26 - Penyelidikan Thomas & Madam Anne

30 1 1
                                        

Thomas membentuk tim kecil bersama dua rekannya, Chris dan Bruno-dua lelaki yang kalau diperas pun tak akan keluar intuisi, hanya prosedur. Mereka bertiga kini menyelidiki kejadian di rumah Isabella, terutama tragedi aneh yang menimpa dirinya dan sang anak.

Sementara Isabella masih terbaring koma, Thomas mengurus pemakaman bocah itu. Hasil visum membingungkan: tak ada luka, tak ada racun, hanya organ dalam yang membusuk sebelum waktunya-seperti buah yang dimasukkan ke lemari es tapi tetap busuk dari dalam.

Dari penyelidikan lanjutan, Thomas baru tahu anak itu bernama Arthur, usia tiga tahun, dengan mata sebesar rasa ingin tahunya. Di sisi lain, gosip kampung menyebar cepat-tentang Isabella yang konon sering menerima tamu lelaki di malam hari. Gosip, seperti biasa, lebih efisien dari laporan polisi mana pun.

Namun penyelidikan itu membawa Thomas pada nama yang sudah tak asing: Madam Anne, ibu dari Lorenzo-pria yang mati di kamar hotel, dengan posisi tubuh yang tak akan lulus sensor moral gereja mana pun.

Thomas kembali mengunjungi Madam Anne. Tak seperti sebelumnya, kali ini ia disambut hangat, seperti kekasih lama yang tiba-tiba sukses.

"Detektif Thomas, ada yang bisa saya bantu?"

"Anda terlihat cantik sekali hari ini," jawab Thomas, terlalu cepat untuk ukuran profesional.


Madam Anne tersenyum. Wajahnya tenang, matanya bening seperti kolam yang menutupi bangkai. Thomas menceritakan kasus Isabella, lalu menanyakan keberadaan Madam Anne pada malam kejadian.

"Tentu saja saya di rumah, sedang tidur. Sendirian," katanya, dengan suara serak yang bisa mengubah moral detektif jadi debu.


Thomas menatapnya terlalu lama. Ia mengenali sorot itu-sorot yang dulu ia lihat pada Isabella. Sesuatu yang lembut, sekaligus menakutkan. Sebelum pikirannya berbelok terlalu jauh, Bruno memecah lamunan:

"Detektif Thomas."


Thomas tersadar, buru-buru berpamitan.

"Terima kasih atas waktunya, Madam. Tak apa kalau saya datang lagi nanti?"

"Kapan saja," jawabnya. "Pintu rumah ini selalu terbuka untuk Anda."


Dan Thomas tahu, itu kalimat yang seharusnya membuatnya berlari, tapi malah membuatnya ingin kembali besok pagi.

Atas perintah Thomas, Chris dan Bruno menelusuri latar belakang Madam Anne. Hasilnya nyaris seperti cerita rakyat:

Madam Anne berasal dari keluarga bangsawan Prancis. Nenek moyangnya, Charlotte, adalah selir Raja Charles abad kelima belas-wanita yang konon membuat separuh istana tak percaya lagi pada cinta sejati. Charlotte melahirkan dua anak kembar: Elisa dan Julia.

Julia lembut, disukai semua orang. Elisa cantik, tapi jahat seperti rumor yang benar. Dari dua jalur itulah sejarah terpecah:
Madam Anne berasal dari garis Elisa-yang diwariskan bukan hanya wajah rupawan, tapi juga kebiasaan memanipulasi semua orang dengan sopan.

Thomas menatap laporan itu lama sekali.

"Dan apa yang terjadi pada Julia?"


Chris dan Bruno saling berpandangan, lalu mengangkat bahu bersamaan-seolah sejarah memang lebih suka membiarkan yang baik mati tanpa keterangan resmi.

Thomas akhirnya menemukan bukti yang menegaskan: Isabella dan Lorenzo bukan sekadar pasangan rahasia, tapi juga orang tua dari bocah malang bernama Arthur. Anak yang menjadi kesaksian hidup-dan mati-dari hubungan dua dunia yang tak seharusnya bersinggungan.

IYEMRELACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang