggunakan bantal sofa.

"HAHAHA DIEM SAYANG, NTAR PERUT LO TAMBAH KEGENCET SAMA GUA MAU?"

"TAI BANGET LO AH"

Tawa Varez semakin pecah, lagi-lagi Vellyn melihat Varez tertawa sangat pecah dari sebelumnya, hal itu membuat dirinya tersenyum.

ceklek-pintu kamar Vellyn terbuka dengan lebar, menunjukkan Azka dan Vania yang berada di depan pintu kamar.

Hal itu membuat Vellyn terkejut, berbeda dengan Varez yang masih setia memeluk perut Vellyn santai. "Varez minggir, ada Azka sama Vania adik kamu disini." ucap Vellyn dengan sangat pelan.

Namun Varez pura-pura tertidur, lelaki itu menjadi sangat tengil setelah menjalankan pernikahan yang lama dengan Vellyn. Sementara Velly yang tau akan Varez hanya berpura-pura, menghela napasnya dengan pelan.

"ngapain kalian berdua kesini? bisa kan ngetok dulu pintu?" tanya Vellyn dengan nada kesal, malu, menjadi satu.

Bintang dan Azka cengengesan melihat posisis keduanya yang sedang ada di sofa, dimana Vellyn terbaring dan Varez memeluk perutnya dengan menyimpan kepalanya di atas perutnya. Untung saja sofanya muat untuk 3 orang.

"ya elah kalian ngapain? kalo mau gitu malem anjir kak!" sarkas Azka seraya menaik turunkan alisnya.

"AZKA LO DIEM?! LO TAU GAK, ABANG IPAR LO INI NYEBELIN BANGET ANJIRR!!!" teriak Vellyn dengan sekuat tenaga karena tubuhnya dipeluk erat oleh Varez. Sedangkan Varez ia tersenyum saat mendengar teriakam tersebut.

Sedangkan Vania terus mengguncangkan tangan Azka, berniat memberi kode agar mereka berdua secepatnya pergi dari sana. "Azka asu ayo cepet ke bawah, gak usah lo mancing emosi Kak Vellyy" ajak Vania dengan berbisik.

Valyn life's {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang