Makan malam sudah selesai namun Chaeng dan Nini merengek meminta ice cream membuat Lisa dan Jisoo langsung saja memesan ice cream untuk keduanya.
"Enak?" Tanya Lisa mengusap sudut bibir Chaeng.
"Eung! Chaeng cuka! Apa Mama mau?"
Lisa menggeleng "Chaeng habiskan saja"
"Allacco Mama"
"Chaeng, punya Nini juga enak loh" ujar Nini.
"Mauuu!" Pinta Chaeng.
Dengan senang hati Nini menyuapi ice cream miliknya kepada Chaeng tanpa mempedulikan Vion yang menatap mereka dengan iri.
Sementara para orang tua sudah kembali sibuk membahas sesuatu.
"Oppa sama Sharon akan ke Hawaii" ujar Hantae.
"Terus?" Tanya Jisoo.
"Dan Oppa akan menitipkan Vion kepada salah satu dari kalian"
"Tidak tidak! Aku tidak ingin menjaga bocah nakal itu!" Tolak Jisoo dengan cepat.
Hantae menghela nafasnya dengan kasar lantas dia menatap adik bungsunya "Li?"
"Aku tidak bisa" tolak Lisa juga.
"V ini ponakan kalian! Kenapa kalian kejam banget si!" Kesal Hantae.
"Apa Oppa lupa kalau dulu V sudah pernah menginap dimansion aku? Dan dia bikin Nini menangis gara gara ulah jahil dia yang menakuti Nini waktu malam!" Marah Jisoo.
"Ayolah Jisoo-ya. V hanya anak kecil. Dia hanya bercanda" balas Hantae tanpa rasa bersalah.
"Candaan itu tidak lucu ya! Nini demam hampir seminggu!" Marah Jisoo.
Hantae mengusap wajahnya dengan kasar "Li, Oppa mohon sama kamu. Lagian selama ini V sama Chaeng belum pernah dekat bukan? Mungkin ini caranya agar mereka bisa dekat. Mereka itu sepupu loh. Tidak boleh musuhan" bujuknya.
"Kenapa tidak menitipkan V kepada Eomma Appa saja?" Tanya Lisa.
"V tidak ingin kesana! Grandma galak!" Sambar Vion.
"Itu juga gara gara kamu yang nakal" sambar Jisoo.
"V tidak nakal ya" timpal Hantae.
Jisoo mendengus. Dia benar benar kesal dengan tingkah sang Oppa yang terus membela bocah nakal itu.
"Jadi bagaimana Lisa-ya?" Tanya Hantae.
Lisa menghela nafasnya dengan kasar. Dia beralih menatap sang anak "Chaeng" panggilnya.
"Eung?" Sahut Chaeng.
"V Oppa akan tinggal bersama kita selama beberapa hari. Apa boleh?" Tanya Lisa.
"Boleh Ma tapi uyyu Mama hanya punya Chaeng" ujar Chaeng polos.
Lisa terkekeh kecil "Iya. Hanya punya Chaeng"
"Jadi V bisa tinggal bersama kalian?" Tanya Hantae.
Lisa mengangguk singkat "Hurm"
"Syukurlah!" Hantae bernafas lega "Tas kelengkapan V sudah ada dimobil Oppa. Nanti Oppa akan memindahkannya kemobil kamu"
"Langsung menginap malam ini?" Tanya Jisoo.
"Iya soalnya Oppa sama Sharon harus segera ke Hawaii" sahut Hantae.
Singkat ceritanya, Lisa bersama Chaeng dan Vion sudah berada didalam mobil untuk pulang kemansion.
Kedua bocah itu hanya duduk di jok belakang dengan suasana hening sementara Lisa yang berada didepan hanya fokus mengemudi.
"Ini rambut benaran?" Tanya Vion memecahkan keheningan.
"Ini lambut Chaeng" sahut Chaeng.
Vion menatap Chaeng dengan aneh "Kamu pasti alien"
Dahi Chaeng mengernyit. Alien itu apa?
Secara tiba tiba, Vion menarik rambut Chaeng dengan keras.
"Huaaaa Mama!" Teriakan Chaeng sontak membuat Lisa kaget.
Wanita itu langsung saja memakirkan mobilnya dipinggir jalan dan bergegas menatap kebelakang.
"V, apa yang kamu lakukan hah!?" Marah Lisa.
"V hanya ingin memastikan kalau ini rambut aslinya" balas V santai.
"Lepaskan rambut Chaeng!" Arah Lisa.
"Tidak!" Balas Vion.
Lisa menggeram. Ponakannya itu benar benar menguji kesabarannya "Kamu mau Aunty tinggalin kamu dijalanan ini hah!?" Ancamnya.
Vion akhirnya melepaskan rambut Chaeng namun Chaeng masih saja sesenggukan.
Lisa melepaskan sabuk pengamannya dan bergegas keluar dari mobil.
Dibukanya pintu mobil bahagian belakang untuk mendekati anaknya itu "Chaeng" panggilnya merapikan rambut anaknya itu.
"Hiks sakit Mama" isak Chaeng.
Lisa melepaskan sabuk pengaman Chaeng lalu dia menggendong Chaeng membuat bocah itu langsung saja meletakkan kepalanya dipundak sang Mama.
Vion pula kelihatan tidak peduli. Dia dengan santainya memainkan ipad miliknya tanpa rasa bersalah.
Beberapa menit kemudian, isakan Chaeng tidak kedengaran. Baru saja Lisa ingin kembali mendudukkan Chaeng, bocah itu malah mencengkram bajunya dengan erat.
"Chaeng mau tama Mama" lirih Chaeng.
Tidak punya pilihan, Lisa akhirnya kembali duduk dibangku kemudi bersama Chaeng yang duduk dipangkuannya.
"Chaeng jangan bergerak ya" ujar Lisa.
"Otey" sahut Chaeng patuh.
Akhirnya Lisa kembali menjalankan mobilnya bersama sosok Chaeng yang berdiam diri dipangkuannya. Untung sekali mereka sudah hampir tiba dimansion.
*
*
"Kamu bisa tidur dikamar ini. Kalau butuh apa apa, ngomong saja sama Aunty. Jangan bikin ulah!" Tegas Lisa.
"Aunty bisa keluar" usir Vion yang sudah membaringkan dirinya diatas kasur.
Lisa mendengus. Kurang ajar sekali bocah itu huh.
Setelah menutup pintu kamar Vion, dia akhirnya kembali kekamarnya.
"Mama" panggil Chaeng yang sudah rebahan diatas kasur.
"Iya Sayang?" Sahut Lisa.
"Mau uyyu" pinta Chaeng.
"Memangnya belum kenyang?" Tanya Lisa ikut berbaring disamping sang anak.
"Cudah kenyang tapi pelut Chaeng macih ada luang untuk uyyu"
Lisa mencubit hidung sang anak dengan gemes "Ada saja jawabannya hurm. Kesini"
Tanpa aba aba, Chaeng langsung menikmati uyyu yang sudah terpampang dengan jelas didepan matanya itu.
"Selamat malam Chaeng" bisik Lisa menepuk pantat Chaeng dengan pelan agar sang anak segera dijemput mimpi.
Tekan
👇
KAMU SEDANG MEMBACA
Puzzle Pieces✅
FanfictionKepingan dihati yang dulunya kosong akhirnya kembali penuh dengan kehadiran sosok sang anak yang dulunya tidak diinginkan. Ini kisah Lalisa, seorang CEO muda yang menjadi Mama kepada Chaeyoung, bocah yang menggemaskan. "Aunty kenapa malah malah mul...
