3 hari berlalu setelah demam si tupai, kini hybrid itu tengah mengaduk-aduk serbuk coklat yang sudah di siram air.
"Hihi, adu-adu."
Di depannya, Yoongi duduk menatap malas sebenarnya. Ia sedang tidur siang, namun Hoseok terus mengganggu nya hingga terbangun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jadilah ia duduk dengan serbet ungu yang melingkar di leher.
"Seoki, Hyung masih ingin tidur. Hoaamm.."
Kepala itu sesekali melenggut.
"No no, Yung cini! Pakay ini pelti Mom."
Sendok berisi coklat itu ia simpan, si tupai mengambil kuas kecil mainan nya.
Hoseok tengah memakaikan si kucing masker yang ia ambil tanpa izin di meja rias Seokjin.
"Hihihi.."
Setelah selesai, Hoseok berlari kecil. Hampiri Seolhyun yang sedang duduk di sofa ruang tamu sembari menonton televisi.
"Na, mau poten."
"Hah?"
Seolhyun mengkerut kan dahinya tak mengerti, "poten?"
"Tu, mmm foto-foto."
"Ahhh, ponsel? Mau foto siapa?" Seolhyun raih ponsel nya yang ada di atas meja, buka aplikasi kamera disana.
"Nanti tekan ini ya."
Hoseok mengangguk kecil, "key."
Hybrid tupai itu berlari kembali ke arah Yoongi, dengan ponsel ditangan nya.
"Yuung, cis.."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cekrek
"Hahh, terserah kau saja."
"Dah, mauu.."
Kini gantian si tupai yang memakai masker itu, tangan kecilnya langsung merauk isi mangkuk itu dengan beringas.
"Mmm,.."
Yoongi yang melihatnya memperhatikan dengan khawatir, takut-takut jika si tupai malah memakan nya.
"Jangan di makan!"
"Eung?"
"Aam.."
"YAK!"
Yoongi raih tangan kecil yang sudah masuk ke dalam mulutnya, lidah itu sudah mengecap rasa pahit yang kini ia rasa.
"IH kenapa di makan?"
"Ludahkan!"
Hoseok hanya tertawa melihat Yoongi, kucing itu berusaha membersihkan mulut Hoseok.
Ia berlari ke arah wastafel setelah menari bangku kecil yang biasa ia gunakan, karena tubuhnya yang masih pendek.
Zzzraas...
Air wastafel menyala dengan deras, Yoongi segera mencuci wajahnya, hingga air yang semula putih itu cokelat memasuki jalur pembuangan.
Merasa sudah bersih, kucing itu segera meraih seember air di baskom kecil.
Membawanya kembali.
"Hee, Hoseoki dimana?" Ucapnya saat tak mendapatkan siapapun disana.
Lantai itu sangat berantakan.
Si tupai berjalan mengendap ke arah Seolhyun, tubuhnya sudah penuh kotor. "Bwaa.."
"AAAA.."
Brak
Pantat bulat itu jatuh ke lantai, Hoseok diam beberapa detik sebelum akhirnya menangis.
"Huwaaa.."
"Ehh—"
Seolhyun tak sengaja sungguh, ia sedang menonton horror. Tapi si tupai itu datang dengan wajah cemong juga mengagetkan nya, jadilah bantal yang ia peluk mengenai wajah Hoseok.
"Huhuhu, nakal, Na. Yung..."
"Huweee.."
Tubuh itu bangkit sendiri, lalu berlari mencari keberadaan Hyung nya.
"Haah dasar anak kecil, ck. Untung aku tidak punya penyakit jantung."
Bukannya menenangkan, Seolhyun kembali menonton televisi.
"Nah, dari mana saja? Sini bersihkan dulu."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hmmp, mmm.."
"Sudah diam dulu!"
Kepala itu mengangguk kecil.
Suara deru mobil terdengar, telinga kucing Yoongi bergerak-gerak kecil. "Mommy sudah pulang."
"Puyang?"
"Mommy!!"
Belum selesai tapi Hoseok sudah memekik sembari berlari, Yoongi hanya menepuk dahinya, ia membereskan kekacauan itu.
Seokjin buka pintu bagasi, mengambil beberapa plastik berisi belanjaan. Wajahnya tak bisa bohong untuk tidak terkejut melihat bayi tupainya.
Hoseok berdiri di depan pintu yang terbuka, memamerkan gigi putihnya. Sedangkan tubuhnya basah penuh noda.