30 menit sebelumnya
Apartement Patricia
Seorang perempuan tengah kebingungan memecahkan satu soal membuat dirinya dilanda panik karena harus menumpuk tugas esok hari. Ia pun mencoba keluar mencari angin segar di supermarket dekat apartement nya.
Saat tengah memilih milih ice cream seseorang di belakang memanggil julukannya.
"Whisker, right?"
Saat perempuan itu membalikkan badannya, ternyata Ia menjumpai sosok yang Ia kenal, David. Seorang lelaki yang setiap hari bahkan setiap jam membawa sebuah buku kecil yang Ia baca tiap hari.
"Rumahmu didekat sini?"
"Apartement"
"Luxury Apartement?"
"Ya, begitulah", jawab Patricia melewati lelaki itu dan melangkah ke arah kasir.
"Kurangi sifat angkuhmu itu nona. Tidak mengherankan jika Kau bodoh", ejek David.
Ejekan David justru mengingatkan dirinya akan tugas sekolah. Seperti kata David, Ia akan bodoh jika tidak mengerjakan tugas sekolahnya.
"Kau ada waktu?", tanya Patricia ragu ragu, sementara lelaki itu menunggunya melanjutkan kalimatnya.
"Ajari Aku membuat tugas sekolah. Besok harus dikumpulkan"
"Tentu", jawab David dengan mudah membuat Patricia membolakan matanya terkejut. Bagaimana bisa lelaki itu menyetujuinya secepat itu?
Sesampainya mereka di Apartement, sejenak saat Patricia duduk di sofa terdengar bunyi dering ponsel diatas mejanya. Melihat siapa yang menelponnya malam malam membuat dirinya heran.
Wilson calling
Hei, bitch
Apa?
Kau ada dirumah?
Apartement
Kirim alamat apartement mu itu sekarang
Patricia ended
Tanpa berlama lama Patricia pun mengirimkan alamat apartement nya tanpa bertanya apapun.
Tak lama, Wilson datang dengan membawa sebotol besar soda, lelaki itu terkejut melihat David berada di apartement Patricia. Sedangkan David juga terkejut melihat Wilson datang secara tiba tiba.
"Kenapa kalian terkejut satu sama lain?", tanya Patricia heran.
"Mengapa Kau berada disini?", tanya Wilson duduk disamping David.
"Aku tidak sengaja bertemu dengannya di supermarket, Ia meminta ku untuk mengajari nya tugas sekolah. Lalu untuk apa Kau kemari?"
"Ekhm! Jadi Patricia, bisakah Aku meminta cookies lagi?", tanya Wilson kepada perempuan didepannya yang tengah fokus mengerjakan tugas.
"Ambil dilemari dapur", ucap perempuan itu.
"Sialan, Kau kemari membawa soda untuk menukar dengan cookies? Kau hanya dimanfaatkan Patricia", ucap David tidak percaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Romantic Goals
RomanceAbout someone who is crazy about love And About someone who is obsessed with love Mereka yang hidup glamour selalu dikelilingi oleh kekuasaan, kehausan akan harta serta jabatan akan berperilaku semaunya tanpa mau mengetahui isi hati seseorang. "You...
