•31

333 10 0
                                        

Esok harinya kedua siswa dengan rangking paralel 1 dan 3 itu dikirim ke California dengan 2 tentor yang sudah berumur bertujuan untuk memenangkan Olimpiade mathematics.

Keadaan di SHS masih sama, namun bedanya Wilson yang terus menempel pada Erick dan Selena karena kedua temannya yang berotak pintar dan iq diatas rata rata itu sedang lomba. Sedangkan dia yang berotak udang itu mengikuti kemanapun Erick dan Selena pergi, membuat Selena jengah dibuatnya.

Bagaimana dengan kekasihnya? Emma.
Yap tentu saja, Emma masih marah dengannya karena ketidakpekaan Wilson dihari 'itu' membuat dirinya menjauhi kekasihnya.












Flashback

Supermarket
20.56

Perempuan yang memiliki rambut coklat dan sedikit bergelombang itu kini tengah duduk di salah satu kursi supermarket. Dengan mimik wajah yang terlihat marah, perempuan tersebut dengan pelan mengaduk mie yang masih mengeluarkan uap uap panas dalam cup. Perlahan, Ia mulai meniupnya lalu memakannya dengan hati hati.

"Mau?", tanya Wilson mengulurkan teh kaleng didepan perempuan tersebut. Yang ditatap balik menatapnya dengan tajam lalu melipat tangannya didepan dada dan memalingkan wajahnya seolah muak melihat lelaki didepannya.

"Aku penasaran, sebenarnya Kau marah dengan siapa? Patricia?", tanya Wilson menghela nafas dengan panjang.

"Mengapa Aku marah pada temanku sendiri? Tentu saja Aku marah padamu! Dasar tidak peka!", seketika Wilson mengusap wajahnya dengan gusar lalu memijat pelipisnya tanda pusing yang mendera. Tak Ia sangka menghadapi Emma yang merajuk lebih rumit daripada rumus matematika disekolahnya.

"Memang Aku berbuat salah?"

"Tidak, tapi Kau tidak peka. Aku sedang kedinginan sekarang. Dan memakai baju Patricia membuatku sangat tidak nyaman"

"Tapi Kau cantik dengan gaun itu"

"AKU TAK BERTANYA PADAMU! CEPAT BERIKAN JAKET ITU PADAKU DASAR TIDAK PEKA!", teriak Emma membuat para pengunjung memusatkan perhatian padanya. Wilson pun cepat cepat melepas jaketnya lalu memberikannya pada gadis itu.

Bukannya menerima dengan baik, gadis tersebut malah menyingkap sedikit gaunnya, kemudian berjalan pergi dari sana. Ini akan menjadi hal yang sangat rumit.

Flashback End







Manajemen Class-2
08.05

Seperti biasanya, hiruk pikuk menyertai kelas yang kini tengah dilanda kepanikan karena seorang gadis tengah merayu teman sebangkunya didepan pacarnya sendiri.

I know it doesn't make sense. But that's the reality.

Dan lagi lagi yang harus melerai nya adalah ketua kelas, siapa lagi kalau bukan David Kim. Lelaki itu sudah jengah dengan pertengkaran kedua manusia yang tak henti hentinya membicarakan tentang cinta.

"It's so really fuck off, bitch! Aku tak tahu Kau bisa menjadi sesialan ini. Kau mencoba merayu temanku sendiri? Apa Kau gila?", suasana semakin panas ketika seorang lelaki menggebrak meja nya sendiri dihadapan seorang perempuan.

"Lalu kenapa? Bagaimana denganmu yang berkencan diam diam dengan temanku sendiri? Aku atau Kau yang gila? Dasar murahan!", balas perempuan itu dengan amarah yang memuncak.

Perdebatan kian berlanjut, David sudah melerai mereka dengan beberapa kalimat untuk berdamai. Namun, semua itu tidak ada yang di gubris sama sekali.

"Malvin, Erica hentikan atau kurobek mulut kalian berdua sekarang!", ucap Patricia menendang meja Malvin sampai terdorong jauh beberapa meter.

Romantic GoalsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang