maintain a stance

70 1 0
                                        


"i say i am over you and pretend that is true."

——————

"Gisela, konsepmu belum matang, coba cari tema yang lain. Ini terlalu sulit untuk diperankan anak SMA," Bu Riana yang duduk di mejanya mencoret cover naskah Gisela. Hari ini hari ketiga latihan drama, sebelum semua kelompok melakukan latihan lebih jauh Bu Riana mengusulkan untuk memonitoring sejauh ini persiapan yang akan di lakukan sebelum pentas di dua minggu yang akan datang. Jadi setiap ketua kelompok drama dari kelas 2-1, 2-2 dan 2-3 berkumpul untuk bimbingan drama atau keluhan-keluhan lainnya yang bisa diadukan.

"Mana penanggung jawab kelas 2-1?"

"Disini Bu!" seseorang yang sedikit berlari itu baru saja masuk ke ruang guru dan langsung berdiri di depan meja Bu Riana.

"Lukas ya, saya sudah menerima naskahmu kemarin. Ceritamu bagus, konsep nya juga sudah matang. Tapi kau mengeluhkan pmbagian peran yang sulit? Berhubung kau memilih drama musical coba cari anggota yang bisa bernyanyi."

Haura terdiam sejenak, menilik-nilik penanggung jawab drama kelas 2-1. Itu Lukas kan? Lukas yang ia lihat sore lalu dipukuli William hujan-hujanan?

"Ngomong-ngomong kenapa wajahmu?" tanya Bu Riana.

"Ah, jatuh bu," jawab Lukas yang Haura yakin itu ulah William kemarin. Bu Riana hanya mengangguk-angguk dengan respon itu kini beralih menatap Haura.

"Haura konsep dan pembagian anggota sudah bagus, tapi kemarin kau mengeluhkan anggotamu?"

"Iya bu. Satu orang bolos sejak hari pertama latihan. Satu lagi terkendala karena dilarang ibunya ikut latihan. Tapi ia mengusahakan untuk datang meski telat."

"Oke coba nanti saya bicara dengan walinya. Untuk anggota yang bolos coba lakukan pendekatan dulu, jika tidak bisa saya akan turun tangan."

Setelah selesai diskusi ketiganya dipersilahkan kembali ke ruang latihan masing-masing. Haura berjalan menyusuri lorong menuju ruangannya sebelum tangan seseorang tiba-tiba menahannya dan menariknya menuju pojok.

"Haura? Kau Haura teman Raya kan?" Haura sedikit terkejut, namun akhirnya mengangguk merespon pertanyaan tersebut. Jujur meski pergerakannya cukup tiba-tiba Haura tidak merasakan adanya intimidasi dari Lukas sebagaimana William mendeskripsikan Lukas yang brengsek.

"Kau juga yang kemarin sore bersama William?" tanyanya lagi.

"A-ah iya. Aku minta maaf soal itu. Apa kau baik-baik saja?" Haura tahu itu pertanyaan retoris tapi tidak salahnya menunjukkan rasa peduli, bukan?

"Seperti yang kau lihat, apa aku terlihat baik-baik saja?"

"Maaf."

Ia melihat Lukas menghela napas berat. "Kenapa kau yang meminta maaf? Aku tak butuh itu darimu. Seharusnya William yang meminta maaf."

"Aku tahu, tapi aku merasa aku bertanggung jawab atas William. Aku minta maaf ia tiba-tiba menyerangmu sore kemarin."

"Wah aku merasa disakiti karena ia menuduhku selingkuh," Haura ingin percaya. Di satu sisi ia tidak mengenal Lukas dengan baik sehingga bisa jadi tuduhan itu benar. Tapi di satu sisi sikap William selalu bias. Bisa jadi tuduhan itu juga hanya karena William cemburu sebagaimana dulu William cemburu pada Kak Vero.

"Jadi kau tidak selingkuh?" okey itu pertanyaan paling bodoh sekaligus naif yang Haura lemparkan tapi sungguh ia tidak tahu harus merespon apa lagi.

"Aku sama sepertimu, penanggung jawab drama yang juga sibuk di pusat kota mencari perlengkapan drama. Kebetulan saat itu memang Yena yang bisa menemaniku. Dan kau tahu lucunya apa? Seseorang tiba-tiba mengejarku, menuduhku selingkuh dan menghajarku habis-habisan di tengah hujan. Masih untung aku tidak demam semalam. Apa dia mau bertanggung jawab ketua drama kelas 2-1 demam selama seminggu? Kenapa kekasihmu itu sangat egois?!" benar, jika dipikir-pikir itu masuk akal. Ia juga sama sibuknya pulang pergi ke pusat kota hanya untuk memastikan kostum yang ia butuhkan sudah tersedia apa belum. Dan Yena, itu hanya salah satu dari sekian perempuan yang kebetulan menemaninya bukan? Jika itu perempuan lain pun sepertinya William akan bertindak sama? Oh ada satu yang harus Haura ralat. William kini mantan kekasihnya.

ReasonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang