Chapter 40

1.4K 26 1
                                        

Happy Reading 🤍


- Sahabat dari kecil

Satu bulan berlalu, tubuh Vellyn juga sudah terasa lebih segar dari sebelumnya. Ia sudah tidak merasakan mual dan muntah kembali, dan ia pikir mungkin asam lambungnya sudah baik-baik saja.

"gua mau ke luar dulu, lo diem di rumah gak usah kemana-mana" peringat Varez saat ia sudah bersiap untuk pergi keluar.

Bulan ini ialah bulan ke lima pernikahan mereka, selama lima bulan ke belakang, Varez semakin menunjukkan sikap lainnya, ia juga jarang bersikap cuek pada Vellyn.

"iya, jangan lama nanti bentar lagi kan yang lain mau kesini" jelas Vellyn pada Varez. Sedangkan Varez mengangguk lalu mengecup singkat kening istrinya.

"jangan kangen ya sayang, bilangin sama anak kita jangan kangen juga" ucap Varez dengan kembali becanda. Baginya, membuat Vellyn marah adalah satu hobi baru.

Sedangkan di dalam kamar, Vellyn tersenyum mendengar itu. "gue harap kita bakalan kaya gini terus sampe nanti ya Rez,"

flashback on

Varez dan Vellyn berada di ruang tersembunyi, tepatnya dilorong sekolah yang ia buatkan ruangan khusus dirinya dan teman-temannya.

"Vell? kalo gua bilang gua sayang sama lo, lo percaya gak?" tanya Varez pada Vellyn.

Mendengar itu, Vellyn mengubah posisinya menjadi tegap. "ngga mungkin?"

"kenapa ngga? alasannya?" tanyanya pada Vellyn kembali.

Vellyn mengedikkan bahunya. "gue gatau, gimana mau percaya kalo gak ada buktinya?"

"ada" kata Varez.

"ap-" Belum juga Vellyn melanjutkan ucapannya, Varez lebih dulu mengecup seluruh wajah Vellyn sekilas.

"VAREZZZ MUKA GUEEEE" kata Vellyn berteriak.

Varez terkekeh melihat Vellyn memasang wajah kesalnya. "bonusnya dibibir, gimana?"

"MESUM LO GILA!" sentak Vellyn memukul lengan Varez.

Lagi-lagi Varez tertawa. Berbeda dengan Vellyn yang kesal akan perlakuan Varez yang tadi mengecupi kedua pipinya, hidung dan juga kening.

Varez menatap Vellyn dengan lekat, sebelum ia akan berbicara, Varez menunjukkan senyum tipisnya.

"Vell, kalo sekarang gue ngajak lo buat memulai pernikahan dari awal gimana?"

"maksud lo? nikah lagi gitu?" jawab Vellyn dengan polos.

Varez menggeleng, "bukan, maksud gue kita coba buka hati kita dan jalanin pernikahan ini layaknya suami istri pada umumnya." jelas Varez.

Mendengar itu, Vellyn terdiam bungkam. "tapi Rez, kalo ten-"

"gua gak akan maksa lo, lagian kita juga masih sekolah," potong Varez berucap

Vellyn membulatkan matanya."APASIH? ngomong apa dijawab apa, gak nyambung!"

Varez mengerutkan dahinya. "gue tau lo mau bahas it-"

Valyn life's {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang