-Part 25-

1.3K 179 41
                                        

Waktu makan malam sudah hampir tiba membuat Min-Ha bersama kedua anaknya itu sibuk menyiapkan makan malam didapur sementara Chaeng dan Nini hanya menonton tv diruang tamu.

"Kamu belum bisa memasak Li?" Tanya Min-Ha.

Lisa cengesan "Belum Eomma"

"Aku saja bingung Eomma. Bagaimana Sean yang doyan makan itu malah naksir sama Lisa" sambar Jisoo.

Lisa mendengus "Itu karena Sean Oppa tulus mencintai aku makanya dia menerima semua kekurangan aku"

"Terus selama ini siapa yang masak diantara kalian?" Tanya Min-Ha bingung.

"Selama ini juga Sean Oppa yang masak si. Aku hanya membantu dia saja" jelas Lisa.

"Terus bagaimana sama Chaeng?"

"Sarapannya aku menyiapkan roti terus makan siang sama makan malam aku pesan saja deh"

Min-Ha menghela nafasnya dengan kasar "Kasian cucu Eomma itu eoh. Masa sampai dia besar dia harus memakan makanan yang dipesan mulu. Dia juga pasti butuh masakan Mama kandungnya"

"Dia sudah minum uyyu kok. Itu bahkan sudah lebih dari cukup. Lihat saja, makin gembul saja tuh bocah"

"Makin lama makin persis seperti Sean. Sean kemasan sachet si" timpal Jisoo.

"Tapi anaknya tidak bisa diam si. Aku saja bingung sama tingkah Chaeng. Sean dulu saja kalem tapi kenapa Chaeng tidak bisa diam ya?" Bingung Lisa.

Takkk

"Eonnie~" rengek Lisa kesal gara gara sang Kakak memukul jidatnya menggunakan sendok.

"Sean memang kalem tapi yang bar bar itu kamu. Makanya Chaeng bar bar" greget Jisoo.

"Eh, iyakah?" Tanya Lisa mengerjabkan matanya.

Min-Ha terkekeh "Eonnie kamu benar Li. Kamu dulu juga sama seperti Chaeng. Tidak bisa diam. Ada saja kelakuan kamu yang bikin Eomma sama Appa pusing"

"Tapi Chaeng cukup pintar walaupun masih kecil" puji Jisoo.

Lisa tersenyum bangga "Anak kebanggaan aku tuh"







"Nini, mau uyyu" pinta Chaeng.

"Aunty Lisa lagi masak loh. Uyyu nya nanti saja ya" ujar Nini berganjak mengambil pacifier lantas menyumpal mulut Chaeng.

Dengan mengemut pacifier, Chaeng membaringkan dirinya diatas sofa dan menjadikan paha Nini sebagai bantalan.

Tangan mungil Nini langsung saja mengelus kepala Chaeng dengan lembut membuat bocah itu semakin merasa nyaman.

Tanpa mereka sadar, ada sosok Sunwon yang memantau semuanya dari awal.

Pria tua ini kelihatan tersenyum haru ketika melihat Nini yang begitu memanjakan sosok Chaeng.

"Persis seperti Jisoo dan Lisa sewaktu mereka masih kecil" gumamnya dengan pelan.

Perlahan lahan Sunwon mendekati keduanya. Dia berdehem kecil sebelum berganjak duduk disofa diseberang cucu cucunya.

"Nini, Chaeng" panggilnya.

"I-Iya Grandpa?" Sahut Nini takut takut soalnya ini pertama kalinya sang Grandpa memanggilnya.

"Kesini" panggil Sunwon.

Chaeng bangkit dari rebahan lalu dia menggandeng Nini menghampiri Sunwon.

Secara tiba tiba, Sunwon memeluk kedua cucunya itu dengan erat "Nini, Chaeng, maafkan Grandpa. Maafkan Grandpa karena selama ini Grandpa sudah mengabaikan kalian. Maafkan Grandpa karena Grandpa tidak ada disaat kalian membutuhkan Grandpa" lirih pria tua itu.

"Grandpa" lirih Nini yang langsung membalas pelukan Sunwon dengan erat sementara Chaeng yang bingung hanya diam dengan mulutnya yang terus mengemut pacifier.

"Apa Nini sama Chaeng memaafkan Grandpa?" Tanya Sunwon setelah pelukan dilepaskan.

"Eung! Nini tidak pernah marah sama Grandpa" sahut Nini.

"Chaeng uga!" Ikut ikutan juga nih bocah>_<

"Jangan takut sama Grandpa lagi ya" ujar Sunwon.

"Nde" sahut Nini dengan antuasis.

Dilantai atas, terlihatlah Vion yang melihat semuanya. Bocah ini kelihatan tidak suka ketika melihat Grandpa yang sering memanjakannya itu malah memanjakan orang lain.

"Lihat saja kalian!" Gumamnya kesal.

Hurm, sepertinya dia sudah melupakan ancaman yang pernah diberikan oleh Sean dan Lisa.

"Eh ada apa nih?" Jisoo menghampiri Sunwon.

Pria itu berdehem "Tidak ada apa apa"

Jisoo menahan tawanya ketika melihat sang Appa yang masih berusaha mempertahankan gengsinya.

"Eomma sudah selesai masak. Ayo kita makan malam" ajak Jisoo.

Tanpa menjawab, Sunwon langsung menggendong kedua cucunya lantas dia berjalan kemeja makan meninggal Jisoo yang mengerjab bingung.

"Fix Appa gue kesambet" gumamnya sebelum menyusul sang Appa.

Namun sebelum itu, dia memanggil Vion untuk ikut makan malam bersama. Walaupun bocah itu menyebalkan, Jisoo tetap tidak tega membiarkan ponakannya itu kelaparan.

"Grandma sudah menyiapkan mandu untuk Nini" ujar Min-Ha meletakkan mandu kedalam piring Nini.

"Terima kasih Grandma" ujar Nini senang.

"Chaeng juga harus makan" ujar Min-Ha beralih meletakkan mandu kedalam piring Chaeng.

"Ini apa?" Polos Chaeng.

"Ini mandu. Rasanya enak loh. Nini suka sama mandu" jelas Nini.

"Memangnya Chaeng belum pernah mencobanya?" Tanya Jisoo.

Chaeng menggeleng "Belum Aunty"

"Tidak apa apa. Nanti Grandma akan memberikan resepnya kepada Mama Chaeng agar Mama Chaeng bisa membuatnya untuk Chaeng" ujar Min-Ha.

"Mendingan beli saja" timpal Lisa.

"Nih anak benar benar ya" omel Min-Ha.

"Asal Eomma tahu, aku bahkan sudah membelikan pabrik chocolate untuk Chaeng gara gara dia yang mau" ujar Lisa.

"Ini nih ciri ciri manusia yang punya uang yang berlebihan" komentar Jisoo.

Lisa terkekeh kecil "Akan aku lakukan apa saja untuk kebahagiaan anak aku"

"Ngomong ngomong, aku sudah menghubungi Hantae Oppa agar dia segera pulang. Pokoknya dia harus mengetahui apa yang sudah V lakukan. Aku harap Appa tidak akan ikut campur dan jangan membela cucu kesayangan Appa itu!" Lanjut Lisa dengan tegas.

Namun Sunwon kelihatan tidak peduli. Pria tua itu hanya fokus memakan makan malamnya sambil sesekali memperhatikan cucu cucunya.













🐥🌹

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🐥🌹




Tekan
   👇

Puzzle Pieces✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang