"I don't know what you mean?"
"Jangan pura-pura bodoh, Patricia. Aku tau Kau baru saja menyakiti kekasihku. Berhentilah menjadi parasit dihidupku, Aku bosan denganmu, lagipun Selena lebih menarik daripada Kau. Ia adalah model ternama yang terkenal diberbagai negara, sedangkan Kau hanya anak manja yang terobsesi denganku. Aku tidak akan tinggal diam jika Kau menyakiti Selena, ingat itu! ", ucap Erick sambil mencekal lengan Patricia sangat kuat.
"Asal Kau tau minggu depan Ayahku akan menyumbang ratusan dolar untuk perusahaan orang tuamu. Dan Kau, harus menuruti permintaan ku Erick, kalau tidak Kau tau akibatnya", bisik Patricia sangat lirih disamping telinga Erick.
Laki-laki itu hanya termenung mendengar penuturan perempuan didepannya. Sampai tak sadar cekalan tangannya pada lengan Patricia sudah lepas, Ia tak menyangka kalau Patricia menggunakan cara licik untuk mengancamnya. Erick mungkin tak akan tinggal diam, tetapi Ia tidak bisa berbuat apa apa jika menyangkut perusahaan Papa nya.
"Hanya satu", jawab Erick
"Apa?", tanya Patricia sambil tersenyum sinis.
"Aku akan menuruti permintaanmu, tapi hanya satu. Setelah itu, pergi dari hidupku"
"Sure, babe. I want go on a trip with you", kemudian Patricia mengecup singkat pipi Erick dan melenggang pergi keluar kelas.
Lagi-lagi Erick yang masih disana termenung dan tanpa sadar telinga nya memerah, Ia pun mengeratkan pegangannya pada meja sampai otot ditangan nya terlihat. Beberapa anak perempuan histeris melihat nya, pesona seorang anak pengusaha yang melejit memang tidak diragukan lagi.
Hanya sementara Erick, ingat Selena. Arghh kenapa Dia sangat harum
Batin Erick yang sedang berperang dengan pikirannya. Tanpa disadarinya, David yang melihat tingkah temannya yang aneh langsung mengerti, memang tingkat kepekaan nya sangat tinggi.
Anderson's House
19.30
Disebuah dapur rumah utama, hanya terdengar bunyi dentingan sendok dan piring yang mengisi heningnya suasana. Rumah yang terbilang besar namun tidak cukup harmonis, komunikasi yang buruk menjadi makanan sehari hari keluarga yang menempatinya.
Setelah acara makan malam selesai, mereka singgah sebentar untuk berbincang, namun selalu berujung pertengkaran, seperti sekarang ini. Seorang pria yang sudah berumur akan memulai pembicaraan, walaupun hanya keluarga namun suasana nampak seperti tengah mengadakan rapat penting saking tegang nya atmosfer disekitar.
"Patricia, apa Kau tak ingin menjadi model seperti temanmu? Lihatlah dia, kini nama nya terkenal dimana mana"
"Ayah, berhentilah memaksa ku untuk menjadi model, Aku bukan dia!"
"Jangan meninggikan suaramu pada Ayahmu, Patricia", ucap Ibu Patricia.
"Terserah", kemudian perempuan tersebut beranjak dari tempat duduknya, dan pergi begitu saja menuju kamarnya.
"Kenapa anak itu tidak berguna", kata seorang pria berumur yang kini memijat keningnya.
"Bersabarlah sayang, mungkin Patricia sedang mencari jati dirinya. Kita tidak harus memaksa nya untuk menjadi model. Lagipula agar terkenal bukan hanya dari model saja kan", ucap wanita yang menganjak kepala tiga guna menenangkan suaminya.
"Tapi lihatlah anak itu, sampai sekarang dia tidak bisa membuatku bangga dengan prestasinya"
Wanita yang mendengar tutur kata suaminya, hanya bisa menghela nafas. Suami dan anaknya memang sangat keras kepala, di satu sisi Ia harus menenangkan suaminya. Disisi yang lain Ia tidak bisa memaksa anaknya untuk menjadi apa yang Ia mau.
KAMU SEDANG MEMBACA
Romantic Goals
RomansaAbout someone who is crazy about love And About someone who is obsessed with love Mereka yang hidup glamour selalu dikelilingi oleh kekuasaan, kehausan akan harta serta jabatan akan berperilaku semaunya tanpa mau mengetahui isi hati seseorang. "You...
