-Part 17-

1.1K 171 26
                                        

Pagi harinya, Lisa dikagetkan dengan sosok Vion yang tiba tiba saja melompat diatas kasurnya dengan rusuh.

Astaga, sepertinya dia lupa untuk mengunci pintu kamarnya tadi malam.

"Bangun Aunty bangun! V lapar!" Teriak Vion yang masih saja melompat itu.

"Vion, duduk!" Arah Lisa.

Bocah itu akhirnya berganjak duduk diatas kasur.

"Siapa yang memberi kamu izin untuk memasuki kamar Aunty?" Tanya Lisa sedikit kesal.

"V kesini gara gara lapar" balas Vion.

"Tetap saja kamu tidak bisa sembarangan memasuki kamar ini. Ini kamar privasi Aunty" tegur Lisa.

"Terus kenapa Chaeng boleh?" Tanya Vion menatap Chaeng yang masih tidur tanpa rasa terganggu.

"Chaeng sudah mendapat izin dari Aunty karena dia anak Aunty" balas Lisa.

"Terserah deh. V tidak peduli. Sekarang V mau makan. Mendingan Aunty siapkan sarapan untuk V sekarang!"

Lisa melotot. Apa dia baru saja diperintah oleh ponakannya sendiri? Ck, kurang ajar sekali tuh bocah!

"Sebentar" Lisa mengambil ponselnya lalu dia memesan berbagai jenis makanan.

"Tunggu Aunty sikat gigi duluan!" Ketus Lisa berganjak kekamar mandi untuk mencuci mukanya serta menyikat giginya.

Sementara Vion, dia menatap kearah Chaeng dengan jahil.

Brukkk

Tanpa diduga, Vion mendorong Chaeng sehingga bocah kecil itu terjatuh dari kasur.

"Hiks huaaaa Mama!"

Buru buru Lisa berlari keluar dari kamar mandi "Chaeng!?" Paniknya bergegas menggendong sang anak.

"Hiks sakit Mama" isak Chaeng.

Lisa menatap jidat Chaeng yang sudah terdapat benjolan kecil itu lantas dia meniup benjolan itu dengan lembut.

"V, bagaimana Chaeng bisa jatuh?" Tanya Lisa.

Vion memasang wajah polosnya "Tidak tahu. Dia saja yang tidak bisa tidur diam diam"

Lisa menghela nafasnya dengan kasar "Jangan berfikir kalau Aunty tidak tahu kamu yang mendorong Chaeng. Ingat ya, ini peringatan terakhir dari Aunty. Kalau kamu menyakiti Chaeng lagi, kamu jangan pernah memanggil saya Aunty lagi karena saya tidak sudi punya ponakan nakal seperti kamu! Mengerti!?" Tegasnya.

"Ck, Aunty menyebalkan!" Gerutu Vion berganjak keluar dari kamar itu dengan kaki yang dihentakkan.

"Nanti Mama obatin ya" bujuk Lisa menghapus air mata Chaeng.

"Sekarang ayo mandi" ajak Lisa.

Namun Chaeng menggeleng "Tidak mau" tolaknya menenggelamkan mukanya diceruk leher sang Mama.

"Mau uyyu?" Bujuk Lisa.

"Mau" sahut Chaeng yang pastinya tidak akan menolaknya.

Lisa berganjak duduk diatas kasur dan dengan segera dia menyibak bajunya untuk memberikan uyyu kepada sang anak.

Dengan entengnya Chaeng menikmati uyyu miliknya itu namun beberapa menit kemudian, dia malah memuntahkannya.

"Uhukkk huekk"

"Chaeng!?" Panik Lisa buru buru membantu Chaeng bangkit.

"Hiks Mama uhukkk huek" Chaeng sudah terisak namun dia tidak hentinya terbatuk mengeluarkan uyyu yang diminumnya tadi.

Akhirnya Lisa membawa Chaeng kekamar mandi untuk mencuci sisa muntahan sang anak.




*
*

Tanpa rasa bersalah, Vion terus menikmati sarapannya sementara Lisa hanya menatapnya dengan datar.

Dipangkuan Lisa itu pula terlihatlah sosok Chaeng yang hanya bersandar dengan lemes dibadannya.

"Habisin sarapan kamu dengan segera. Kita harus kerumah sakit" ujar Lisa memecahkan keheningan.

"Untuk apa kerumah sakit?" Tanya Vion bingung.

"Chaeng sakit gara gara kamu" balas Lisa.

"Manja banget" komentar Vion sontak membuat Lisa kaget.

Sekarang Lisa tahu alasan Jisoo tidak ingin menjaga bocah benama Vion itu. Ternyata bocah itu memang tidak diajarkan sopan santun oleh orang tuanya sehingga tingkahnya benar benar keterlaluan.

"Chaeng tidak mau makan?" Tanya Lisa mengelus kepala Chaeng.

Namun Chaeng yang berada di gendongan Lisa hanya bisa menggeleng. Dia tidak ada selera untuk menikmati berbagai jenis makanan yang terhidang diatas meja makan itu.








Singkat ceritanya, Lisa bersama para bocah sudah berada dirumah sakit bahkan Chaeng sudah selesai diperiksa oleh Dokter Mashi.

"Ibu hanya perlu rutin memakaikan salep di luka Chaeyoung. Setelah saya melakukan pemeriksaan secara keseluruhan, tidak ada yang serius sama kondisi Chaeyoung. Dia baik baik saja" jelas Dokter Mashi.

"Terus kenapa dia muntah? Bahkan dia tidak ingin makan" bingung Lisa.

"Mungkin itu efek kaget yang dialami oleh Chaeyoung. Dia kaget atas apa yang terjadi membuat dia merasa sedikit takut. Jika nanti dia tidak ingin makan, Ibu bisa membawa dia kembali kesini untuk dipasangkan infus"

Lisa menghela nafasnya dengan kasar "Dokter yakin tidak ada luka yang serius?"

"Tidak ada Bu"

"Syukurlah" Lisa akhirnya bisa bernafas lega walaupun nyatanya dia tetap merasa bersalah atas apa yang terjadi kepada sang adik.

"Baiklah Dok, terima kasih. Kalau tidak ada apa apa lagi, kami permisi" pamit Lisa membawa Chaeng dan Vion keluar dari ruangan itu.

"Sekarang kita mau kemana?" Tanya Vion mengikuti langkah Lisa.

"Cafe" sahut Lisa singkat. Dia memutuskan untuk membawa Chaeng ke cafe agar selera makan Chaeng kembali.

"V mau main di taman!" Ujar Vion.

"Ya sudah, pergi sendiri saja. Aunty bisa meninggalkan kamu disini" balas Lisa.

Vion cengesan "Ya sudah deh. Aku ikut sama Aunty"

Lisa memutar bola matanya dengan malas sebelum membawa kedua bocah itu memasuki mobil.









Tekan
    👇

Puzzle Pieces✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang