•12

720 23 0
                                        

Jevan yang terus tersenyum dan Patricia yang menunduk malu sampai pipinya memerah membuat kedua keluarga itu merasa curiga.

"Ada apa Patricia? Kenapa pipimu memerah?", tanya Nyonya Athelstan dengan penasaran.

"U-uh? Tidak ada apa apa, Ma", ucap nya kikuk.

"Kau masih menyimpannya?", tanya Jevan tersenyum kecil

"Apa?", Patricia bertanya kembali seolah tidak tahu apa apa.

"Jangan berpura pura, Cia. Kau bahkan mengenakan pakaian pemberianku sebagai hadiah satu tahun yang lalu", ucap lelaki itu.

Terdengar suara kekehan samar dari Nyonya Anderson, "Kalian terlihat cocok satu sama lain. Apa kalian bersepakat memakai baju berwarna hitam sebelum kesini?", tanya Nyonya Anderson dan dijawab gelengan oleh Patricia.

Tak lama Jevan mengingat sesuatu dan melanjutkan kalimatnya, "Kalau begitu, Aku akan menyuruh orang untuk mengirim hadiah ulang tahun mu ke-18. Maaf karena belum sempat memberikannya"

"T-tidak perlu, Jev", ucap Patricia merutuki dirinya sendiri karena tergugup dalam berucap.

"Yang benar saja, Jev! Kau menyuruh orang untuk memberikan hadiah pada calon menantu Mama? Itu sangat tidak gentlemen. Bagaimana kalau hadiah yang ke-18 ini adalah cincin pertunangan? Tentunya agar kalian semakin dekat", ucap Nyonya Athelstan sangat bersemangat.

Sementara itu, Ibu dan Ayah Patricia bernafas lega mendengar reaksi dari keluarga Athelstan. Betapa beruntungnya Patricia, sudah membuat konflik tetapi masih diterima di keluarga Athelstan.

"Benar, Ma. Itu ide bagus", ucap Jevan sambil tersenyum pada Mama nya.

Tak lama makanan yang dipesan sudah sampai, waiter menyajikan berbagai menu seafood diatas meja mereka dengan sebotol wine.

Patricia yang melihat itu langsung saja terkejut, dia menelisik sekitar dan baru menyadari bahwa tempat yang Ia singgahi merupakan restoran seafood. Menatap sepiring sushi baby octopus membuat dirinya kebingungan.

"Ada apa, Patricia?", tanya Ibunya menatap putrinya yang kebingungan.

"Tidak ada apa apa, Bu"

Sontak lelaki yang didepannya membisikkan sesuatu pada waiter yang kebetulan belum pergi.

Tak lama waiter itu kembali dengan sepiring fried rice dan menyajikannya didepan Patricia. Sekembalinya waiter itu, Patricia menatap lelaki yang berada didepannya.

Lelaki itu mengambil sushi baby octopus yang ada didepan Patricia, dan memakannya dengan lahap. "Makanlah, itu tanpa seafood", perintah Jevan.

"Kau tidak menyukai seafood nak?", tanya Ibunya yang merasa tidak enak.

Tuan dan Nyonya Athelstan memaklumi itu, keluarga Anderson memang meninggalkan anaknya dari kecil untuk bekerja. Maka dari itu, mereka tak terlalu terkejut saat keluarga Anderson tidak terlalu mengetahui kebiasaan putrinya sendiri.

"Bukan begitu, Ibu. Tapi-"

"Sebaiknya, Kau jangan terlalu pemilih dalam urusan makanan, Patricia", ucap Ayahnya tegas.

"Sebenarnya, dia alergi makanan seafood", ucap Jevan terang terangan.

Sontak semua yang ada disana terdiam, mengapa salah satu dari mereka tidak ada yang mengetahui itu. Beruntungnya, Jevan segera menjelaskan hal tersebut.

"Jadi begitu ya, maafkan kami karena tidak mengetahui itu, nak", ucap Ibunya sangat menyesal.

Sejujurnya memang berat meninggalkan putrinya yang saat itu masih berusia 10 tahun. Tapi bagaimana pun Ia juga harus membantu suaminya yang bekerja di Florida. Tidak mengetahui masa perkembangan anaknya adalah hal yang paling Ia sesali dalam hidupnya. Ketika mereka kembali dan mendapati putrinya sudah beranjak dewasa membuatnya sangat ingin kembali ke masa lalu.

Romantic GoalsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang