Walaupun pesta itu tampah meriah dan suaranya begitu menggema, tak mengganggu suasana malam yang begitu tenang untuk dinikmati kedua orang itu. Malam yang indah, beserta gemerlap bintang yang mengingatkan memori keduanya.
"Malam ini, bintang mengingatkanku padamu", ucap lelaki itu sambil menatap penuh harapan kearah gelapnya langit.
"Aku ingin pulang", sambung Erick.
"Kalau begitu pulanglah, tidak ada yang melarangmu", ucap Patricia menghembuskan asap rokok.
"Bukan pulang itu yang kumaksud"
"Lantas?"
Seketika Erick memutuskan eye contact dan kembali menatap langit, matanya yang sayu menggambarkan kesedihan yang begitu mendalam.
2 tahun yang lalu
"Look at that! The stars so beautiful like you", ucap Erick sambil menunjuk bintang yang begitu indah memenuhi gelapnya langit.
Disebelahnya duduk seorang gadis cantik berambut pendek sambil tersipu malu.
"Keterlaluan! Kau selalu menggodaku"
"Hei c'mon itu fakta, nyatanya Kau memang sangat cantik, Patricia"
"Hmm Aku ingin menanyakan sesuatu padamu, Erick"
Tanpa menjawab, Erick hanya menatap gadis itu penuh penasaran.
"Apa?"
"Dari sekian banyak perempuan diluar sana, kenapa Kau memilihku?", tanya Patricia penasaran.
"Entahlah, karena Kau tempatku pulang?"
"Aku ingin pulang, Patricia"
Patricia menatap ragu lelaki didepannya. Lelaki itu terus mengucapkan hal sama 5 menit yang lalu, apa yang dimaksudnya?
"Dalam pelukanmu"
Patricia hanya menatap intens pupil mata Erick tanpa berniat memutusnya.
"Kau tahu? Setelah Kau yang membuangku dengan keji dan tak bermoral itu mengatakan kalimat yang tak akan Aku sangka keluar dari mulutmu. Membuatku seolah ingin menamparmu sekarang juga"
"Kalau begitu tampar Aku sekarang jika hal itu membuatku bisa pulang"
"Kau sungguh tak tahu malu", ucap Patricia pergi dari sana. Menjauh dari tempat tersebut dan meninggalkan Erick yang termenung menatap Patricia. Sungguh, jika Ia bisa Ia akan berlari memeluk Patricia sekarang juga. Namun, seolah ada dinding besar yang dibangun Patricia hingga Ia pun tak dapat melewati dinding tersebut.
Wanita itu kini sedang berjalan sendirian meninggalkan kemaraian yang Ia buat. Pergi meninggalkan pesta yang Ia adakan. Malam ini, wanita itu berniat untuk bersenang senang bersama teman temannya. Walaupun Ia tahu teman temannya itu hanya ingin memanfaatkan harta dan namanya yang sedang naik daun di semua media sosial.
Dibalik itu semua, wanita itu tahu pasti bahwa teman temannya itu akan menusuknya dari belakang dengan lisan yang tak kalah tajamnya dengan belati yang baru diasah.
Rumor beredar di awak media yang dibuat buat selalu ingin menjatuhkan dirinya. Namun, Ia tak khawatir dan tak peduli dengan semua tanggapan orang orang yang mengatakan rumor rumor baik dibelakangnya maupun di media sosial.
Seperti Selena.
Satu satunya teman yang Ia miliki, bahkan selalu Ia prioritaskan lebih dari kekasih laki lakinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Romantic Goals
RomanceAbout someone who is crazy about love And About someone who is obsessed with love Mereka yang hidup glamour selalu dikelilingi oleh kekuasaan, kehausan akan harta serta jabatan akan berperilaku semaunya tanpa mau mengetahui isi hati seseorang. "You...
