About someone who is crazy about love
And
About someone who is obsessed with love
Mereka yang hidup glamour selalu dikelilingi oleh kekuasaan, kehausan akan harta serta jabatan akan berperilaku semaunya tanpa mau mengetahui isi hati seseorang.
"You...
"Apa?", tanya Patricia bingung karena tetiba Jevan datang ke apartement nya secara mendadak dan tiba tiba Ia langsung menanyakan pertanyaan yang bahkan Patricia tidak paham sama sekali.
"Bicaralah yang jelas"
"Kubilang apa yang sebenarnya Kau rencanakan?"
"Merencanakan apa?" Apa mungkin dia tau rencana ku untuk mengambil jurusan manajemen bisnis agar bisa menjadi CEO? Batin Patricia dengan ragu.
"Kenapa Kau tiba tiba menjauhi Erick?''
"Of course, cause you", Jawab Patricia dengan santai. Sementara lelaki itu memegang dadanya yang ribut tak karuan.
"Shit", umpat lelaki itu lirih sampai telinganya memerah.
Patricia melanjutkan belajarnya yang sempat tertunda, Ia membuka laptopnya mencari tutorial 'makeup simple for school'. Jika Patricia duduk di karpet bulu dengan meja kecil maka Jevan duduk sofa belakangnya. Lelaki itu pun tau apa yang ditonton tunangannya.
"Jadi Kau itu belajar atau menonton video makeup?"
"Aku muak belajar, sudah satu jam yang lalu Aku mencari jawaban tapi tidak ketemu", ucap Patricia sambil menyuapkan sekeping cookies kedalam mulutnya.
"Jangan terlalu cepat menyerah, Cia. Aku akan membantumu. Dan jangan terlalu banyak makan makanan manis, itu akan membuatmu mudah terserang penyakit", ucap Jevan menyita setoples cookies milik Patricia. Patricia yang melihatnya sontak mengernyit kesal.
"Terserah"
"Biarkan Aku membantumu"
Jevan pun duduk di samping Patricia, Ia memberi latihan latihan soal agar Patricia dapat berlatih sekalian Ia bisa modus. "Kerjakan ini. Tapi Aku akan membuat syarat", ucap Jevan membuat Patricia menunggu. "Jika salah, Kau harus menuruti permintaan ku", lanjutnya.
Jevan yang melihatnya hanya terkekeh sambil pergi menuju dapur Apartement tunangannya. Yaps! Mereka hanya berdua. Lelaki itu mengambil sekaleng soda dan kembali duduk disamping Patricia.
Walau sambil marah perempuan itu tetap mengerjakan latihan soal yang diberi Jevan. Lelaki itu memberinya 5 soal dasar, namun tetap saja bagi Patricia itu hal yang sulit. Sedangkan Jevan hanya duduk sambil meminum sekaleng soda dengan santai. Ia menatap perempuan didepannya lekat lekat. Diam diam Ia memotret Patricia tanpa sepengetahuan perempuan itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.