-Part 10-

1.6K 183 31
                                        

Setelah hampir 2 jam menghabiskan waktu bersama anak dan cucu, Min-Ha akhirnya memutuskan untuk pulang karena sang suami terus saja menelfonnya dan memintanya untuk pulang.

Huh. Pria tua itu benar benar menyebalkan!

"Kapan kapan Eomma kemansion aku ya" ujar Lisa setelah memeluk sang Eomma.

"Iya. Eomma juga akan berusaha membujuk Appa kamu" ujar Min-Ha.

Dia beralih berjongkok didepan Chaeng yang berdiri disamping Lisa itu "Chaeng, Grandma pulang dulu ya. Chaeng jangan nakal nakal. Chaeng juga harus tahu kalau Grandma sayang sama Chaeng"

Bocah itu mengangguk polos "Chaeng uga cayang Glandma"

Min-Ha menangkup kedua pipi gembul Chaeng lantas dia mengecupnya secara bergantian "Anak yang pintar" pujinya.

Setelah selesai berpamitan, Min-Ha akhirnya berganjak pergi dari sana sementara Lisa sudah menatap kepergiannya dengan sendu.

"Mama" panggil Chaeng.

"Hurm?" Sahut Lisa.

"Chaeng lapel~" rengek si bocah.

Lisa melihat jam dipergelangan tangannya. Ah, sekarang sudah saatnya untuk makan siang makanya anaknya itu kelaparan.

"Ayo kita makan siang" ajak Lisa bergegas menyambar tasnya.

"Endong" pinta Chaeng menghulurkan kedua tangannya.

"Kenapa mau digendongan?" Tanya Lisa.

"Coalnya Chaeng lapal jadi Chaeng tidak boyeh jalan"

Lisa tersenyum tipis. Anaknya cukup pintar membuat alasan "Jangan beralasan. Bilang saja kalau Chaeng malas bukan?"

Chaeng terkekeh malu. Setelah Lisa menggendongnya, dia langsung saja menenggelamkan mukanya diceruk leher sang Mama.





Singkat ceritanya, Lisa bersama Chaeng sudah tiba di restaurant dan mereka langsung saja memesan makanan. Tidak lupa juga Lisa memesan ice cream sebagai dessert karena Chaeng terus saja merengek.

"Mama, kapan Nini tama Aunty Ji pulang?" Tanya Chaeng memainkan jari sang Mama.

"Mungkin beberapa hari lagi. Kenapa? Chaeng rindu?"

Chaeng mengangguk "Eung. Chaeng lindu tama Nini. Cudah lama Chaeng tidak belmain tama Nini"

"Bagaimana kalau kita menelfon Nini?" Usul Lisa.

"Mau mau!" Antuasis Chaeng.

Lisa mengambil ponsel dari tasnya lalu dia menghubungi sang Eonnie melalui panggilan video.

"Aunty Ji!" Pekik Chaeng ketika Jisoo menerima panggilan video itu.

"Eh halo Chaeng. Apa Chaeng rindu sama Aunty?"

"Tidak. Chaeng lindu tama Nini. Dimana Nini?"

Jisoo mendengus sementara Lisa sudah terkekeh "Nini, kemari Nak!"

"Waeyo Mommy?"

"Ini, Chaeng ingin ngomong sama kamu"

Tidak butuh waktu yang lama, wajah Nini akhirnya muncul dilayar "Chaeng!"

"Nini, Chaeng lindu" adu Chaeng sedih.

Nini terkekeh kecil "Besok Nini sudah pulang kok. Chaeng tunggu Nini ya. Nini sudah belikan banyak chocolate untuk Chaeng"

"Yeayyy! Nini memang kelen!" Puji Chaeng.

"Chaeng baik baik saja? Apa Chaeng makan dengan baik?" Tanya Jisoo.

Chaeng mengangguk "Chaeng makan dengan baik Aunty. Mama menyiapkan banyak makanan untuk Chaeng"

Dahi Jisoo mengernyit "Mama?"

Lisa menelan ludahnya dengan kasar ketika Jisoo sudah menatapnya dengan curiga "Sepertinya ada yang Eonnie lewatkan. Ada apa Lisa-ya?"

"E-Eoh, Chaeng sudah memanggil aku Mama kok" ujar Lisa menunduk malu.

"Woahhh akhirnya!" Antuasis Jisoo.

"Chaeng, siapa orang tua Chaeng?" Lanjut Jisoo bertanya kepada Chaeng.

"Mama Lica cama Papa Cean"

"Chaeng juga tahu soal Sean!?" Heboh Jisoo.

Lisa berdecak malas "Nanti saja deh aku ceritakan. Sekarang aku sama Chaeng mau makan siang duluan"

"Baiklah Mama. Silakan menikmati makan siangnya bersama anak yang tercinta ya" goda Jisoo.

Tanpa membalas, Lisa langsung mematikan panggilan video itu.

"Sudah puas?" Tanya Lisa merapikan rambut sang anak.

"Eung! Chaeng tidak cabal menunggu chocolate dali Nini" sahut Chaeng.

"Mama bahkan bisa membelikan pabrik chocolate nya untuk Chaeng" sambar Lisa.

"Pablik itu apa?" Polos Chaeng.

Lisa mengunyel pipi gembul Chaeng dengan gemes "Pabrik itu tempat chocolate dibikin. Disitu ada banyak chocolate" jelasnya.

"Chaeng mau pablik! Mama belikan pablik chocolate untuk Chaeng ya" pinta si bocah.

"Baiklah, nanti Mama uruskan" sahut Lisa seakan tidak ada beban.

Ah, untung sekali anaknya itu>_<

"Permisi" beberapa pelayan datang dengan membawa makanan mereka.

"Terima kasih" ujar Lisa setelah makanan dihidangkan.

"Telima kacih Aunty" Chaeng ikut berterima kasih sehingga pelayan itu tersenyum malu malu.

Setelah pelayan itu berlalu pergi, Lisa langsung saja menyuapkan makanannya kepada sang anak "Enak?"

"Enak! Tapi ini apa Mama?"

"Ini pasta"

"Pacta? Chaeng cuka pacta!"

"Ayo dihabiskan"

"Chaeng bica makan cendili Mama"

"Ya sudah"

Lisa tersenyum tipis ketika melihat Chaeng yang sudah fokus menikmati makanannya itu "Oppa, anak kita persis seperti kamu"

Ting!

Lamunan Lisa buyar ketika mendengar notifikasi diponselnya. Dahinya mengernyit ketika melihat nomer asing yang mengirim pesan kepadanya.

Unknown number

-Silakan menikmati makan siang yang indah bersama anak kamu-

-Kamu siapa?-

-Anggap saja saya sebagai orang yang akan membantu anak kamu bertemu suami kamu di Surga-

-Jangan pernah lo menyentuh anak gue!-

-Just wait and see-

-Gila!-

Lisa menghela nafasnya dengan kasar. Nomer yang mengirim pesan seakan ancaman itu sudah tidak aktif.

Tatapannya beralih menatap sekeliling restaurant namun tidak ada sosok yang dianggap mencurigakan.

Apa yang harus dia lakukan?

Ingin sekali dia membawa Chaeng pergi dari sana namun dia tidak ingin mengganggu anaknya yang masih menikmati makan siangnya itu.

Hah~

Sekarang Lisa hanya bisa berdoa semoga sesuatu yang buruk tidak terjadi kepada sang anak.







Tekan
   👇

Puzzle Pieces✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang