collapsed

59 2 0
                                        

"sorry for being so fucked of,
sorry for being such a failure,
sorry for being a disgrace,sorry for being me."

——————

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Mading kala itu benar-benar ramai, orang-orang berdesakan ingin melihat pengumuman festival penutupan akhir tahun sekolah. Festival ini sudah menjadi rutinitas sekolah Haura untuk merayakan akhir tahun sekaligus penyambutan semester baru. Bisa dibilang festival ini lebih mirip seperti lomba dengan banyak cabang yang bisa diikuti. Umumnya anggota dari ekstrakulikuler yang dilombakan akan berpartisipasi sebagai peserta, namun tidak memungkiri siapapun yang mendaftar juga bisa menjadi bagian dari peserta.

Haura melihat list kegiatan yang dilombakan dalam festival ini. Lomba menyanyi, menari, teater, melukis, stand up comedy, membaca puisi, fotografi, vidiografi, pidato bahasa asing—inggris, mandarin dan jerman, olahraga, debat dan lomba lainnya yang tidak terhitung jumlahnya. Awalnya Haura tidak menaruh perhatian pada pengumuman festival itu sebelum ia melihat kelasnya terdaftar sebagai peserta lomba teater.

"Kelasmu mendaftar lomba teater? Sejak kapan?" tanya Yolanda.

Benar, sejak kapan? Ia tidak tahu teman sekelasnya ada yang tertarik mengikuti lomba teater. Dalam satu grup minimal anggotanya adalah 10 orang, ternyata ada banyak orang yang minat lomba teater di kelasnya.

"Aku juga baru tahu," jawabnya, mereka serentak mundur dari kerumunan dan berdiskusi random.

"Kau ikut?" tanya Yolanda. Haura menggeleng spontan.

ReasonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang