Side story 2. keinginan xena

21.4K 866 81
                                        

#XENA POV

''Enak sekali menjadi Xena''

Itu adalah komen-komen yang banyak bertebaran di jaringan antarbintang, tentu saja aku setuju dengan apa yang mereka katakan, ayah yang selalu lembut dan sabar dengan semua permintaan anehku, yang apabila dibandingkan sebenarnya kesukaan dan hobby kami berdua tidak ada yang sama, aku yang introvert dan lebih suka rebahan dikamar dengan semua pernak-pernik yang lucu dan tumpukan buku novel percintaan dengan cerita menggetarkan, sedangkan ayah lebih suka olahraga ekstrim, bermain puzzle yang sangat rumit, dan membuat teknologi baru.

Tentu saja sekarang aku menjadi kesukaan ayah yang utama, dan ayah menjadi kesukaanku yang utama.

Perasaan bagai terbang ke langit yang tinggi, terkadang tertawa sendiri melihat cincin yang ada di jari, tersenyum sendiri saat memandang wajahnya, bahagia yang tidak mampu di deskripsikan dengan kata, setiap malam lelah melayani libodonya yang luar biasa, setiap malam mendesah dengan rasa sakit dan nikmat, terkadang aku merasa lubangku menganga dengan lebar, bahkan pernah dalam satu malam cairan spermanya terus menetes dari dalam lubangku sampai permukaan tempat tidur basah seluruhnya.

Seperti hari ini dimana aku bahkan tidak lagi mempedulikan tempat bulan madu kami, terkadang gelisah melirik selangkangan dengan penis raksasa milik ayah sekaligus suamiku, itu lebih besar dari pergelangan tanganku, lubangku berdenyut dan gatal, satu sisi ingin segera di sumpal penisnya, disisi lain ingin istirahat karena tubuhku sangat lelah.

Aku memandang tubuhku dicermin, membiasakan diri memakai pakain sangat minim saat hanya berdua dengannya, bukankah bagus untuk selalu berpenampilan menarik didepan suami sendiri, celana ini sangat nyaman tetapi begitu pendek sehingga bokong montokku tidak tertutup sepenuhnya, dan kaos yang ku kenakan begitu tipis sampai putingku tercetak jelas di permukaan.

Puting ini terlalu sering dihisap sehingga begitu sensitive saat bergesekan dengan permukaan kaos yang aku pakai, bahkan saat aku tidur aku bisa merasakan hisapan diputingku yang membuat puting ini lebih merah dan lebih keras dari sebelumnya.

Berkaca dicermin bolak-balik, memakai pelembab bibir dan meneteskan penjernih iris mata ke mataku, rambut yang sengaja sedikit berantakan, ayah bilang kalau dia sangat suka bintik coklat yang ada diwajahku, dulu aku sangat tidak percaya diri karenanya, tetapi sekarang aku merasa sedikit manis dan menawan karena ayah selalu memuji dan mencium bintik coklatku.

Ayah selalu memujiku dalam semua hal, semua rasa sakit hanya seperti mimpi buruk yang tidak nyata, sekarang hanya ada bahagia bersamanya.

''Ayah''

Melihat matanya yang memandangku dengan 'buas' dari ujung kaki sampai ujung kepala, aku sangat suka sorot mata yang seolah ingin 'menelanku', aku suka jakunnya yang bergerak karena menelan ludah dengan sudah payah, mataku tidak bisa lepas dari wajah rupawan yang memandang tubuhku, padahal hampir setiap malam ayah meniduriku, tetapi pandangan mata 'laparnya' sama sekali tidak berkurang.

Aku melihat ayah berjalan ke lemari dan mengambil sepasang pakaian tidur yang panjang, dia menghampiriku dan memberikan pakaian itu ke tanganku.

''Bayi, Ganti''

Aku melihat selangkangannya yang sudah membesar dengan perkasa.

''Kenapa?''

Sebagai pembaca setia novel romantis, aku sudah berlajar banyak dari isi novel bagaimana membuatnya hampir 'gila' karena hasratnya kepadaku, mataku yang bulat hanya berisi 'kepolosan' yang memandangnya, aku melihatnya memalingkan wajahnya berusaha menahan dirinya sedemikian rupa.

''Sayang, xena harus istirahat, sudah 20 hari kita melakukannya setiap malam''

''21 hari juga tidak apa-apa, xena tidur besok saja''

My beloved sonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang