About someone who is crazy about love
And
About someone who is obsessed with love
Mereka yang hidup glamour selalu dikelilingi oleh kekuasaan, kehausan akan harta serta jabatan akan berperilaku semaunya tanpa mau mengetahui isi hati seseorang.
"You...
Pagi hari ini merupakan pagi yang secerah mentari, udara yang sejuk dan cuaca yang tak begitu panas, sempurna. Di pagi yang cerah ini, pastinya semua orang dalam mood yang baik, pelajaran pertama ditiadakan karena guru dan tentor sedang mengadakan rapat.
Tak terasa sudah sepekan setelah kejadian kemarin, Patricia tak merasa ada yang berbeda dari Jevan selain pria itu mengabaikannya akhir akhir ini karena sibuk mempersiapkan Olimpiade di California.
Pintu kelas tiba tiba diketuk dari luar, yang tadinya ricuh mendadak tenang saat seorang lelaki memasuki kelas tersebut. Lelaki itu berjalan menuju bangku temannya kemudian melakukan high-five dengan temannya yang berdarah Korea.
"Menghampiri kekasihmu, man?", tanya David menggoda temannya.
"Begitulah", jawab Jevan tersenyum kecil. Lalu David mengingatkan temannya bahwa sepulang sekolah mereka akan berlatih lagi untuk Olimpiade mathematics.
"Saat pulang nanti Aku tak bisa mengantarmu, bisakah Kau bersama Emma lagi?", tanya Jevan kepada Patricia yang kini berwajah muram. Ternyata benar, Ia benar benar mencintai Jevan hanya saja Ia gengsi untuk mengutarakannya. Sampai kini Ia masih belum menyatakan perasaan yang sebenarnya pada Jevan.
Tapi akhir akhir ini Jevan terlalu mengabaikannya. Ia tak suka diabaikan, katakanlah seperti anak kecil tapi dalam sepekan ini mereka bahkan jarang berkomunikasi. Apa kekasihnya itu memang sudah bosan mengejarnya seperti 10 tahun yang lalu?
Atau mungkin cinta nya dulu hanyalah cinta kanak kanak dan tak sama seperti sekarang? Memikirkan hal itu membuat Patricia jengkel. Apalagi lembaran biodata yang diberikan Noah, itu membuatnya marah dan ingin segera meluapkan amarahnya.
"Sure, Aku mandiri Jev. Tanpamu Aku juga bisa melakukan semuanya sendiri", ucapnya kemudian pergi begitu saja meninggalkan kelas itu.
Jevan tentu saja bingung, Ia pun menatap David yang juga sama sepertinya. Perempuan memang susah dimengerti. Tetiba perempuan yang duduk tak jauh dari sana memanggil namanya.
"Jevan, apa Kau tak mengerti juga? Patricia ingin dikejar, Ia ingin tahu seberapa besar penasaranmu padanya", ucap Emma membenarkan kacamatanya.
Jevan tak bergeming dari sana, Ia pun menatap pintu tak minat mengejar kekasihnya. Lalu apa yang Ia lakukan dikelas itu? Tentu saja menarik kursi dan belajar bersama David. Apalagi yang lebih penting dari Olimpiade diluar negara?