teror dari trauma

18.5K 1K 35
                                        

Menatap diri sendiri di cermin, meyakinkan diri sendiri bahwa 'dress omega' adalah hal yang wajar untuk dia pakai, dress berwarna merah muda yang hanya sebatas paha atasnya dan memiliki ikat dipinggang yang memperjelas lekukan bulat pantatnya dengan kerah berbentuk V yang rendah sehingga mengekspos tulang selangkanya, menampilkan kaki seputih salju yang masih memiliki tanda merah sisa hisapan ayahnya, saat dia membungkukan badannya, dress tersebut akan ketarik ke atas dan memperlihatkan celana dalam mini yang mencetak bokong montoknya.

Dia tidak pernah memakai baju seperti ini dan hanya mempersiapkan untuk hal darurat, dia mengingat bahwa malam sebelumnya dia menangis, itu membuatnya khawatir bahwa ayahnya akan kecewa, meyakinkan dirinya sendiri dia hanya memakainya untuk hadiah karena ayahnya bersabar untuknya.

Dia keluar dari kamar mandi, melangkah untuk keluar dari tempat tidur yang masih tertutup horden menuju teras besar dimana ayahnya berada, dan matanya membulat dengan pemandangan didepannya.

Laut biru membentang sepanjang pengelihatan dan langit pun begitu biru, angin sejuk yang mengacak rambutnya dan wangi 'laut' yang dia sukai, jenis pepohonan pinggir pantai yang dia belum pernah lihat, cahaya bintang planet ini hangat tetapi membuatnya nyaman.

Dan pemandangan didepannya yang membuat jantungnya berpacu, ayahnya yang hanya memakai celana selutut tanpa atasan, anting black diamond panjang yang menggantung ditelinga kirinya, square sunglasses berwarna hitam yang menutupi mata birunya, rambut peraknya keemasannya bersinar oleh pantulan cahaya dan di acak oleh angin, membuatnya terlihat begitu mempesona, aura malas namun berbahaya dengan posisi duduk pada kursi malas, mata ayahnya yang menatapnya dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan membara membuat lubang pantatnya berdenyut, dan rona merah di wajahnya.

"Bayi ayah yang semanis susu benar-benar suka menantang bahaya".

Xena berjalan mendekat, melihat ayahnya yang dengan sengaja menjatuhkan botol susu sehingga menggelinding mendekatinya, xena secara refleks mengambil botol, tidak menyadari pantulan dinding kaca menampilkan cetakan pantatnya yang terlihat saat dia membungkuk dan membuat claud menelan ludahnya.

Kenapa bayinya selalu saja membuat ulah untuk menggodanya saat dia bersusah payah menahan dirinya

"Ayah, kita ada dimana?"

Xena membuka tutup botol, duduk disebelah ayahnya dan meminum susunya.

"Bumi"

Meneguk susunya dan memandang ayahnya, segala pertanyaan terhenti saat tangan ayahnya masuk dan meraba paha dalamnya.

"Apa maksud bayi menggunakan baju seperti ini, kita seharusnya sarapan setengah jam lagi, tetapi ini akan terlambat bukan?"

Xena sejak awal mengetahui bahwa memakai baju ini sama saja meminta untuk diterkam oleh ayahnya, dia hanya mengangguk sebagai persetujuan dengan wajah memerah.

"Kemarilah"

Ayahnya membawanya ke pinggir teras sisi lain bangunan, pemandangannya bahkan lebih luar biasa dengan batu-batu besar dan deburan ombak, tangannya memegang railing teras, dia sangat menyukai semua yang dilihatnya, tidak menyangka ada tempat seperti ini di bumi.

"Ini benar-benar bagus, lihat yang terbang itu apakah itu spesies burung, langitnya biru sekali, laut mereka terlalu tenang apakah tidak ada binatang monster didalamnya?, di planet kita hanya planet kekaisaran dan flora yang sebiru ini dan yang lainnya memiliki langit bermacam warna, ayah lihat itu, ada yang muncul di air, itu apa?"

Tidak bisa berhenti bicara dan menunjuk ke segala arah, tubuhnya membeku saat tubuh ayahnya merapat dibelakangnya dan merasakan penis besar menggesek pantatnya, tangan ayahnya meremas dadanya.

My beloved sonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang