(WAJIB VOTE SEBELUM MEMBACA!!)
Della, gadis cantik, polos nan lugu yang menyukai seorang cowok nakal yang populer di sekolahnya. Ketua geng DARK SKY, Darren Azriel Wijaya.
Di sisi lain, Dirga Argatsha Wijaya, seorang ketua OSIS dan kakak kandung Da...
5 hari sejak peryataan cinta Darren kepadanya. Kini, Della duduk termenung di ruang tamu, memikirkan perjodohan yang katanya sedang kedua orang tua kandungnya siapkan untuknya. Terlebih lagi ia dijodohkan dengan Zergan, seseorang yang sempat singgah di hatinya beberapa tahun lalu. Tiba-tiba, ponselnya bergetar memberi tanda bahwa seseorang mengiriminya sebuah pesan.
"hm? Darren?" gumamnya
-In The Chatting-
Darren: lo dimana?
Della: rumah
Darren: gua ke rumah lo
Della: kenapa tiba-tiba?
Darren:kangen
-End The Chatting-
Della masih mencerna pesan dari Darren barusan.
"wait? kangen?" gadis itu tersenyum sendiri membaca pesan tersebut.
Akhirnya Della memutuskan untuk menunggu Darren di luar rumah, menunggunya sembari duduk di kursi, masih dengan senyuman manis yang mengembang akibat terlalu senang membaca pesan yang Darren kirimkan. Tak lama, sebuah motor ninja berwarna hitam memasuki halaman rumah Della, dan berhenti tepat.
Orang yang mengendarai motor tersebut lalu melepaskan helm yang ia kenakan. Wajah cantik Della menjadi obyek pertama yang Darren tatap, seulas senyuman paling manis tergurat jelas di wajahnya.
"kok lo di luar sih? emang gak dingin?" tanya Darren
Della menggeleng, perlahan bangkit dari duduknya lalu tersenyum mendekati sang kekasih. Darren memeluk erat Della, mengecup kening dan pipinya dengan lembut lalu mengajak Della masuk ke dalam rumah.
Di ruang tamu keduanya duduk berdampingan. Della menyenderkan kepalanya ke bahu Darren, lalu Darren meletakkan kepalanya di atas kepala Della.
"gak enak kalo di rumah" gumam Della
"lo mau kemana, hm?"
"taman? sekalian beli es krim?"
"lo mau es krim? okey, kita jalan sekarang" ajak Darren sambil mulai bangkit dari duduknya.
"aku siap-siap bentar, ya" ucap Della yang dibalas anggukan dari Darren.
Beberapa menit kemudian, Della telah siap. Mereka berdua pun menaiki motor milik Darren, mengendarai motor di atas jalanan yang terlihat ramai pada malam hari. Kelap-kelip lampu jalanan dan bangunan-bangunan pencakar langit menemani perjalanan mereka. Della menyenandungkan sebuah lagu yang akhir-akhir ini menjadi lagu kesukaannya, love story milik Taylor Swift.
Romeo, take me somewhere we can be alone
I'll be waiting, all there's left to do is run
You'll be the prince and I'll be the princess
It's a love story, baby, just say, "Yes"
Darren diam-diam tersenyum manis, cowok itu menggenggam erat tangan putih Della yang memeluk pinggangnya. Keduanya terus larut pada lautan kebahagiaan.
*Wijaya's house
"gua emang harus ikhlasin Della buat Darren"
Dirga menatap lekat langit malam ini. Indah, sebuah bintang kejora nampak sendirian di sudut cakrawala, bintang kejora itu bagaikan Dirga yang saat ini tengah berusaha baik-baik saja tanpa orang yang dicintainya.
Setetes air mata turun tanpa seizin sang pemilik, disusul air mata lainnya. Dirga mengusap wajahnya dengan kasar, mengumpat diri sendiri yang selalu gagal dalam hal percintaan. Matanya menyimpan banyak masalah pelik yang terkadang tak dapat orang lain lihat.
"Tuhan, maafin gua.."
Ini semua demi Darren dan kebahagiaannya, ah ralat! Kebahagiaan Della juga. Karena kenyataannya, mereka saling mencintai, Della memang begitu tulus mencintai Darren yang sedari kecil belum mendapatkan cinta dan kasih sayang yang cukup dari keluarganya sendiri.
Mulai hari ini, Dirga telah berjanji kepada dirinya sendiri untuk belajar mulai melupakan sosok Della dan mencari pengganti yang mungkin tak akan ada yang se-sempurna gadis bermata bening itu. Memang terkadang, cinta tak harus memiliki bukan?
Masih dengan pikirannya yang kacau, ponsel yang ia letakkan di atas nakas tiba-tiba berbunyi. Dirga menyambar ponsel itu lalu menerima panggilan tersebut.
"dokter Riana? ada apa dok?"
Dirga membulatkan matanya. Ucapan dokter cantik itu membuatnya sedikit tak percaya, hasil pemeriksaan Darren mengatakan bahwa ia mengidap kanker darah stadium akhir. Kata terima kasih terlontar selanjutnya setelah Dirga menerima telepon itu.
Tubuhnya melemas, bersandar pada sandaran kasur king size miliknya. Dirga tak habis pikir, mengapa satu-persatu orang yang ia sayang harus mengalami keadaan seperti ini?
"leukimia" ejanya.
Dirga tak dapat membayangkan betapa menderitanya orang-orang yang mengidap penyakit ganas tersebut. Seperti yang ia lihat di film-film, rata-rata mereka yang mengidap leukimia akan kekurangan gizi, semakin kurus, hingga harus menjalani kemoterapi yang mengakibatkan rontoknya seluruh rambut mereka. Ada yang berhasil, dan tak sedikit pula yang gagal.
Helaan napas panjang terdengar. Dirga memendam seluruh perasaan khawatir, sedih dan semuanya rapat-rapat, sendirian.
_____________________________
pap sebelum jalan ama ayang?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
rada pangling sama Della yang biasa cupu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.