Chapter 64

887 14 0
                                        

Happy Reading All🤍

1 bulan berlalu, saat ini, Vellyn dan Varez berada di rumah kediaman Bagaskara. Mereka diminta untuk datang ke rumah dan berkumpul bersama. Sekalian memberikan beberapa baju yang telah Callyn belikan untuk calon cucunya yang akan segera lahir.


"ih Mamaa gimana kalo anak Vellyn cowo? kok malah beli baju warna pinky sih" ucap Velly dengan mengecurutkan bibirnya.

Callyn dan Kiara tertawa mendengarnya. "gapapa dong Vell, gak usah di pake aja kalo anak kamu cowo, ini juga Mama ada beli yang warnanya netral" ujar Callyn seraya memperlihatkan baju-baju bayi yang ia beli.

Sedangkan Varez sedang berbincang dengan Bintang di Taman belakang. "gimana Rez, lu baik-baik aja kan sama adek gua?" tanya Bintang seraya menghisap rokoknya.

Sama halnya dengan Varez, lelaki itu pun sedang merokok. Varez juga sudah mengambil cuti sejak minggu kemarin, sudah dua minggu ia selalu ada di rumah bersama istrinya. Takut jika tiba-tiba Vellyn kontraksi hebat.

Kemarin lusa ketika ia membawa istrinya untuk mengecek kandungan, posisi kepala anaknya hampir berada di bawah, namun belum pas tepat di jalan lahir. Gina bilang sekarang tinggal menunggu kontraksi hebat saja, hari perkiraan lahirnya memang di pertengahan bulan ini.

"baik, ya tante Gina bilang tinggal nunggu kontraksi aja bang" ucap Varez memberitahu abangnya.

Bintang mengangguk paham. "selamat dah Rez, tolong jangan nyakitin ade gua sekali pun ya. Inget lo udah mau punya anak, tanggung jawab lo sekarang bukan cuman Vellyn doang, tapi anak lo juga"

"iya bang gua tau, thanks nasehatnya. Doain semoga nanti Vellyn sama anak gua selamat dan sehat dua-duanya" ujar Varez kembali.

"pasti Rez," balas Bintang dengan menepuk pelan pundak adik iparnya.

Siang ini, setelah pulang dari rumah kediaman Bagaskara. Vellyn dan Varez pergi ke rumah Rissa. Sudah lama juga Varez tidak berkunjung ke rumah orang tuanya. Kali ini, baru ada kesempatan.

Di perjalanan, Varez terus memastikan agar Vellyn merasa nyaman. Ia sengaja membawa Vellyn banyak keluar karna Gina mengatakan, di usianya yang sebentar lagi akan melahirkan, Varez di tugaskan untuk banyak membawa Vellyn berjalan kaki, agar proses melahirkan nanti lancar dan tidak ada tindakan apapun.

"cape gak sayang? apa mau pulang aja sekarang?" tanya Varez dengan menatap istrinya sekilas.

Vellyn menggelengkan kepalanya seraya tersenyum. "gue gapapa, kita ke rumah bunda aja, udah lama juga kita gak ketemu sama Bunda dan yang lain" jawabnya lalu diangguki oleh Varez.

Hanya membutuhkan 20 menit saja, mereka kini sampai di kediaman Adhiwijaya. Varez membantu Vellyn untuk beranjak dari duduknya dengan pelan.

ting nong.. ting nong...
Suara bel di tekan oleh Varez, tak lama dari itu ada asisten rumah tangganya yang membukakan pintu rumah tersebut.

"eh den Varez, non Vellyn... mari masuk" ucapnya dan di balas anggukan oleh mereka berdua. Keduanya pun langsung memasuki kediaman Adhiwijaya.

"eh sayang, kalian apa kabar?" tanya Rissa yang langsung beranjak dari duduknya dan memeluk memantu kesayangannya.

Vellyn membalas pelukan Rissa, "baik bunda, bunda sendiri gimana? maaf ya, kita berdua baru bisa kesini lagi"

Valyn life's {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang