Namjoon sedang mengemudikan mobilnya untuk pulang, tentu saja bersama Seokjin dan Hoseok, hybrid itu terus memeluk erat leher Seokjin dan enggan di lepaskan.
"Apa dia takut pada ku, Sayang?" Namjoon melirik Seokjin lewat ekor matanya.
"Ck, tentu saja. Kau memukulnya jadi wajar saja jika dia masih takut."
"Hah~ aku tidak sengaja. Maaf baby Seoki," Namjoon mencoba untuk mengelus punggung itu, namun Hoseok malah semakin memeluk Seokjin. Seolah tengah menghindari sentuhan itu.
Seokjin kasihan sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi. Kesalahan Namjoon sangat fatal, memukul anak kecil yang bahkan belum mengerti apa-apa, terlebih lagi dia seekor hybrid.
"Sudah sampai," ucap Namjoon lesu saat mobil van nya telah memasuki bagasi.
"Baiklah, ayo baby kita turun dan mandi."
Seokjin keluar setelah Namjoon bukakan nya pintu, dan ternyata Hoseok tengah tertidur pulas, mungkin karena kelelahan menangis.
"Apa dia akan tetap takut pada ku, Sayang?"
"Aku tidak tahu, Joonie."
Seokjin menelungkupkan tubuh kecil itu, membuka celananya pelan agar sang anak tak terganggu, "kau gila?" pekik Seokjin tertahan saat melihat bokong kecil itu memerah.
Tak hanya Seokjin, Namjoon juga terkejut melihatnya.
"Aku tidak sengaja, apa aku memukulnya sangat keras?"
"Tanyakan pada dirimu sendiri, Kim." ucap Seokjin sinis.
Pria cantik itu segera keluar untuk mengambil kompres, sedangkan Namjoon mengelus pelan bokong kecil itu.
"Maafkan daddy, Seoki." ucapnya seraya mengecup surai hitam itu.
Namjoon segera keluar, karena sekarang hybrid kecil itu tidur langsung di lantai yang beralas karpet bulu dan kasur. Tak ada lagi ranjang, mereka sudah mengubah kamar dengan warna pink peach itu. Menempatkan cctv di sudut ruangan, semuanya dilakukan tukang saat mereka tak di rumah.
Setelah kejadian itu, perubahan drastis membuat pasangan NamJin itu merasa ada yang salah, terutama Namjoon. Hybrid kecil itu kini tengah berada di lantai dengan alat tulis dan kertas, ia terlihat sangat tenang menggambar, yang hybrid itu gunakan hanya pensil hitam saja. Tidak ada warna-warna lain, itupun dia menggambar sebuah strip 2 dan segitiga persis seperti mata dan hidung. Dan juga ada love kecil di atasnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Nini..," Hoseok bangkit dan menyerahkan gambar itu.
Namjoon tersenyum lalu mengusak rambut sang anak, "bagus, ini siapa?"
"Eung, Hwung." Ucap Hoseok memiringkan kepalanya.
"Hyung? Siapa, dia V?"
"Eum.." Hoseok hanya menganggukkan kepalanya, sebenarnya bukan V yang ia gambar.
"Sayang waktunya makan siang." Teriakan Seokjin dari dapur mengalihkan tatapan Hoseok dan Namjoon.
"Ayo, kita temui mommy."
Namjoon segera menggendong Hoseok, dan bibir itu sedikit mencebik, ia ingib berlari menghampiri mommy nya, tapi hybrid kecil itu tetap memeluk leher Namjoon.
Sudah 3 hari Seokjin dan Namjoon tidak bekerja, mereka ingin memperbaiki kesalahannya terutama Namjoon yang menjadi tersangka utama.
Seokjin tersenyum senang melihat Hoseok yang berada di gendongan Namjoon. Mereka pun memulai makan siangnya dengan khidmat.
"Sayang, kau merasa ada yang aneh?" Namjoon berucap pelan saat melihat Hoseok yang sedang fokus menonton kartun.
"Kurasa, iya."
Namjoon dan Seokjin memperhatikan hybrid kecil itu, ia tak seperti biasanya yang akan berceloteh saat menonton, dan juga beberapa kejadian juga, saat bersama Seokjim anak itu sangat hyperactive bahkan membuatnya mengelus dada. Berbeda saat dengan ataupun ada Namjoon, dia menjadi lebih tenang dan diam saja.
Dan yang mata tupai itu tangkap bukanlah kartun yang terpampang, ia melihat Namjoon dan Seokjin yang memperhatikannya lewat bayangan di televisi.
Hybrid tupai itu ingin menangis saja rasanya, ia merindukan Hwung kucing dan juga Binbin (Soobin) nya. Ia takut berada di satu ruangan dengan Namjoon, takut nanti sakit lagi. Dan bendungan air mata mulai tercipta, Hoseok menidurkan tubuhnya, berpura-pura tidur.
"Oh dia tidur?" Namjoon berucap saat melihat tubuh kecil itu mulai menggulung, hybrid itu jarang menggunakan celana saat di rumah, itu membuat ekornya tak nyaman.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seokjin mulai bangkit dan meraih hybrid kecil itu, ada yang salah —batin nya.
"Joonie, aku akan mengantarkan camilan mu di ruang kerja, setelah menidurkan Seoki."
"Baiklah, aku akan mulai berkeja."
Seokjin segera menaiki tangga, tangan nya sesekali menglus punggung kecil itu, "ada apa hm?" ucapnya lembut.
Seokjin membuka pintu dan menguncinya, ia membaringkan tubuhnya dan tubuh kecil itu, Seokjin memperhatikan mata tupai Hoseok yang berkedut, ia tahu Hoseok hanya pura-pura tidur.
"Katakan pada mommy sayang, ada apa?"
Seokjin semakin memeluk tubuh itu kala hybridnya mulai terisak, "hiks, binbin, Hwung." ucap Hoseok pelan.
"Kut, hiks. Cakit."
Seokjin mengigit bibir bawahnya, hatinya terasa di remas saat mendengar isakan pilu itu, hybridnya ketakutan.
"Hei lihat mommy."
"Nini menyayangi mu, dia hanya kelelahan. Dan mungkin belum terbiasa." Seokjin tak yakin apa yang ia bicarakan.
Hoseok mengusak matanya, ia menatap Seokjin dengan mata berkedip tak mengerti, "Nini, hiks."
Kepala kecil itu menggeleng, "pulang, hiks. Binbin."
Hoseok terus menangis di pelukan Seokjin, ia hanya merindukan Soobin dan Yoongi, ia tidak mau disini.
Seokjin berusaha menenangkan tangisan kecil itu, ia menimang Hoseok di depan balkon. Berharap jika angin yang menerpa mampu menidurkan hybrid kecil itu. Dan semua itu tak lepas dari mata Namjoon, pria itu melihatnya dari cctv. Ia tak mengerti apa yang kedua orang itu bicarakan, tapi yang pasti mungkin hybrid itu menangis karena nya.
"Hah, aku daddy yang bodoh."
Tbc Huaaaaa mood nulis ku lagi tergoncangg maless bangettt😭😭😭😭😭😭😭