Hoseok terperanjat bangkit, menatap sekeliling nya. Ruangan yang amat ia kenal, mata cokelatnya bergerak kesana-kemari. "Di kamar?"
Langkah nya ia bawa bangkit, membuka pintu dengan tergesa. "Sudah bangun?" Itu suara Yoongi, menatapnya dengan bingung.
"Yung? Kenapa aku disini?"
Alis Yoongi terangkat sebelah, bingung dengan pertanyaan yang terlontar dari bibir love itu.
"Memangnya harus kemana?" Tanya yang lebih tua aneh, Yoongi kembali berjalan menuju dapur.
"Kemarin, aku—V—"
Kalimat itu terhenti, Hoseok seketika merinding seluruh tubuh. Sentuhan-sentuhan itu seolah kembali menyapa kulit nya, "Yung, aku tidak suka V."
Yoongi hanya berdehem, kembali melanjutkan acara membacanya.
V itu pintar, si tiger kembali membawa Hoseok ke apartemen sebelum Yoongi pulang. Tentu dengan keadaan tak sadar, jadi jangan kaget saat si manis itu sudah terbaring di kasurnya.
Yoongi menatap sang adik bingung, tak biasanya si kecil itu uring-uringan. "Kemari!"
Hoseok duduk menyamping dipangkuan Yoongi, menatap sang kakak resah. "Ada apa?" Ucap sang kakak sembari mengelus surai lembut itu.
"Kemarin aku dam V jalan-jalan, l-lalu, di hotel."
Yoongi mendengarkan dengan sabar cerita dari sang adik, tanpa tau jika kini dadanya sesak menahan kesal.
"Tidak apa-apa, nanti Hyung yang menegurnya."
"Takut, V menyeramkan." Hoseok menyamankan kepalanya di bahu Yoongi, sebenarnya yang membuat ia takut adalah saat tak bisa bergerak.
Hoseok pikir ia akan selamanya seperti itu, tapi pagi ini tubuhnya baik-baik saja.
Yoongi menggendong tubuh itu, buat Hoseok mengalungkan tangannya di leher sang Kakak.
Pantas saja tadi pagi V sudah keluar, dengan pakaian yang cukup rapih. Awas saja, tinju nya pasti akan menghiasi wajah menyebalkan itu.
"Kita sarapan dulu, kau tunggu disini."
Hoseok mengangguk, duduk dengan nyaman di kursi. Membiasakan Yoongi memasak sarapan, karena hari ini sedang mengambil cuti.
V menatap ponselnya berulang kali, ujung kuku nya tak henti ia gigiti hingga tanpa sadar darah mengalir. "Bagaimana ini?"
"Ck bodoh sekali, kenapa juga aku melakukan hal menjijikan itu."
"Bagaimana jika Hoseok membenci ku? Dia pasti sudah mengadu pada Yoongi Hyung."
V tak henti mengutuk dirinya sendiri, pasalnya ia kini tengah berada di parkiran apartemen. Dengan dua bungkusan plastik berisi camilan, rencananya untuk membujuk Hoseok.
"Hhah—tarik nafas, keluarkan. Huuh, kau bisa."
Bruk
Tubuh itu tergeletak di lantai, isi plastik berisi tentu berceceran. Sepatu hitam itu menginjak buat strawberry yang tak jauh dari jangkauan nya, "sudah aku dapatkan."
Pria itu menurunkan kembali ponsel yang semula berada di telinga nya.
V menatap pria dengan baju serba hitam itu, sebelum akhirnya kedua mata nya memejam.
Siulan iringi laju mobil mereka, pria itu menatap kaca dashboard. Menjaga, takut pria di belakang sana tiba-tiba bangkit.
Mobil itu semakin memasuki kawasan yang sepi, hanya ada rumah kosong juga lahan hijau yang membentang. Matanya mencari-cari pabrik bekas yang sudah di sepakati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Hybrid (SOPE) END
FanficKisah cinta antara 2 hybrid Si tupai dan si Kucing :') A day in hybrid life Top Yoongi🔝 Bott Hoseok🚻
