Chapter 41

1.3K 19 1
                                        

Masih dengan hari yang sama, namun suasana yang berbeda. Suasana antara Vellyn dan Varez kini menjadi canggung saat kedua keluarganya sudah pulang.

Varez yang menyadari akan itu bertanya. "Vel, lo gak seneng kalo Nathan itu gua?" tanyanya.

Mendengar itu Vellyn menggelengkan kepalanya dengan cepat. "NGGA! maksud gue itu ya gue seneng lah, akhirnya Nathan yang gue cari-car ternyata lo gitu" jawabnya dengan canggung.

Varez melangkahkan kakinya terus menerus mendekati Vellyn yang sedang berdiri di tepi kasur. "lo ngapain sih? minggir deh gak usah becanda, gue ma-"

"lo kenapa? Bunda atau Mama ada bilang apa sama lo tadi?" tanya Varez kembali, Vellyn duduk ditepi ranjang dengan Varez yang ikut duduk disampingnya.

Vellyn menggelengkan kepalanya. "gak ada Rez, gue kan udah bilang gak ada apa-apa, gue mau-"

Varez tertawa pelan mendengar ucapan Vellyn, terdengar seperti ketakutan, ia tahu itu. "Vell, gua gak akan apa-apain lo. Gak usah takut, kaya biasanya aja."

Mendengar ucapan Varez, Vellyn membelakkan matanya. "MANA ADA! siapa yang takut coba? LO MESUM BANGETTT SUMPAHH,"

"MESUM SAMA ISTRI SENDIRI YA GAPAPA DONG!!" sahut Varez saat melihat Vellyn langsung pergi dari kamar tidur mereka.

Vellyn menuruni anak tangga dengan perasaan yang tak karuan, ia langsung pergi ke ruang tengah. "sumpah gue jadi kepikiran omongan bunda sama mamaa tadiii ihhh" gumamnya seraya mengusap wajahnya.

"SAYANGGG LO DIMANA??!"

"mampuss, plisss siapapun dateng ke rumah gue sekarang jugaa!" gerutunya sendiri di ruang tengah.

Vellyn langsung duduk di sofa dan juga menyalakn televisi, ia mencoba pura-pura untuk santai. Sampai akhirnya Varez menghampiri dirinya.

"kenapa malah disini?" tanyanya dengan aneh. Vellyn menatap Varez dengan kesal. "ya terus kenapa? emangnya gak boleh kalo gue mau nyanyai nonton? lagian ini weekend Varezz, mending lo main aja sana!" katanya seraya mendorong tubuh Varez yang akan bersandar pada Vellyn.

Varez tertawa melihat tingkah istrinya. "kalo gua mau ngabisin weekend gua sama lo, gimana?" ujarnya seraya mendekatkan wajahnya dengan wajah Vellyn.

"lo ngapain sih? pake baju lo Varez!!" sentak Vellyn kaget saat melihat Varez menghampirinya tidak memakai baju.

"gerah Vell, lagian kita kan cuman berdua di rumah"

Hal itu membuat Vellyn menatap Varez dengan takut, ia terus menatap mata Varez begitupun dengan lelaki itu.. Namun lamunan keduanya buyar ketika ada suara ketukan pintu dari luar.

Keduanya langsung memalingkan wajahnya, Vellyn langsung beranjak dari duduknya untuk membuka pintu. "gue mau buka pintu dulu" ujarnya dengan gugup, sementara Varez hanya berdeham saja sebagai jawabannya.

ceklek- Suara pintu terbuka lebar, menampakkan beberapa anggota Vartegros di depan rumahnya.

Vellyn melihat halaman rumahnya yang banyak sekali motor terparkir, ditambah 1 mobil yang dimiliki oleh sahabat dirinya.

"SOREE QUEEN VARTEGROSS" sapa semuanya. Kecuali sahabat-sahabatnya.

Vellyn tersenyum paksa melihat mereka, ia melirik sahabatnya yang berada di sebelah kanan teman Varez.

"sore, rame banget hahaha ayo masuk" kata Vellyn yang masih kaget akan kedatangan mereka, untung saja mereka tidak menerobos masuk rumah.

"sayang, siapa? lama banget buka pintunya" teriak Varez yang baru saja datang menghampiri Vellyn.

Valyn life's {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang