ikut kemanapun ayah pergi

25.2K 1.7K 16
                                        

Ini adalah tidur paling nyaman yang pernah dia rasakan seumur hidupnya, tenggelam dalam kegelapan hangat yang tidak menakutkan, merasakan aroma feromon ayahnya sepanjang waktu, tubuhnya menggeliat saat tidurnya terusik, berusaha membenamkan kembali kepalanya ke bawah bantal.

"Bayi, bangun dulu".

Xena merasakan jemari membelai pipinya, membuka matanya perlahan, dia menguap lebar dan meregangkan tubuhnya.

Dia bahkan mengeluarkan bunyi kentut yang samar dan mengucek matanya sembarang.

Dia membeku saat sadar bahwa dia bukan lagi dikamar lamanya, matanya melebar melihat ayahnya yang duduk di sisi tempat tidur, dia hampir menyipitkan matanya karena merasa ayahnya yang berpakaian 'kaisar' terlalu menyilaukan dibanding dirinya yang acak-acakan.

"Mandi dulu, kepala pelayan rumah ini sudah tiba dan sedang menyiapkan sarapan"

Xena mengedipkan matanya, memandang penampilan ayahnya, claud sudah memakai pakaian putih dengan jubah emas dan aksesoris perhiasan berharga, rambutnya tersisir rapih dengan beberapa helai rambut jatuh dikeningnya, ikat pinggang hitam melilit pinggang kokohnya, anting panjang sewarna rambutnya tersemat ditelinga kirinya, dan berlian hitam kecil menghiasi bagian atas telinga kanannya.

Penampilan 'kaisar' selalu bisa membuatnya 'hilang fokus'

Xena merasakan pipi cubby nya di cubit dengan lembut.

"Setampan itukah ayah?"

Rona merah menghiasi wajahnya, dia membuka mulutnya ingin menyangkal tetapi pernyataan itu terlalu akurat, xena bangun dari tidurnya dan berlari masuk ke kamar mandi.

Air hangat sudah tersedia dengan wangi bunga yang lembut, xena melihat baju gantinya sudah siap di sebelah lemari westafel, dia merasa malu dengan celana dalam miliknya yang bergambar sketsa tokoh kartun.

"Ayah, bilang kepala pelayan untuk kedepannya tidak menyiapkan bajuku, aku akan mengambilnya ssndiri"

Dia membuka pintu kamar mandi sedikit dan menampilkan wajahnya, ayahnya masih duduk di pinggir tempat tidur dan terlihat sibuk dengan 'gelang komunikasi'.

"Maaf" xena baru sadar kalau dia 'memberikan perintah' kepada kaisar walau itu sepele, itu hal yang tidak pernah terjadi di kekaisaran.

"Ayah yang menyiapkan itu semua, ayah tidak mengijinkan orang lain masuk ke kamar ini"

Xena memandang ayahnya tidak percaya, dia berfikir tadi malam ayahnya berbuat begitu karena belum ada pelayan, tetapi pagi inipun ayahnya masih berbuat sama?!.

"Apa kamu ingin dimandikan?"

BRUK

saat xena mendengar kalimat itu dia langsung menutup pintu kamar mandi, berusaha tidak membayangkan bahwa dirinya 'dimandikan', dia membuka bajunya, membersihkan badannya, dan berendam dengan setengah melamun.

Saat fikirannya mengembara, kesedihan terlintas dimatanya.

Tidak apa-apa seperti ini saja, dia memahami dengan jelas bahwa dia tidak boleh mengharapkan hubungan seperti 'pasangan', ayahnya yang saat ini menyayanginya pun sudah seperti keajaiban baginya, biarkan saja kebahagiaan ini tertahan di hubungan 'dekat' antara ayah dan anak.

Apakah ayahnya baik terhadap semua anaknya?, dia mengetahui dengan jelas bahwa perlakuan ayahnya terhadapnya saat ini begitu istimewa, kaisar red eyes galaxy terkenal akan sifat tegas dan dinginnya, yang bahkan bisa melemparkan anaknya ke medan perang demi 'pendidikan kekuatan',  kata-katanya yang bersifat mutlak dan kekuatan besar yang dibangunnya membuat roda kekaisaran berada dibawah kakinya, wajahnya yang terpahat sempurna membuat orang memujanya sekaligus takut dengannya.

My beloved sonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang