Sudah hampir 1 jam Chaeng berada digendongan Sunwon bahkan sekarang bocah itu juga sudah tertidur dengan damai didalam dakapan sang Grandpa.
"Biar aku baringkan dia dikasur" ujar Lisa ingin mengambil Chaeng dari gendongan Sunwon namun pria itu sontak mundur.
"Dia baru saja tidur. Biarkan saja" ujar Sunwon datar.
Lisa menahan senyumannya. Dia yakin Sunwon sudah mula menerima sosok Chaeng namun Appa nya itu terlalu gengsi untuk menunjukkannya.
"Ayo ngobrol sama Eomma saja. Biarkan Chaeng bersama Appa" ujar Min-Ha membawa Lisa duduk disofa.
Keduanya mula mengobrol santai sambil sesekali melirik Sunwon yang kelihatan mengelus punggung Chaeng dengan lembut.
*
*
Sementara itu disebuah taman yang berada tidak jauh dari area perumahan, terlihatlah sosok Vion yang kelihatan bermain disana ditemani oleh Bibi Jung.
"V mau ice cream" ujar Vion.
"Baiklah Tuan Muda. Ayo kita beli sekarang" ujar Bibi Jung.
"Tidak. V ingin disini. Bibi pergi belikan ice cream sekarang!"
"T-Tapi Bibi tidak boleh membiarkan Tuan Muda sendirian disini"
"V sudah gede! Biarkan saja V disini. Pokoknya Bibi harus belikan ice cream untuk V sekarang! Kalau tidak, V akan ngomong sama Grandpa untuk memecat Bibi!"
Ancaman dari bocah kecil itu membuat Bibi Jung begitu kesal. Jika tidak memikirkan tentang dirinya yang memang membutuhkan pekerjaan itu, sudah pasti dia akan langsung mengundur diri daripada menguruskan bocah kurang ajar itu.
"Baiklah Tuan Muda. Bibi akan membelikan ice cream sekarang" Dengan menahan kesalnya, Bibi Jung berganjak menghampiri toko ice cream yang berada diseberang taman.
Bersamaan dengan itu juga, seorang pria yang memakai pakaian hitam langsung menghampiri Vion.
"Heh bocah!" Pria itu berjongkok dengan memegang kedua pundak Vion dengan erat.
"Uncle siapa?! Lepasin V!" Teriak Vion kesal.
Pria itu menatap Vion dengan marah "Jangan menyakiti Chaeng lagi!"
"Kenapa memangnya? Chaeng memang anak yang aneh!" Balas Vion.
Pria itu menggeram kesal "Kalau kamu menyakiti Chaeng lagi, saya akan membuang kamu kedalam kandang buaya! Kamu mau hah!?"
Mata Vion langsung berkaca kaca dan tidak lama kemudian tangisannya mula kedengaran "Huaaaaaa!"
"Awas saja kalau kamu menyakiti Chaeng lagi! Saya buang kamu kedalam kandang buaya agar kamu dimakan sama buaya itu!"
Pria itu bangkit lantas berganjak pergi dari sana dengan senyuman puasnya.
"Enak saja dia menyakiti anak gue. Tidak akan gue biarkan hal itu terjadi lagi" gumamnya.
Sepertinya kalian semua sudah bisa menebak siapa orangnya bukan?
Nah, kalian benar! Itu adalah Sean.
Sebagai seorang Papa, dia benar benar emosi ketika mengetahui apa yang sudah terjadi kepada anaknya itu.
Seperti yang kita tahu, Sean terus saja memantau istri dan anaknya itu dari jauh agar sosok yang mengincar keluarganya itu tidak mengetahui keberadaannya.
Dan ketika Chaeng diceburkan kedalam air, Sean melihat semuanya. Dia bahkan sudah berlari untuk menyelamatkan Chaeng namun dia terlambat karena Lisa sudah menceburkan dirinya duluan untuk menyelamatkan Chaeng.
Akhirnya Sean terpaksa membatalkan hasratnya untuk menghampiri anaknya itu. Dia hanya bisa memantau semuanya sehingga dirinya mengetahui tentang kondisi sang anak.
*
*
Jam sudah menunjukkan pukul 11 pagi dan Sunwon bersama Min-Ha juga sudah berpamitan untuk pulang meninggalkan Lisa yang menemani Chaeng.
Bocah itu masih melanjutkan tidurnya ketika Sunwon membaringkannya diatas kasur rumah sakit.
Ceklekk
"Permisi" Dokter Joy memasuki ruang inap itu "Dokter Shawn ngomong sama saya kalau tadi malam Chaeng demam panas" ujarnya.
"Benar Dok" sahut Lisa.
"Baiklah, saya akan memeriksanya"
Dokter Joy langsung saja memeriksa kondisi Chaeng sementara Lisa setia berada disamping anaknya itu.
"Apa Chaeng sudah makan?" Tanya Dokter Joy.
"Belum Dok. Tadi malam juga dia hanya minum uyyu"
"Nanti setelah Chaeng bangun, pastikan dia makan dan minum obatnya. Suhu badannya juga sudah tidak terlalu tinggi dan kondisinya juga sudah stabil"
Lisa akhirnya bisa bernafas lega setelah mendengar penjelasan dari sang Dokter.
"Erm maaf Dok. Tapi saya pernah membaca artikel kalau saya bisa melakukan skin to skin sama anak saya ketika dia demam. Apa itu benar?" Tanya Lisa sedikit ragu.
Dokter Joy tersenyum "Ikatan batin Ibu sama anak itu kuat. Kamu bisa mencobanya"
"Baiklah Dok"
Setelah berpamitan, Dokter Joy akhirnya berlalu keluar dari ruangan itu.
Lisa bergegas mengunci pintu ruang inap lalu dia membuka bajunya sehingga meninggalkan dalamannya saja.
Tidak lupa juga dia melepaskan baju yang dipakai oleh Chaeng sebelum dia ikut berbaring disamping anaknya itu.
Badan polosnya yang menempel dengan badan polos Chaeng itu membuat dirinya mampu merasakan betapa panasnya badan sang anak.
"Biar Mama saja yang sakit. Kamu jangan sakit ya Nak" bisik Lisa mengelus kepala Chaeng dengan lembut.
"Eungh hiks Mama~" rengek Chaeng terbangun dari tidurnya.
"Anak Mama sudah bangun hurm? Ayo makan"
Chaeng menggeleng "Chaeng mau uyyu Ma"
"Sedikit saja ya. Nanti Chaeng harus makan terus minum obat"
"Allacco" sahut Chaeng dengan lemes.
Lisa langsung menyibak dalamannya sehingga sang anak langsung saja mengemut sumber uyyu miliknya itu.
Baru saja beberapa menit, Chaeng melepaskan sumber uyyu nya lantas dia menatap Lisa dengan sendu.
"Dimana Glandpa?"
"Grandpa sudah pulang. Kenapa hurm?"
Chaeng menggeleng "Glandpa bikin Chaeng ingat tama Papa. Chaeng lindu Papa"
Lisa menelan ludahnya dengan kasar "E-Eoh. Nanti Mama bawa Chaeng ke makam Papa ya. Sekarang Chaeng harus makan sebelum Chaeng minum obat"
Lisa bergegas turun dari kasur lantas dia kembali memakai bajunya.
"Chaeng tidak mau" tolak Chaeng ketika Lisa ingin menyuapinya.
"Chaeng harus makan. Nanti Nini akan kesini dengan membawa ice cream. Tapi Chaeng tidak boleh makan ice cream kalau Chaeng tidak makan bubur ini"
Chaeng mempoutkan bibirnya "Mama nyebelin. Chaeng tidak chuka deh"
Lisa terkekeh kecil sebelum dia mengecup pipi gembul sang anak.
Cup
"Mama nyebelin juga untuk kesembuhan Chaeng. Kalau Chaeng sakit, Mama sedih loh. Memangnya Chaeng mau Mama sedih?"
Chaeng menggeleng "Mama angan cedih. Chaeng akan makan kok"
Lisa tersenyum "Ini baru anak Mama"
Akhirnya bocah itu mula memakan bubur dengan sang Mama yang menyuapinya.
Tekan
👇
KAMU SEDANG MEMBACA
Puzzle Pieces✅
FanfictionKepingan dihati yang dulunya kosong akhirnya kembali penuh dengan kehadiran sosok sang anak yang dulunya tidak diinginkan. Ini kisah Lalisa, seorang CEO muda yang menjadi Mama kepada Chaeyoung, bocah yang menggemaskan. "Aunty kenapa malah malah mul...
