Bonus part

4 1 0
                                    

Bandung, 30 Agustus 2023...

"Huhhh akhirnya gue sampai juga"

Aku berjalan masuk ke dalam rumah lalu mengetuk pintu.

"Tok tok tok"

"Hai Tante Sarah" Sapaku pada Tante Sarah.

"Hai Amira" Jawab Tante Sarah.

Tante Sarah lalu memelukku.

"Turut berduka cita ya, Ra" Ucap Tante Sarah sembari memelukku.

"Makasih ya Tan" Ucapku.

"Nanti Amira mau pergi ke suatu kota buat lanjutin kehidupan Amira" Ucapku dengan Tante Sarah.

Tampak wajah cemas dari Tante Sarah tentang keadaan ku nantinya.

"Iya Ra, hati-hati ya, jaga diri kamu" Ucap Tante Sarah.

Jakarta, 1 September 2023...

"Hahaha, iya gue juga gitu hahaha" Ucapku sembari tertawa setelah melepas rindu dengan Amel, temanku semasa SMA.

"Eh Ra, gimana kehidupan lo di Bandung?" Tanya Amel padaku.

"Ya gitulah Mel, berat haha" Jawabku.

"Eh Ra, lo tau kabar temen-temennya Rangga ga?" Tanya Amel.

"Gaada sih, tapi gue ketemu sama Rico di Bandung" Jawabku sembari mengerutkan kening.

"Dia kerja jadi apa?" Tanya Amel kembali.

"Jadi DJ sih" Jawabku.

"Wih! Keren!" Ucap Amel dengan wajah terkejut.

Seorang pria lalu masuk ke dalam cafe dan duduk di meja. Amel menepuk pundak ku lalu menunjuk ke arah pria yang sedang menulis.

"Eh Ra, liat siapa tuh" Ucap Amel.

Aku melihat ke arah pria itu dan aku seperti mengenali tubuh pria yang membelakangi kami.

"Terimakasih mbak" Ucap pria itu sembari meraih kopinya.

"Slurrpppp"

Pria itu meminum kopinya lalu melanjutkan kegiatannya yaitu menulis.

"Samperin Ra" Ucap Amel.

"Males ah" Ucapku sembari melipat kedua lenganku.

"Gue nebak itu pasti Rangga" Ucap Amel.

"Bisa jadi orang lain" Ucapku.

"Udah Ra, coba samperin" Ucap Amel sembari mendorong kecil tubuhku.

Dengan terpaksa, aku pun mengiyakan ajakan Amel dan mulai berjalan menghampiri pria itu.

"Permisi" Sapaku pada pria itu.

Pria itu lalu menoleh ke arahku.

"Iya, siapa ya?" Tanya pria itu.

"Lo ga kenal gue?" Aku bertanya balik pada pria itu.

"Siapa ya?" Tanya pria itu kembali ke arahku.

"Gue Amira" Jawabku.

"Ga kenal gue, maaf ya" Ucap pria itu.

Aku melihat sebuah nama yang terdapat di dadanya. Nama itu sangat ku kenali.

"Lo... Rangga kan?" Tanyaku dengan gugup.

"Iya, gue Rangga" Jawab pria itu.

"Arrangga Mahesa Brawijaya kan? Yang dulu sekolah di SMA Harum Bangsa?" Tanyaku meyakinkan.

"Iya, itu gue" Jawab Rangga.

"Gue Amira, Amira Resyalina Febriana" Ucapku.

"Lo temen gue?" Tanya Rangga.

Aku langsung terkejut dan menyadari jika Rangga benar-benar telah melupakanku.

"Iya, gue temen lo" Jawabku.

"Gue duluan ya" Ucapku lalu pergi meninggalkan Rangga yang aku yakin dirinya masih bertanya-tanya tentangku.

Aku dan Amel lalu pergi dari cafe dan aku lega, jika Rangga baik-baik saja dan cukup melihatnya dari kejauhan, rasa rinduku bisa terobati.

ObsessionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang