Yoongi menatap sinis wanita di depannya, bagaimana tidak wajah wanita itu sengaja sekali meledek ke arahnya. Apalagi ia kini tengah menciumi pipi Seoki yang bulat dan kenyal seperti mochi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Si tupai tentu cepat sekali akrab dengan orang asing, apalagi jika mereka membawa makanan kesukaan nya. Seperti tadi, Seolhyun yang tengah menikmati kue pie nya sedikit terganggu oleh ekor bulat Seoki yang bergerak ke kanan dan kiri.
Walaupun pada akhirnya ia dorong kue itu ke sebrang, tepat dimana Seoki tengah menyintip di balik meja.
"Maaci."
Ucapnya kecil sebelum membawa kue itu menjauh, duduk di depan televisi yang menampilkan kartun favorit nya-Pororo-.
"Ugh, gemas sekali si, kenapa pipi mu lembut sekali??"
"Ammm.."
"Hihihi, dah.. Gelii~"
Seolhyun gigit kecil pipi bulat itu main-main, buat tawa riang Seoki semakin membuat Yoongi cemburu.
"Ck, nenek jahat. Dia merebut Seoki."
Yoongi berjalan menjauh, ia duduk di bawah pohon yang ada di taman. Cuaca memang sedikit mendung, tapi tak mengundurkan niat si kucing kelabu itu.
Seokjin memang sengaja menitip kedua hybrid nya pada sang adik, ia ingin merapikan beberapa file di cafe nya. Namjoon pria itu sudah lebih dulu pergi ke kantor sedari pagi.
"Una, Yung. Eoh?"
Mata bulat itu mencari-cari, ia berontak turun dari gendongan Seolhyun. "Eh mau kemana?"
"Mau Yung."
"Ohh, Yoongi? Dia disana, jangan main jauh-jauh. Okey?"
"Key."
Kedua jempol menggemaskan itu naik ke udara, namun melihat Seoki yang masih bertelanjang Seolhyun menarik hybrid itu mendekat. "Pakai baju dulu."
Walau sedikit kebesaran, Seoki tetap memakainya. Seolhyun memekik gemas kala tubuh bogel itu tenggelam dalam kaos nya.
Sebelum benar-benar menyusul Yoongi, Seoki mengambil strawberry yang ada di atas meja.
"Amm.."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seolhyun memperhatikan sampai Hoseok pergi menghampiri Yoongi, ia merebahkan tubuhnua di sofa. "Ahh saatnya bermalas-malasan."
"Yuung.."
Seoki menjilati jemarinya, sebelum menepuk kepala kucing itu, namun Yoongi masih dalam posisinya.
Ia tengkurap di atas lantai, sebenernya pura-pura merajuk. "Tidak mau, sana!"
"Yung ayo main, mau main!"
Pipi itu mengembul lucu, Seoki menatap sebal kucing di depannya. "Ayoo!!"
Tangan itu menarik ekor Yoongi erat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ayooo, Yuung.."
"Adududuh, sakit. Lepaskan Seoki!"
Pada akhirnya Yoongi bangkit, ia elus ekornya yang terasa mau putus itu pelan.
Tangan telunjuknya bergerak ke kanan dan kiri, "no no no."
"Nanti ekor Hyung lepas."
"Eung? Pac?"
Yoongi menghela nafas, ia berlari kecil menghampiri kotak mainan.
Seoki hanya menatap bingung ia ikut menghampiri dan mengambil bola kecil.
"Yung, ayo main bola."
Yoongi masih asik dengan kegiatan nya, ia menempel ujung ekornya dengan solatif. Lalu mengambil ekor mainan yg ada di sana.
"Seoki lihat! Copotkan? Gara-gara Seoki nakal."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.