"BRAKKKK"
Diego mendobrak pintu kamar yang ditempati oleh Citra, Rachel dan Mita. Diego bergegas menghampiri Citra dan menyuruh Rachel dan Mita untuk keluar dari kamar.
"Kalian berdua keluar!" Bentak Diego.
"Lo mabuk?" Tanya Rachel.
"Keluar!" Teriak Diego membentak Rachel.
Rachel terdiam dan menunduk kemudian berjalan keluar kamar bersama Mita.
"Tutup pintunya!" Teriak Diego.
Rachel menutup rapat pintu kamar itu kemudian pergi dari sana. sementara itu Diego menatap tajam ke arah Citra yang membuatnya ketakutan.
"K-kenapa Go? Tanya Citra dengan raut wajah yang ketakutan.
Diego mencekik leher Citra sehingga dia tidak bisa bernafas.
"Gue udah bilang sama lo kalo lo gaboleh ganggu Amira lagi!" Teriak Diego.
"L-lepas leher gue!" Bentak Citra sembari berusaha melepas cekikan dari Diego.
"Gue udah siksa lo di toilet terus apalagi mau lo hah?!" Tanya Diego berteriak.
"G-gue mau dia pergi dari kampus dan ga ganggu hubungan kita itu aja" Ucap Citra.
Diego melepas cekikannya kemudian mendorong Citra dan dia terbaring di kasur.
"Keknya kemaren lo kurang puas ya?" Tanya Diego sembari membuka jas nya.
"Jangan Go, gue mohon" Jawab Citra sembari berusaha bangkit berdiri.
"Malam ini gue puasin lo!" Bentak Diego sembari memegang kedua lengan Citra.
"Jangan Go" Ucap Citra memohon pada Diego.
Diego yang berada di atas tubuh Citra meraih kedua lengan Citra untuk diikat di tiang kasur.
"Jangan please" Ucap Citra memohon kembali pada Diego.
Setelah kedua lengan Citra diikat, dia kemudian menciumi leher Citra sembari membuka dress milik Citra. Setelah Citra tidak menggunakan satu helai baju di tubuhnya. Malam itu Diego habiskan untuk menyetubuhi Citra dan menyiksanya.
"Shel" Ucap Amira sembari mendorong kecil tubuh Shelina.
Tidak ada jawaban dari Shelina dan dia hanya tidur sembari mengorok.
"Dih ngorok, jorok banget jadi cewe" Ucap Amira dengan raut wajah yang kesal.
Amira beranjak dari kasur dan berjalan menuju toilet untuk buang air kecil. Setelah selesai buang air kecil, dia merasa lapar dan memutuskan untuk pergi keluar kamar dan menuju dapur untuk mencari makanan. Saat Amira berada di dapur, samar-samar dari samping lemari dia melihat bayangan Jeffry berada disana.
"Jeffry?" Tanya Amira sembari menyipitkan matanya.
"Amira..." Jawab Jeffry.
"Jangan ganggu gue lagi, gue udah cape" Ucap Amira.
"Ra, tolong gue" Ucap Jeffry yang bergema di telinganya.
"Jangan ganggu gue!" Teriak Amira sembari menutup kedua telinganya.
"Ra, gue dibunuh orang" Ucap Jeffry.
"Lo udah mati bersama kenangan kita!" Teriak Amira.
"Gue dibunuh sama orang saat gue pergi menuju Bandung" Ucap Jeffry.
Amira membuka kedua telinga dan kedua matanya lalu menatap bayangan Jeffry.
"Please gue ga indigo kan?" Tanya Amira.

KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession
RomanceSetelah semua yang dilalui oleh Amira di Jakarta, Amira memutuskan pindah ke Bandung dan berkuliah disana sembari mencari pekerjaan. Namun untuk melupakan masa lalunya dan masalah keluarga yang menimpanya beserta hutang orang tua yang harus Amira lu...