Chapter 44

1.4K 25 0
                                        

Happy Reading 🤍

Hari ke hari sudah terlewatkan, kini Varez dan Vellyn sudah berada di Jakarta, di rumah mereka berdua. Mereka sudah melewatkan hari-hari nya selama 5 hari di Bali.

Sebenarnya Rissa menyuruh keduanya tinggal di Bali selama 2 minggu, namun ada sesuatu yang harus diselesaikan.

"gua mau ke basscam dulu Vell, lo kalo ada apa-apa jangan pergi sendiri, call gua." ucap Varez yang bersiap dengan terburu-buru, ia memakai kemeja hitam dan menggenggam kunci motor.

"lo mau pake motor?" tanya Vellyn saat ia menyadari Varez menggenggam kunci motornya.

Varez menganggukan kepalanya. "iya biar cepet,"

"udah gua berangkat ya, kalo ada apa-apa hubungin gua." katanya, lalu mengecup kening Vellyn sebelum ia akan benar-benar pergi ke basscam menemui temannya.

Vellyn yang sudah biasa akan sikap Varez kepadanya hanya acuh, ia pergi ke dapur untuk membantu Bi Ayu memasak. Art dan juga supir pribadinya sudah kembali.

"pagii bii, bibii masak apa nih?" tanya Vellyn seraya menghirup aroma yang sanga lezat dari masakan Bi Ayu.

"eh non udah bangun, ini non bibi masak ayam kecap kesukaan non sama aden" jawab bi Ayu dengan senyuman sumringahnya.

Vellyn tersenyum mendengarnya, ia membantu bi Ayu untuk menyiapkan makanan. "eh non, den Ares kemana toh? belum bangun?" tanya bi Ayu bertanya, karena biasanya lelaki itu selalu ikut jika Vellyn ke dapur.

"dia mau ketemu temennya pagi ini bi, Bibi disini makan temenin aku ya bi" pinta Vellyn dan dibalas anggukan oleh Bi Ayu.

Mereka berdua pun memulai sarapan bersama, sedangkan di satu sisi. Varez baru saja bertemu teman-temannya di tampat tongkrongan biasa.

"oyy bang, kemana aja lo waktu itu kita cari kaga ada di rumah?" tanya Reyhan mewakili semuanya.

"gua habis pulang dari bali, Leon ada bikin ulah apalagi dia?" tanya Varez mengalihkan pembicaraan dengan langsung.

"dia ngajak lo balapan waktu itu, tapi karena lo gak ada di rumah jadinya Gio yang gantiin" ujar Kevin menjawab.

Varez menganggukan kepalanya. "sorry, terus gimana? menang gak?" tanyanya.

"menang dong Rez, santaii ajaa kalii pastiii geng kita semua yang terus menang" ucap Ryan menaik turunkan kedua alisnya.

"btw lo habis ngapain ke Bali? jangan bilang lo-"

"ANGZAYY KAYANYAA BAKALAN ADA PENERUS PARTEGROS GENERASI SELANJUTNYAA" teriak Reval yang heboh sendiri dan memotong pertanyaan yang akan ditanyakan oleh Ryan.

Varez menggeleng-gelengkan kepalanya. "Zea gimana? dia baik?" tanya Varez saat ia baru ingat pada Zea.

Gio menganggukan kepalanya. "baik, dia aman sama gua." ucapnya yang dibalas anggukan oleh Varez.

"bagus kalo gitu, cewe itu? gak ada balik kesini lagi kan?" tanya Varez kembali. Hening, beberapa menit suasana mereka jadi hening saat Varez bertanya seperti itu.

"kenapa pada diem?"

"dia udah meninggal Rez" ujar Raffa mewakilkan semuanya, mereka semua menunduk kecuali Kevin dan juga Gio.

Valyn life's {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang