"Kaisar benar-benar datang tadi malam"
Rosy bolak balik dengan gelisah, rambut pendeknya berantakan, pakaian tidur sekedarnya, dan kacamata yang bertengger, xena berusaha tidak tertawa melihat kotoran mata masih bertengger dimata ibunya.
Siapapun yang melihat penampilan ibunya tidak akan mengira bahwa ibunya salah satu selir kekaisaran, ibunya orang yang cuek dan santai, pakaian sehari-harinya pun sederhana, xena mengetahui dengan jelas bahwa ibunya bersedia menjadi salah satu selir karena 'jaminan hidup yang nyaman dan bisa santai di masa tua', pembagian untuk tunjangan hidup setiap istana di transfer langsung dari kesekertariatan kekaisaran yang langsung ada dibawah pengawasan asisten kaisar termasuk pengiriman barang-barang kebutuhan, jadi tidak akan ada drama dimana ada keluarga kaisar yang terlantar, pelayan pribadi di ajukan oleh masing-masing selir ke sekertariatan, bahkan permaisuri dan ratu tidak bisa mencampuri hal tersebut.
Semua sudah di atur dengan sangat detail sehingga bahkan selir rendahan seperti ibunya dapat hidup nyaman.
Tentu saja tunjangan disesuaikan dengan posisi seseorang.
Xena hanya mampu menghela nafasnya memikirkan bagaimana ayahnya mengatur semuanya tanpa cela.
Walaupun konflik antar 'istri' terkadang sulit dihindari terutama kalau suamimu hanya satu orang
"Xena, lebih baik kau cepat bicara dengan yang mulia, aku bisa gila memikirkan bagaimana dia datang tanpa pemberitahuan di tengah malam"
Xena tidak ingin memberitahu ibunya kalau itu bukan pertama kali ayahnya datang.
Dia hanya ingat feromon yang membuatnya tenang dan bisa tidur tanpa mimpi buruk, dia mengingat secara samar saat ada satu malam ayahnya mengecup keningnya, dia tidak memiliki waktu untuk bicara karena rasa kantuk selalu menyerangnya saat itu, dan saat dia bangun keesokan harinya ayahnya sudah tidak ada.
Lagipula, dia tidak tau harus membicarakan apa dengan ayahnya.
"Ayahmu itu benar-benar tidak menua, dia seperti itu 30 tahun yang lalu, dan sama sekali tidak ada perubahan, wajah tampannya benar-benar membahayakan"
Umur rata-rata di tempat mereka adalah 80 tahun yang bukan pengguna kemampuan, 100 sampai dengan 200 tahun bagi pemilik kemampuan tergantung tingkatannya, dan untuk ayahnya yang pengguna di atas level 3S, waktunya akan berhenti di usia 25 tahun.
"Aku merasa lebih cocok menjadi ibunya saat ini" rosy bukan pengguna kemampuan dan dia hidup secara alami tanpa perawatan kecantikan berlebihan dan menua secara alami
"Ibu, menurutmu apakah aku harus ikut ayah"
Xena menundukkan wajahnya, ibunya adalah satu-satunya orang di kehidupan sebelumnya yang selalu mempercayainya, dia saat ini tidak tau harus bagaimana, dia tidak bisa menyangkal bahwa dia merindukan ayahnya, tetapi dia tidak ingin lagi terjun ke jurang keputusasaan.
"Bicaralah dengan ayahmu apa yang kamu inginkan, melihat dia tidak memaksamu untuk ikut dengannya, masih ada tempat perundingan diantara kalian berdua"
Tepukan lembut tangan ibunya menenangkannya.
Apa yang dia inginkan?!
Kerinduan didadanya tidak pernah pudar walau rasa sesak menyertainya
..........
Xena merasakan angin lembut menggoyangkan helaian rambutnya, matanya berusaha untuk tidak memandang ayahnya yang duduk disebrangnya, dia sedikit menunduk dan melihat jemari ayahnya yang mengetuk meja.
Xena menantikan reaksi ayahnya atas surat permintaan yang dia ajukan beberapa hari lalu, dia bersedia tinggal di istana ayahnya dengan beberapa syarat pengajuan
Kuliah di kampus biasa dan memiliki apartemen atas namanya diluar dari pengawasan istana.
Diijinkan tinggal di luar istana selama 3 hari dalam satu minggu.
(Semua anak kaisar memiliki guru pribadi sendiri dan tidak sekolah disekolah masyarakat umumnya)
"Ayah menyetujui perihal apartemen dan sesekali tinggal diluar istana, tetapi untuk kuliah dikampus biasa"
Claud menatap cangkir ditangannya, mengangkat wajahnya dan memandang xena, matanya tidak bisa melepaskan setiap jengkal wajah manis itu, terutama bibir merah dan bintik coklat kecil di hidung xena.
"Ayah memiliki penawaran lebih baik, bagaimana dengan belajar mecha?"
Xena memandang ayahnya dengan kaget, sangat jarang omega yang bisa belajar mecha karena rendahnya kemampuan omega, dia pun hanya memiliki kemampuan C+ sehingga mustahil bisa mengendalikan mecha
"Apakah itu mungkin?"
Xena sangat menyukai mecha, dia mengagumi mecha hitam ayahnya, dia juga memiliki banyak buku mecha dan belajar pengetahuan tentangnya, tetapi hanya sebatas itu, dia juga tidak pintar sehingga butuh banyak usaha untuk belajar.
Tubuh xena kaku saat jemarinya dipegang ayahnya, dia melihat cincin bermata biru indah disematkan dijarinya.
"Aku sudah membuatkan mecha khusus untukmu dan hanya bisa dipakai olehmu, cincin ini adalah dimensi khusus mecha disimpan dan tombol pengaktifnya, aku yang akan mengajarimu langsung soal mecha"
Detak jantungnya berdetak tidak menentu saat bibir ayahnya mengecup jari tempat cincin disematkan, pandangan keduanya bertemu.
Kenapa mata ayahnya melihatnya dengan pandangan protektif, pandangan itu begitu panas seolah ingin 'menelannya'.
Apakah itu hanya perasaannya saja.
Bibir claud tersenyum lembut saat melihat telinga xena memerah.
"Ini salah satu hadiah untukmu atas banyaknya ulang tahun yang aku lewatkan"
Xena terhenyak, dia mengingat...
Dia mengingat dikehidupan sebelumnya saat dia menunggu ayahnya pulang ke istana, dia menunggu dengan kue dan makanan didepannya saat hari ulang tahunnya, dia menunggu begitu lama, ayahnya sudah berjanji untuk datang, jam demi jam, pandangannya kosong menatap pintu didepannya, tetapi malam itu ayahnya tidak pernah datang, hanya cahaya lilin yang meredup yang memperlihatkan kesedihan dimatanya, apakah ayahnya masih bersama selir barunya?!, itu yang terus berkecamuk didadanya, rasa cemburu yang tidak mampu dia teriakan dengan lantang, tangisnya pecah dikegelapan saat lilin akhirnya mati.
Tes
Tes...
Xena tidak bisa menahan air matanya yang jatuh dan mengalir di wajahnya, dia masih terhenyak dengan kenangan dan rasa sakit yang membanjiri dadanya, xena merasakan tubuhnya di peluk dengan erat, feromon ayahnya dengan lembut melilit feromonnya.
"Selamat ulang tahun, bayinya ayah"
Suara itu begitu lembut, jemari xena mencengkram punggung claud, tangisnya pecah tak tertahankan, setiap air matanya mewakili luka yang telah berkarat didadanya.
Claud menggendong xena yang masih terisak, tangannya mendekap tubuh yang gemetar dipelukannya, bibirnya mencium rambut xena.
Setiap tetes air mata xena membakar hatinya, setiap rasa sakit yang diwakili air mata itu, membuat perasaannya terjun ke jurang yang dalam
Xena, miliknya.
......
KAMU SEDANG MEMBACA
My beloved son
Fantasyxena menatap ke pria yang duduk diatas singgasana megah, pria berambut perak keemasan dengan mata biru sedingin es, aura dinginnya dibarengi dengan ketampanan dan tatapan setajam pedang, penguasa galaxy red eyes dan.. ayah kandungnya xena mencengkra...
