About someone who is crazy about love
And
About someone who is obsessed with love
Mereka yang hidup glamour selalu dikelilingi oleh kekuasaan, kehausan akan harta serta jabatan akan berperilaku semaunya tanpa mau mengetahui isi hati seseorang.
"You...
"Memang tidak, tapi Aku yang memilikinya. He's mine." ujar Patricia dengan lugas.
"Jika Aku tidak bisa memilikinya, maka Kau pun tidak akan bisa". Kemarahan menyelimuti Alexa, mimik wajahnya mengeras pertanda kemarahan yang akan segera meledak, wajah mungil yang disanjung para lelaki itu memerah bak menahan gejolak yang selama ini terpendam. Rasa ingin menyalurkan hasrat. Hasrat yang kian membuka luka lama.
"You are so obssesed with my boyfie"
"Yes, I am. But, you are not much different from me"
"You are wrong. Aku tak bisa disamakan denganmu"
"Ya, jika Kau tak menyerah Aku memiliki cara lain agar Jevan kembali jatuh cinta padaku"
"Pfft, benarkah? Kalau begitu lakukan"
Patricia POV
Dihari itu juga, Aku menyesal mengatakan hal tersebut. Kukira yang terkena dampaknya hanya diriku sendiri. Kukira semua akan baik baik saja jika Aku mengatasinya sendiri. Kukira...
Semua hanya angan angan jika Aku hanya mengandai-andai. Tak bisa dipungkiri jika Aku membutuhkan Jevan saat ini.
Apa yang selama ini kupikirkan ternyata salah, kupikir Aku bisa sendiri, kupikir tak apa jika semua orang men-judge diriku, kupikir tak apa jika semua orang tak menyukaiku, kupikir tak apa jika dunia tak berpihak padaku.
Nyatanya Aku terlalu percaya diri untuk mengatakannya. Semua hal yang selama ini kukira benar, ternyata salah. Dan apa yang dikatakan orang lain adalah hal yang benar. Aku menutup telinga dan mataku karena kupikir dengan mengandalkan diriku sendiri itu lebih dari cukup.
Apa yang kuanggap salah belum tentu salah, apa yang kuanggap benar belum. tentu benar.
Apa yang kuanggap baik belum tentu baik, dan apa yang kuanggap jahat belum tentu jahat.
Jika saja hari ini tidak ada, mungkin Aku tidak dapat melihat sisi lain dari orang orang disekitarku.
PovEnd
Cplashh
Semua orang yang ada disana terkejut melihat kejadian yang sangat cepat itu. Tak terkecuali Malvin dan Erica yang melihatnya, bahkan beberapa dari mereka berteriak tak percaya. Alexa menyiramkan air yang mengandung asam dengan kasar yang tinggi. Botol kecil ditangannya pun dilempar sembarangan menyebabkan suara hening diisi dengan suara pecahan beling yang retak.
Gadis yang disiram dengan air asam itu kini membuka kelopak matanya perlahan. Patricia hanya melihat sebuah jaket anti air yang tebal didepannya.
Apa yang terjadi selanjutnya memang tak bisa ditebak sehingga membuat dirinya bahkan orang lain terheran heran dibuatnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.