Maaf karena cintaku
Menghalangi takdir cintamu
.....
Xena mendengarkan alat penyadap dengan seksama, tidak ada yang istimewa, ayahnya hanya melakukan pertemuan dengan para jendral untuk strategi perang, atau menerima dan mengevaluasi laporan, juga sesekali terjun ke lapangan untuk memeriksa.
Dia sangat frustasi, semakin hari hatinya semakin berat, dia mengirimkan pesan ke olivia
"Apakah kalian pernah menyadap kaisar?"
Dia dengan gelisah menunggu jawaban.
Tidak pernah ada yang berhasil menyadap kaisar, begitu juga kami, ayah kita itu bukan hanya pencipta teknologi mutakhir, dia juga mengetahui semua teknologi kuno, jadi tidak ada gunanya
Xena hanya terpana membaca pesan itu, ada dingin yang meresap ke hatinya perlahan, jadi sebenarnya ayahnya mengetahui dia menyelundupkan penyadap?.
Mereka masih mesra seperti biasa, ayahnya juga masih menciumnya setiap malam, masih rutin menyetubuhinya setiap dia menyetujui, jadi apakah ayahnya hanya menganggap semua yang dia lakukan hanyalah kenakalan anak-anak?.
Ayahnya yang tidak pernah mempertanyakan semua hal gila yang dia lakukan, dulu dia begitu bangga karena ayahnya sangat memanjakannya, tetapi sekarang dia sangat terusik.
"Kimkim, apakah karena aku anak bungsunya, jadi ayah selalu memanjakanku seperti anak kecil?"
"Kamu kan memang anaknya"
Kimdimame memandangnya bingung
Tetapi aku juga pasangannya....
"Kimkim, ayah tidak pernah mau berbagi bebannya kepadaku"
Kenyataan itu dia katakan dengan getir.
"Bukankah itu bagus, jadi kamu selalu bahagia"
Bayi, ayah akan melakukan apapun demi bayi selalu bahagia.
"Lalu gunaku apa?"
Selain tropy imut dan pemuas sex ayahnya.
Kimdimame yang tidak mengerti mengapa xena terlihat begitu sedih akhir-akhir ini, dan mengapa harus menutupi kesedihannya didepan kaisar.
Xena keluar dari kamar, berdiri di koridor mewah didepan kamar pribadi kaisar.
"Paman kumis"
An muncul didepannya dan memberikan hormat.
"Xena bosaann, xena ingin melihat koleksi artefak"
Xena memperlihatkan wajah santai dan senyum manisnya.
"Mohon menunggu yang mulia kaisar, beberapa artefak sangat berbahaya"
Xena menyalakan gelang komunikasi dan menghubungi ayahnya
"Xena bosan"
"Bayi, pekerjaan ayah akan selesai sebentar lagi"
"Xena hanya ingin melihat artefak"
"Ayah akan temani, tunggu sebentar lagi"
"Xena cuma ingin melihat, bukan menyentuh, tadi xena membaca novel dan pemeran utamanya kolektor benda kuno, jadi xena ingin lihat benda kuno itu seperti apa bentuknya, lagipula ayah sangat sangat sibuk urusan penting, xena mau pergi bersama kimkim saja"
Ada keheningan di sebrang sana sebelum ada jawaban...
"An akan ikut, berhati-hati"
"Baik ayahh"
Dia masuk ke dalam kamar untuk mengambil tas kecilnya dan an menunggu di luar, xena yang ada di dalam kamar mengambil kertas dan menulis, menunjukan tulisan ke kimdimame.
KAMU SEDANG MEMBACA
My beloved son
Fantasixena menatap ke pria yang duduk diatas singgasana megah, pria berambut perak keemasan dengan mata biru sedingin es, aura dinginnya dibarengi dengan ketampanan dan tatapan setajam pedang, penguasa galaxy red eyes dan.. ayah kandungnya xena mencengkra...
