Di ruang penuh debu itu, V menggeliat coba untuk lepaskan cekatan di tangannya. Hanya suara tak jelas yang keluar dari bibirnya yang terbungkam kain, melihat itu pria lain yang berada di sana menatap dengan bibir terkekeh kecil.
"Hah, salah sendiri mengusik punya ku." Gumamnya kecil.
Pakaian serba hitam dengan tangan yang terbalut sarung tangan karet, pisau itu ia mainkan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ketuk langkah di lantai buat V terdiam dari gerakan nya, telinga nya fokus mendengar arah suara itu.
Yoongi, berjalan dengan santai, tangan kirinya yang kosong di hiasi alat pengangga jari, dengan ujungnya yang tajam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
V hapal aroma parfum ini, ia mendongak pas saat Yoongi berjongkok di depannya. "Sudah ku katakan jangan macam-macam, V."
Tubuh V menegang kala rasakan tusukan di pahanya, Yoongi mengarahkan tangan kirinya ke paha itu. Rembesan darah keluar kala tenaga yang di keluarkan cukup besar.
V menjerit dalam diam, tubuhya gemetar merasakan sakit. Yoongi mencabut nya kembali, menatap darah yang mengalir.
"Aku tak ingin semua menjadi lama, selamat menemui ajal mu." Bisiknya rendah.
Yoongi raih surai biru itu kasar, arahkan pisaunya ke leher V. Menarik nya hingga mengoyak daging itu tanpa jijik, pabrik kosong yang sunyi itu terasa mencekam.