"Memilikimu adalah anugerah terindah dari Tuhan, mungkin Aku bukanlah yang terbaik tapi Aku akan melakukan hal terbaik untuk membahagiakan dirimu"
Suara riuh kembali terdengar, rumor rumor kembali bertebaran bak burung dara yang begitu cepat menyampaikan pesan kepada tuannya. Sepertinya setiap hari ada topik hangat yang menjadikan manusia lapar akan berita.
Begitu menjijikan. Padahal pelakunya saja tak peduli tentang hal itu, apa untungnya mengurusi hidup orang lain jika hidupnya sendiri masih belum bisa dikatakan sempurna.
Melihat orang lain menatapnya sinis membuatnya tersenyum kecil, seolah menulikan pendengarannya gadis itu tetap berjalan menuju kelas kekasihnya berada.
Membuka pintu itu dengan kasar, membuat orang orang didalam ruangan itu terkejut dan hampir meledakkan amarahnya, namun melihat siapa pelakunya membuat mereka urung untuk mengeluarkan emosinya. Justru malah sebaliknya, mereka tertawa sinis melihat gadis yang berdiri disana dengan percaya diri.
"Patricia, itu kah Kau? Kupikir Kau tidak akan masuk sekolah karena berita hari ini", ucap salah satu siswi yang duduk di meja.
"Berita hari ini?", tanya Patricia bingung dengan penuturan siswi yang merupakan teman sekelas kekasihnya.
"Jangan seolah Kau tidak tahu, semua disini sudah tau dengan berita ramai yang hangat diperbincangkan di media sosial. Lihatlah di ponselmu, atau Kau memang tidak berani membuka ponselmu hahahha"
Gadis yang kerap dipanggil Patricia itu kemudian berjalan mendekati siswi itu lalu merebut ponselnya dan melihat berita yang terpampang di benda pipih itu.
Patricia Anderson dan Erick tertangkap kamera sedang berdua dipesta yang diadakan Putri Anderson. Terlihat Patricia mencium Erick disaat sudah bertunangan dengan Putra tunggal Athelstan.
"Berita murahan", ucap Patricia memberikan ponsel siswi itu. Ia hanya memandang datar kemudian berjalan mendekati meja kekasihnya.
"Jadi bagaimana Kau akan menjelaskannya, Patricia?"
Bukan, itu bukan pertanyaan dari Jevan. Melainkan lontaran pertanyaan dari Selena. Gadis itu terus mengikuti Jevan bak cacing kelaparan yang terus menggeliat mencari induknya.
"Aku sedang tidak mood untuk pertengkaran di pagi yang cerah. Bisakah Kau menyingkir dari kursi kekasihku?", ucap Patricia baik baik walaupun sebenarnya Ia sudah jengah dengan sifat Selena.
"Apa Kau sedang membuat lelucon? Berita hari ini sangat menarik bukan? Setelah Kau mencium Erick bagaimana Kau masih punya muka untuk menunjukkan bahwa Jevan adalah kekasihmu?"
Patricia yang sedang tidak ingin berdebat langsung saja menggebrak meja kekasihnya. Ia tak peduli saat kekasihnya kini tengah fokus mengerjakan sesuatu.
Perempuan itu mencengkram kedua pipi Selena dengan satu tangannya. Ia melirik tajam kearah kalung yang dipakai oleh sahabatnya, atau lebih tepatnya musuhnya.
Tangan itu tak tinggal diam, langsung saja Patricia menarik kalung dengan liontin yang sama seperti miliknya. Tak peduli dengan pemiliknya yang tengah menjerit kesakitan karena goresan di lehernya.
Jevan yang sekarang benar benar terganggu dengan aktivitas Patricia akhirnya berdiri dengan mata elang yang tajam. Patricia yang ditatap seperti itu langsung terkaget namun masih bisa menutupinya.
Kemudian lelaki itu pergi tanpa sepatah katapun. Patricia pun terheran dibuatnya.
"Dengar, usaha mu akan sia sia Selena. Kau selalu bersusah payah untuk meniruku, tapi Kau tidak akan pernah menjadi diriku. Aku berbeda dengan Aku yang dulu. Sekarang Aku tidak akan tinggal diam sekalipun Kau berusaha merebut milikku"
KAMU SEDANG MEMBACA
Romantic Goals
RomanceAbout someone who is crazy about love And About someone who is obsessed with love Mereka yang hidup glamour selalu dikelilingi oleh kekuasaan, kehausan akan harta serta jabatan akan berperilaku semaunya tanpa mau mengetahui isi hati seseorang. "You...
