Sekembalinya Ia dari toilet, orang orang melihat kearahnya. Dan itu membuat Ia sangat tak nyaman, walaupun sebenarnya sudah lama Ia ditatap benci disekitarnya, tetap saja hal itu membuat dirinya merasa tak nyaman.
Ia pun duduk di kursi bersama Emma seperti sebelumnya. Emma pun menatap Patricia penuh tanya dan heran.
"Ada apa?", tanya Patricia penasaran. Karena sedari tadi semua orang menatapnya penuh tanya termasuk temannya.
"Kau dicari pria yang disana", tunjuk Emma mengarah ke pintu masuk Cafetaria.
"Gezco?"
·˚ ༘₊· ͟͟͞͞꒰➳
Perempuan itu mengajak seorang pria berkepala 3 untuk menjauh dari cafetaria. Pria matang didepannya nampak tersenyum puas seperti menemukan harta karun.
"Uncle, Aku sedang tak ingin basa basi. Jadi utarakan tujuanmu sekarang"
"Sudah kubilang jangan memanggilku Uncle. Dan ada yang ingin ku tanyakan. Apa Kau donatur terbesar di SHS ini?"
"Bisa dibilang iya, karena setiap minggu akan ada pertemuan organisasi donatur. Jadi Aku adalah salah satunya"
"Bagaimana dengan pasokan makanan? Supir pemasok itu masuk kedalam jalurku, yang tidak boleh dilalui selain yang memiliki akses"
"Aku tau pasti Kau ingin sesuatu bukan? Agar pemasok makanan itu dapat sampai disini?"
"Fifty fifty girl, Aku telah membuang truk truk itu. Jadi Aku juga yang akan memberikan kalian pasokan cafetaria yang baru"
"Aku tau itu tidak gratis, jadi langsung saja ke intinya. Apa yang Kau mau dariku? Harta? Kalung berlian dari Mexico limited edition? atau benda langka dari Mesir?"
"Aku tidak menginginkan itu semua, bagaimana dengan waktumu?"
"Baiklah, malam nanti didepan hotel Victoria"
"Sepakat"
Sepergiannya Gezco, truk truk baru pemasok makanan pun datang. Tanpa menunggu lama akhirnya semua murid murid makan dengan tenang walau sedikit terlambat dari jam istirahat.
Diantara semua siswa yang makan dengan lahap hanya Emma yang mengaduk aduk makanan tersebut dengan berbagai pikiran. Apa yang dilakukan Gezco ke sekolahnya? Bagaimana jika Patricia diancam oleh Gezco? Dan berbagai kemungkinan buruk lainnya.
Seperti biasa, setelah jam istirahat semua siswa kembali ke kelasnya masing masing guna untuk mengikuti pelajaran. Dihari yang terik membuat semua siswa kepanasan, ditambah perkelahian antara Malvin dan Erica membuat suasana semakin panas.
Patricia dan Emma yang duduk didepan hanya diam sambil membaca buku dengan tenang. Tiba tiba hari sial Patricia pun datang. Sebuah jus jeruk tampak dengan sengaja dituang dimeja Patricia sehingga mengenai buku dan rok nya.
Selena.
"Jangan pernah berkhayal Kau akan melampaui ku bitch!", ucap Selena sambil tersenyum puas. Tanpa Jevan, Patricia hanyalah gadis kecil yang manja dan cengeng itulah pemikirannya.
Namun, sebaliknya yang terjadi. Patricia sedang tidak ingin membuang energinya. Lantas Ia pun berdiri kemudian menurunkan roknya membuat seisi kelas terkejut bahkan para perempuan sampai menjerit. Patricia dengan tenang melempar rok itu kearah tempat sampah dan tepat sasaran. Tenang saja, dia masih menggunakan celana pendek dibalik roknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Romantic Goals
RomanceAbout someone who is crazy about love And About someone who is obsessed with love Mereka yang hidup glamour selalu dikelilingi oleh kekuasaan, kehausan akan harta serta jabatan akan berperilaku semaunya tanpa mau mengetahui isi hati seseorang. "You...
