PR lainnya

14.4K 1K 24
                                        

Kehangatan yang mendekapnya, terbuai dalam tidur nyenyak setelah 'mimpi buruk' yang menyakitkan, ada kenangan yang ingin sekali dia ingat tetapi dia lupakan, kenangan itu bercampur dengan dengan rasa sakit yang begitu dalam.

Ayahnya pernah menciumnya di kehidupan yang lalu?!, ayahnya tidak membencinya?!.

Keinginan yang begitu kuat menyedot kesadarannya, dia melihat ruangan penjara itu, dia ingin lari, tetapi pemandangan didepannya menahannya dari rasa takut yang begitu besar.

Dia seolah melihat pemutaran film didepannya

Ayahnya yang memakai jubah resmi kaisar, sedang menghimpit tubuhnya di tembok dan mencumbunya, dia melihat ketidakpercayaan di 'wajahnya' saat bibirnya dilumat dengan lembut, pangutan bibir terlepas dan kening keduanya saling menempel, bibirnya kembali dilumat beberapa kali.

"Ayah tidak membenciku?, ayah mempercayaiku?" Dia melihat bagaimana penampilannya saat itu, tubuh yang kurus, kesedihan, harapan samar saat kaisar yang begitu dia cintai datang ke dalam penjara hanya untuk menciumnya.

"Tidak pernah sekalipun ayah membencimu, tetapi ini adalah ciuman pertama dan terakhir, ada kalanya ayah berharap kamu bukan anak ayah, tetapi kenyataannya tidak seperti itu"

Harapan yang pernah muncul kembali redup, rasa manis dibibirnya menguap oleh kesedihan dihatinya.

"Ayah ingin kamu bahagia, tetap tidak mungkin dengan ayah, setelah ayah memulihkan nama baikmu, menikahlah, berbahagialah, ada calon yang ayah pilihkan, tetapi kamu bisa menolaknya, itu bukan keharusan, pesta pernikahanmu akan ayah buat sangat mewah"

Wajah pucat itu ingin berteriak bahwa dia tidak menginginkan siapapun kecuali pria didepannya, tetapi dia mengetahui bahwa hubungan darah adalah tembok yang tidak bisa dia runtuhkan, bahwa sesempurna dan serupawan apapun pria didepannya yang mampu melelehkan hatinya, dia tetaplah ayah kandungnya.

Rasanya begitu sakit, kalau memang dia tidak bisa bersama ayahnya, kenapa dia dicium begitu lembut, itu seperti memberikan penawar palsu pada racun 'kenyataan yang harus dia tegak'...

"Anak ini mengerti" jawaban lirih yang mematikan setiap harapannya.

Xena yang melihat adegan itu, memahami kenapa dia melupakan kenangan itu, penolakan yang dia terima itulah yang membuat harapannya semakin redup.

Dadanya kembali begitu sakit, tetapi dia melihat ke cincin 'mecha' yang ada dijarinya yang diberikan ayahnya pada kehidupan ini, dia menempelkan cincin itu ke bibirnya, dari info paman berkumis, ayahnya sendiri yang merakit mecha agar kompatibel dengan kemampuannya yang rendah.

Ayahnya sangat mencintainya dalam kehidupan ini, dan inilah yang dia genggam.

Kecurigaan di dalam hatinya kenapa kehidupan ini begitu berbeda, kenapa ayahnya berubah sikap begitu drastis.
Dia memiliki begitu banyak pertanyaan untuk ayah sekaligus kekasihnya.

Dia harus mengeluarkan keluh kesahnya agar dia bisa berdamai dengan masa lalu.

....

Claud tidak berani beranjak sedikitpun dari sisi xena, dia mencoba masuk ke dalam mimpi xena tetapi selalu tertolak, wajahnya terlihat sangat cemas, berulang kali mengutuk dirinya sendiri akan kesalahan tak terampuni yang pernah dia lakukan dikehidupan lalu.

Walau dia melakukan hukuman keji kepada pria yang menodai bayinya dikehidupan lalu dan dikehidupan ini, itu tidak menghapus fakta bahwa dia yang secara "tidak langsung' mengirim bajingan itu ke bayinya.

Berulang kali mengecup jemari xena
Berulang kali mengecup kening xena
Berusaha tenang saat xena membuka matanya, berusaha tenang saat mata itu menatapnya, claud merengkuh tubuh xena dan memeluknya erat.

My beloved sonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang