•29

247 11 0
                                        

Flashback

20.45

"Aku melihat Jevan di bawah tadi, apa kalian masih bertengkar?", tanya Wilson sambil mengunyah cookies. Segera Patricia berjalan kearah dinding yang terbuat dari kaca. Ia dapat melihat dengan jelas ada kekasihnya dibawah. Namun, bersama seorang perempuan. Patricia tak dapat melihat dengan jelas siapa perempuan itu, karena apartement nya berada di lantai 7 sedangkan Jevan berada di area taman gedung.

Tangan lelaki itu mengusap lembut surai perempuan yang tak dapat dilihat Patricia dengan jelas. Yang pasti, itu bukan Selena. Lalu siapa?

Apa Jevan marah sampai mencari perempuan baru? Tidak, itu bukan tipe nya. Bahkan Jevan menunggu nya selama 10 tahun dengan sabar, tapi bagaimana jika sekarang Ia sudah tak sabar dan mencari perempuan baru? Tunggu kenapa Ia bingung jika Jevan mencari perempuan baru? Hey dirinya cantik dan memiliki harta yang banyak tak perlu khawatir jika lelaki itu mempunyai kekasih baru, dirinya dapat memilih berapa ratus lelaki lainnya.

Tapi mengapa hatinya sakit melihat Jevan mengusap pelan lengan perempuan itu? Apa ini yang dinamakan cemburu? Apa sekarang Patricia benar benar mencintai Jevan?

"Emma, ikutlah denganku malam ini". Ucap Patricia masih melihat Jevan dan perempuan itu yang duduk di belakang motor kekasihnya lalu pergi meninggalkan area gedung.

"Kemana?", tanya Emma menatap Wilson dengan bingung. Dan lelaki itu hanya mengidikkan bahu tanda tak tahu.

"Menjalankan misi rahasia", jawab Patricia mengambil baju dari lemari. Wilson yang mengerti langsung saja berpamitan pulang.

Patricia pun menyuruh Emma untuk mengganti bajunya dengan gaun yang sudah Ia pilih.

"Patricia, Kau yakin dengan ini? Uhm, sangat tidak nyaman

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Patricia, Kau yakin dengan ini? Uhm, sangat tidak nyaman. Bahkan pundakku kedinginan dan Aku merasa seperti tidak memakai atasan karena terlalu terbuka", ucap Emma mengusap pundakknya sendiri dan membenarkan gaun putihnya yang terasa ketat.

"Tahanlah, demi misi. Setelah ini, Aku akan memberimu apapun yang Kau mau", jawab Patricia bercermin mempoles dirinya sendiri dengan make-up tipis.

"Benarkah? Bagaimana dengan korean food? Kita harus makan bersama dikedai yang baru buka itu", Emma nampak antusias dan tak lagi mempedulikan pundaknya yang kedinginan. Patricia pun mengangguk memaklumi temannya satu itu yang seorang penggila korean food, kemudian menyuruh Emma mengikuti dirinya.

Mereka berdua menaiki mobil Patricia disupiri Butler. Patricia meminta bodyguard nya untuk ikut bersamanya, berjaga jaga jika terjadi sesuatu karena tempatnya kali ini adalah tempat yang tidak biasa dan jauh dari koneksi orang orang perusahaan.

·˚ ༘₊· ͟͟͞͞꒰➳



















Romantic GoalsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang