Jatuh cinta(?)

498 65 10
                                        

Waaah thank you 41 votenya seeng🫶😚 Double up nya yaa🎉🎉

Sebenarnya pria jangkung itu cukup risih, bukan karena pria manis yang terus membeli bunga di tokonya. Melainkan karena Jay teman kerjanya yang terus mengejek.

"Jadi hari ini ingin bunga apa?" Ucapnya mencoba untuk ramah.

Hoseok tersenyum lebar, cukup lebar hingga mungkin bisa merobek bibirnya sendiri.

"Mm rekomendasi untuk orang yang sedang jatuh cinta?"

Tanpa bertanya lagi Heesung masuk kedalam toko, membungkus dengan cepat beberapa tangkai bunga mawar merah.

Jay yang melihat pria manis itu dari jendela terkekeh. "Seperti nya tidak ada tanda-tanda ingin menyerah."

"Yak, kenapa tidak mencoba saja? Lagipula pacar mu itu di jepang, bisa saja di selingkuh disana."

Heesung yang mendengar nya menatap sinis, "Sunoo tidak seperti itu."

"Ini."

Hoseok menerima bunga itu, lalu membayar nya.

"Terimakasih."

Heesung menarik alis nya bingung, "ada apa? Tidak suka?"

Hoseok menggeleng kecil. "Ini."

Heesung ingin sekali menghilang saat itu juga kala tangan itu balik mengulurkan bunga yang tadi ia buat.

"Salam kenal." Ucap Hoseok gugup.

Helaan nafas itu buat Hoseok menunduk.

"Baiklah, terimakasih bunganya. Aku Lee Heesung, siapa namamu?"

Binar itu kembali hidup, Hoseok tersenyum. "Hoseok Kim."

"Sudah ya? Aku harus bekerja."

Heesung sebenarnya tidak ingin berlama-lama, sangat tidak nyaman.

Hoseok mengangguk, "iya. Bye.." ucapnya sembari melambaikan tangan.

Hoseok berbalik lalu pergi menjauh, berjalan sesekali melompat senang. "Yeeay.."

Teriak itu tentu masih dapat Heesung dengar.

"Hha.. beban baru."

Ssrrkk

Buket itu ia lempar kedalam tong sampah yang tak jauh. Bunga yang mengenaskan.

Heesung mengunci toko saat sudah pukul 6 sore, kala berbalik jantungnya hampir saja merosot ke lambung.

Hoseok berdiri di belakangnya, "hai."

"Argg shit, jantung ku." Heesung mengumpati pria manis itu dalam hati.

"Mau jalan-jalan?" Ucap Hoseok kecil, kedua tangannya bertaut gugup.

Heesung menatap malas, namun mengangguk. Ia harus mengapresiasi keberanian Hoseok mendekati nya.

"Ayo, hanya jalan-jalan saja. Aku tidak punya cukup uang untuk mentraktir mu."

Hoseok menggeleng kecil, "tidak apa-apa, hanya berjalan sambil mengobrol."

Heesung mengangguk, akhirnya mereka berdua berjalan beriringan. Sesekali mengobrol kecil, tiba di taman mereka duduk.

"Jadi kau hanya tinggal berdua dengan Hyung mu?"

"Mmm Mama sudah meninggal dan Daddy pergi bersama penyihir jahat." Hoseok kesal mengingat kembali kedua wajah yang membuat nyawa Mama nya itu terenggut.

Little Hybrid (SOPE) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang