Happy Reading 🤍
– goes to Bali.
Hari sudah berganti, kini Vellyn dan Varez berada di rumah kedua orang tuanya. Namun, hari ini ialah hari yang sangat mengejutkan bagi keduanya.
"HAH? KENAPA KITA?!" teriak Vellyn yang kini mendengar ucapan Mama nya. Saat ini mereka sedang berada di rumah orang tua Varez. Dimana dua keluarga berkumpul untuk merayakan ulang tahun anak Vano yang kedua.
Rafael–Anak pertama sekaligus cucu pertama dari keluarga Adhiwijaya kini sudah beranjak 6 tahun. Tahun ini ia sudah memasuki sekolah dasar.
Dan hari ini ialah hari perayaan ulang tahun Rania Veronika– Anak kedua dari putra sulung Adhiwijaya.
"Vellyn, jangan teriak gitu malu-maluin banget kamu ini" tegur Callyn dengan menyikut tangan putrinya.
Vellyn menggerutu di dalam hatinya, ia benar-benar takut akan tatapan Varez sekarang. Lelaki itu memang sering sekali meggodanya.
"gapapa kali itung-itung ngabisin waktu berdua, Vell." sahut Vano bermaksud menggoda adik iparnya.
Sama dengan Bintang, mereka semua menggoda 2V satu sama lain. "tapi bun, ak-"
"tiket kemana emang, Bun?" tanya Varez dengan cepat saat ia tahu Vellyn akan menolak. Masalahnya perempuan tersebut selalu saja menolak saat diberi tiket traveling oleh kedua orang tuanya.
Varez berpikir ini ialah kesempatan yang bagus untuk menghabiskan waktu selama libur semester dengan istrinya
Varez ini apaan sih anjir? udah tau gue males kesana kesini, mana tuh mata minta gue colok kali ya.
Rissa tersenyum mendengar pertanyaan Varez. Akhirnya anak itu tidak bersih keras seperti menantunya. "ke bali sayang, mau kan? sayang loh ini tiketnya udah bunda beliin, masa gak di pake?" ucapnya menatap Varez dan Vellyn secara bergantian.
"tapi kan bu-"
"oke, makasih bunda. Kapan penerbangannya?" potong Varez kembali, hal itu membuat Vellyn tambah kesal. Sementara yang lainnya yang menahan tawa saat melihat ekspresi wajah Vellyn.
"nanti sore," kata Rissa yang dibalas anggukan oleh Varez. Vania–selaku anak bungsu dari keluarga Adhiwijaya, yang tahun ini akan menginjak bangku SMA. Ikut menggoda kakak iparnya.
"kakk, kenapa diem aja? ayo kak, aku bantuin beres-beres barang kamu sama abang" ucapnya dengan maksud lain.
Vellyn tersenyum paksa. "gak usah ya Vania cantik, kakak bisa sendiri."
"IKUT GUE LO" ucapnya dengan pelan namun terdengar oleh semuanya. Ia menarik pergelangan tangan Varez agar ikut bersamanya.
"VELL SABAR KALI, KASIAN TUH ADEK IPAR GUA"
"BODOAMAT, LO DIEM CUMII!!" sahut Vellyn saat Bintang berteriak menggodanya kembali.
Vellyn membawa Varez ke kamar milik suaminya saat ia masih belum menikah dulu. "loh tuh ihhh, kesel gue sama lo!" ucapnya seraya melepaskan tangannya yang menggenggam pergelangan Varez.
"apa salahnya sih Vell? lagian kita juga lagi libur semester, gua gak akan ngapa-ngapain lo juga"
Vellyn menghentakan kakinya saat mendengar jawaban Varez. Ia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur milik Varez, sedangkan Varez duduk di sofa. "tapi gue lagi banyak tugas Rezzz, nanti makin numpuk gimanaa" ujar Vellyn dengan merengek.
KAMU SEDANG MEMBACA
Valyn life's {End}
Romanceperjodohan yang Vellyn duga itu kesengsaraan ini malah sebaliknya, yaitu munculnya KEBAHAGIAAN. ⚠️BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ Bijaklah dalam membaca. DILARANG KERAS MENJIPLAK CERITA SAYA. "Vell gua kira perjodohan yang berasal dari keluarga...
