Seokjin masih diam di ruang keluarga dengan laptop di pangkuannya ia sudah menghabiskan 2 cup coffe late dan 1 toples kue kering.
"Haaa, kapan ini selesai..?!" Ucapnya frustasi.
"Ada apa, hm?"
"Oh, kau sudah pulang? Aku tidak mendengar suara pintunya" Seokjin terkejut saat Namjoon sudah berada di atas nya, mengecup pucuk kepala.
"Baru saja, hari ini aku mengerjakan semuanya dengan cepat."
Namjoon berjalan untuk duduk di samping istrinya.
"Masih belum selesai?" Ucap Namjoon menyandarkan kepalanya di bahu Seokjin.
"Sedikit lagi."
Namjoon diam memperhatikan pekerjaan istrinya, menutup matanya untuk sekedar beristirahat, ia butuh istrinya saat ini.
Seokjin menutup laptopnya pelan, ia sadar jika Namjoon terlelap. Tapi siapa sangka jika sang suami mendengar gerakannya.
"Sudah selesai?" Ucap Namjoon menegakkan tubuhnya.
"Eh, kau bangun. Apa aku terlalu berisik?" Ucap Seokjin kaget.
"Tidak, aku hanya merindukan pria manis ini."
Namjoon mengukung tubuh Seokjin, memperhatikan wajah cantik istrinya. Mendekatkan wajahnya dan meraup bibir yang menjadi favoritnya itu.
Seokjin juga menikmatinya, ikut menggerakkan bibirnya, mengecap rasa manis itu. Ia juga merindukan saat seperti ini.
Tangan Namjoon tak hanya diam, ia mengelus perut rata Seokjin, membuat tubuh berisi namun Sexy itu merasakan afeksi yang membuat selatannya mengeras.
"Mpph..,"
Seokjin mendesah nikmat saat tangan kekar itu melingkupi kejantanannya.
Cpk
"Ah.., Joonie~."
"Menikmatinya, hm?"
Wajah Namjoon beralir mengecupi leher Seokjin, meninggalkan ruam keunguan di leher jenjang itu.
"Ayo lanjutkan di kamar baby,"
Namjoon segera menggendong koala Seokjin dan menaiki tangga dengan suara pelan, takut jika bayi mereka terbangun karena suara langkah kaki.
~
Siapa sangka jika hari ini turun hujan, padahal langit di luar sana masih cerah tapi tetap saja fenomena alam tidak ada yang tahu bukan? Begitupun dengan Jimin, ia datang dengan menggunakan Taxi, dan saat tiba di appartement nya hujan tiba-tiba saja turun, membuat pria manis itu berlarian dan melindungi hybrid kecilnya.
"V turun sebentar ya.," Ucap Jimin saat tiba di dalam lift.
"oke,"
Jimin menurunkan V dari gendongannya, mengusap area bajunya yang terkena cipratan air hujan.
"hh~ Mama tidak tau jika hari ini akan hujan,."
"umm.. mungkin karena tadi Seoki menangis, jadi hujan besar."
Ucapan V membuat Jimin terbahak, ia memegangi perutnya yang terasa melilit.
"Hahaha, bukan seperti itu, V. Jika sudah besar kau akan mengerti." Ucap Jimin lalu kembali menggendong V.
"Kenapa—hachoo." V menutup mulutnya saat tiba-tiba hidungnya gatal.
"Ugh, hikss, haa~"
V menghirup udara sebanyak-banyaknya agar cairan lendir itu tidak menuruni hidung mancungnya, jarinya juga menjepit hidung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Hybrid (SOPE) END
FanfictionKisah cinta antara 2 hybrid Si tupai dan si Kucing :') A day in hybrid life Top Yoongi🔝 Bott Hoseok🚻
